Skip to main content

Penistaan Agama

Andai saja seorang buni yani tidak mengapload pidato Ahok barangkali isu penistaan agama tidak akan seheboh sekarang. Demikian juga andai saja Ahok tidak mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau Ahok adalah orang pada umumya manusia dan bukan siapa-siapa, postingan buni yani hanya menjadi arsip/sampah media sosial.

Anda mungkin sudah sering mendengar bahkan melihat dengan mata sendiri baik di media sosial maupun di alam nyata seorang pemuda menginjak-nginjak alqur'an namun dibiarkan berlalu begitu saja. Atau hanya ditegur seperti seorang kena tilang di jalan raya. Sekali lagi karena mereka bukan siapa-siapa.


Isu penistaan agama semakin larut saya cemati menjadi isu yang sangat sensistif. Dan media sosial menjadi ladang mereka untuk mencurahkan uneg-uneg yang kadang kurang bermutu. Lihatkan bagaimana seorang yang mengaku sebagai orang yang islamis - dan tentu faham tentang dosa- menabur fitnah dan kebencian luar biasa kepada orang yang dianggap idiologinya berseberangan.

Dan yang paling memprihatinkan pengkritik melalui medsos tersebut bukanlah orang yang memiliki keilmuan keagamaan sepadan, melainkan hanya orang yang barangkali masih belajar ilmu agama atau memang tidak tahu agama tapi sudah kadung terlalu fanatik terhadap agama. Sehingga justru tingkah lakunya menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti ilmu agama

Tengoklah siapa penghujat dan pencemooh seorang ulama alim dari Rembang Jawa Tengah yang tak lain dan tak lebih adalah hanya seorang karyawan yang barang tentu saya yakini memiliki kecakapan ilmu keagamaan minim.

Dan masih banyak lainnya orang -orang yang minim ilmu keagamaan dengan "semaunya gua" menafsirkan aneh-aneh di media sosial lalu menghujatnya.

Pembelaan terhadap agama penting, tapi pengkritikan terhadap ulama yang alim di medsos karena berbeda dalam caranya walau sebenarnya memiliki tujuan sama yakni "izzil islam walmuslimin" yang pada akhirnya menimbulkan fitnah, kebencian dll bukanlah solusi tepat untuk meredam terjadinya penistaan agama, tapi ancaman baru bagi sesama muslim.

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.