Thursday, March 08, 2018

Paska Operasi Anakku

Sudah satu tahun ini anakku yang ke tiga melakukan perawatan di Surabaya. Selama itu sudah dua kali operasi yang dijalaninya. Pertama tiga bulan setelah lahiran. Ke dua, bulan Januari kemarin. Surprise rasaya melihat perkembangannya yang semakin membaik dan semakin cantik. Begitu besar kuasa Allah pada manusia yang mampu merubah segalanya pada manusia yang serba kekurangan ini.



Masih segar dalam ingatan satu tahun lalu, hati ini terasa sok dan lemas ketika dokter kandungan memfonis anakku yang ketiga lahir dalam keadaan cacat atau istilah umumnya bibir sumbing. Tidak ada tanda-tanda anakku akan lahir seperti ini. Tapi tuhan berkehendak lain dan mungkin juga ini terbaik bagi keluargaku untuk selalu bersabar atas kondisi yang menimpa anak ketigaku.

Hari berlalu dan cobaan awal masa kelahiran pun datang menghantui istriku terutama bagaimana cara menyusui dengan baik dan benar. Dari dokter, bidan dan orang-orang yang anaknya bernasib sama telah mengajari. Tapi belum cukup memberikan solusi karena masih saja rewel, khususnya pada malam hari dan itu terus menerus hingga proses



operasi pertama dijalani. Aku menduga anakku kekurangan usapan susu yang mestinya bagi seumuran bayi baru lahir membutuhkan nutrisi dari ibu lebih banyak.

Nutrisi yang berupa air susu ibu kurang maksimal, tidak bisa masuk dalam kondisi anakku yang bibirnya sumbing disertai langit-langitnya. Demikian pula dengan cara lain seperti dot khusus bibir sumbing juga tidak bisa mengatasi rewel pada malam hari.

Kemudian ganti pipet supaya mempermudah dalam meminum air susu, pun agar susunya tidak masuk ke rongga langit-langit kuatir manti kesedak. Pipet juga belum mengatasi dan bahkan menurut dokter tidak dibenarkan menggunakan pipet karena membatasi usapan yang hanya melalui tetes. 

Alhmdulillah setelah operasi pertama berupa bibirnya yang dijalani pada awal april tahun lalu, kondisi anakku tidak serewel sebelum operasi. Pada malam hari Queen Fatima Azzahra demikian nama anakku, bisa tidur lebih baik dari sebelumnya.

setelah operasi pertama di rumah sakit primer surabaya
Tapi kadang juga masih sedikit rewel, maklum baru operasi dimana butuh perawatan terutama daerah bibir yang masih nampak jelas jahitan bekas operasinya. Dan alhmdulillah pula bibir yang tadinya berlubang kini telah tertutup rapat menyerupai bibir manusia pada umumnya walau tidak sesempurna orang lahir normal pada umumnya. 

Kemudian bulan Januari kemarin anakku kembali menjalani operasi ke dua di rumah sakit yang sama. Kali ini menyempurnakan langit-langit yang masih berlubang. Alhmdulillah berjalan lancar tanpa hambatan. Walaupun jika dibandingkan dengan operasi pertama, yang ke dua ini terbilang agak berat karena menyangkut operasi dalam terutama di daerah rongga tenggorokan.
kondisi setelah operasi kedua di rs primer surabaya
Tentu rasa syukur terima kasih kupanjatkan pada Tuhan sang maha pencipta. Dimana masih ada kesempatan buat anakku untuk menjadi manusia pada umumnya layaknya manusia lain.

Dalam masa paska operasi pertama aku dan istriku di Surabaya sekitar dua mingguan lebih. Banyak hal yang harus aku sampaikan terutam ucapan terima kasih kepada keluarga mas Waris dan Mbak O’ot yang telah memberikan penginapan dan jamuan harian kepada kami. Karena di tempat itulah aku, istri dan anakku menginap dan makan disitu.

Sekarang sudah sekian kali anakku kontrol di rumah sakit. Dari mingguan, satu bulanan hingga beberapa bulan mungkin ada 10 lebih kontrol wora-wiri ke Surabaya. Dan alhamdulilah bisa berjalan normal, wajah dah normal dan lain-lainnya.

Share:

2 comments:

  1. hello comrade... izayyak jih :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhmdulilh jih........gmn kbr jih

      Delete