Thursday, May 03, 2018

Anak Ke Empat Saya

Alhmdulillah gak terasa anak ke empat saya ternyata sudah berumur satu bulanan. Itu pun diberitahu oleh istri saya kalau saat ini sudah berumur satu bulan. Rasanya seperti baru kemarin saja dia lahir sambil menangis di pangkuan ibunya.  Melihat dunia yang penuh dengan fatamorgana. Dengan keangkuan orang tua eh dunia dan seisinya. Kalau meminjam istilah alkitab -qur’an- manusia itu sebenarnya lahir dalam keadaan merugi. Termasuk saya dan Anda lahir tidak hanya merugi akan tetapi juga merugikan he.

Lantas tidak semuanya akan rugi. Manusia juga memiliki potensi untuk menjadi lebih baik. Meminjam istilah alquran surat alasr paling tidak ada tiga kreteria. Pertama orang beriman. Anda, saya tentu menginginkan ini tapi menjadi manusia beriman seutuhnya tidak semudah membaik telapak tangan. Butuh proses rumit yang harus dijalaninya. Malah semakin tinggi keimanan seseorang semakin besar puka cobaannya. Mungkin karena saya masih belum mampu untuk menerima ujian berat makanya saya belum bisa beriman sempurna. Walaupun mencoba kearah sana. Nabi, wali, kekasih Allah sudah kenyam digarap Allah dengan berbagai  macam cobaaan. Jadi saya dan Anda bukanlah orang satu-satunya yang akan menerima cobaan dunia.



Kedua,, beramal sholeh atau sholeh yang suka beramal. Kalau Anda punya nama Sholeh sudah seharusnya beramal. Gak perlu diingkan lagi atau puta-pura gak ingat. Ke tiga, saling menasihati satu sama lain baik berupa kesabaran maupun kebatilan.

Kembali lagi  ke anak saya, bahwa saya perlu bersyukur banyak, barangkali sebanyak dunia  seisinya. Karena baru saja tahun kemarin anak ke tiga lahir,  tahun ini sudah  diberi titipan dan tanggung jawab lagi sama pengeran untuk mendidik menjadi pejuang agama. Setelah tiga kali perempuan semua sekarang laki-laki. Dari ke empat anak saya, alhmadulillah anak pertama saya sekarang sudah berumur 6 tahun, ke dua berumur 4 tahun, ke tiga berumur satu tahun dan sekarang ini menginjakkan usia menuju dua bulan. Kata orang sepuh banyak anak banyak rizqi, tapi banyak juga yang harus disiapkan untuk nyangoni/ngangklopi.

Apalagi anak pertama saya yang bernama Ara Zahira Ramli yang kini berusia enam tahun sudah kenal dengan nominal uang. Berangkat sekolah saja kalau tidak lima ribu gak mau berangkat. Diikuti pula  anak ke dua saya Aisya Naili Arifa juga ikut-ikutan kakaknya. Serba harus sama dengan mbaknya. Mungkin orang gak tahu dikira anak saya itu kembaran. Karena putri pertama dan ke dua sekarang nyaris sama besar. Wajahnya pun juga mirip. Sama-sama cantik. Kalau pergi ke suatu tenpat orang pasti bertanya ini anak kembar ya. Dan hobinya pun juga nyaris sama atau memang adiknya ikut-ikutan kakaknya  yaitu hobi ngregeti tempat. Biasalah anak perempuan kecenderungannya dodol-dodolan atau permainan yang sifatnya feminim.

Sedangkan anak ketiga saya bernama Queen Fatima Azzahra selalu menjadi kalahan dari kakak-kakanya. Tidur, bermain sering diganggu. Sehingga anak ke tiga saya kalau tidur agak malam. Pokoknya kalau sang kakak pada tidur sudah aman untuk tidur nyenyak. Hingga kini karena sudah biasa akhirnya terbiasa tidur malam. Cuman yang ketiga ini kadangkala masih sedikit malu untuk diajak orang lain.

Sementara yang ke empat bernama muhammad Yusuf Iskandar baru saja menikmati kehidupan dunia. Dan saya lihat untuk sementara ini tidak terlalu rewel terutama di malam hari kecuali memang lapar minta susu. Akhirnya empat sudah anak saya, dimana semuanya tergolong relatif masih kecil-kecil. Butuh kesabaran untuk ngopeni. Mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah sekaligus menjadi anak-anak sholeh sholihah. Amin