Saturday, December 31, 2016

Refreising

Melepaskan diri dari aktifitas menguras otak memang harus disempatkan. Paling tidak satu bulan sekali. Atau kalau perlu berkali-kali asal jangan saben hari. Ini perlu mengingat otak gak bisa diforsir untuk bekerja atau berfikir terus tanpa jeda, Bisa berakibat "sesuatu".

Dan anak-anak kalau sudah diajak untuk hal-hal seperti ini responnya cepat tanggap daripada ketika mereka disuruh untuk cepat belajar ngaji atau istirahat. Hari kemarin ide tertuang namun daya tak ada hasrat untuj jalan-jalan. Hanya desakan anak-anaklah kemalasan itu dengan sedikit terpaksa harus dijalankan.

Wednesday, December 28, 2016

Penistaan Agama

Andai saja seorang buni yani tidak mengapload pidato Ahok barangkali isu penistaan agama tidak akan seheboh sekarang. Demikian juga andai saja Ahok tidak mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau Ahok adalah orang pada umumya manusia dan bukan siapa-siapa, postingan buni yani hanya menjadi arsip/sampah media sosial.

Anda mungkin sudah sering mendengar bahkan melihat dengan mata sendiri baik di media sosial maupun di alam nyata seorang pemuda menginjak-nginjak alqur'an namun dibiarkan berlalu begitu saja. Atau hanya ditegur seperti seorang kena tilang di jalan raya. Sekali lagi karena mereka bukan siapa-siapa.

Thursday, March 24, 2016

Petani

Setiap kali terjadi obrolan relatif ringan dengan masyarakat bulan lalu, pasti yang ditanya; mengapa musim hujan tak kunjung tiba. padahal ini bulan hujan. Pertanyaan ini menjadi harapan dari masyarakat sini yang mayoritas petani sawah yang butuh segera padinya digenangi air. Maklum hingga kemarin daerah saya memang jarang hujan. Itu berbeda dengan daerah tetangga yang saya lihat kerap hujan walau juga tidak sering dan relatif biasa-biasa saja.

Seretnya air ke depan pasti akan mempengaruhi tingkat kesuburan padi dan  juga hasilnya. Apalagi saya melihat banyak padi di sawah yang sudah mulai ambruk karena kekeringan, termasuk banyak padi yang mulai kopong karena kurang serapan air. Persoalan ini ke depan banyak petani yang gagal panen. Lantas penghasilanpun akan mempengaruhinya.


Saya juga mendengar ada diantaranya sedikit stress,  dan mengeluh. Mungkin ada banyak harapan tapi tak sesuai dengan kenyataan. Lalu siapakah yang patut disalahkan? Saya kira masyarakat perlu merenungkan mengapa hujan sangat jarang turun di desa kami. Tuhankah? Atau masyarakatkah yang kurang bersyukur?.

Dalam pertemuan dengan beberapa elemen masyakarat sini kemarin bahwa ternyata sudah dua tahun proses penarikan zakat yang biasanya dikelola oleh PHBI (pengurus/panitia hari besar islam) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga mungkin saja petani yang kurang sadar dan sudah berkewajiban membayar zakat zuru' tidak menjalankan undang-undang agama.  

PHBI sejak dulu menyadarkan orang untuk membayar zakat. Penarikan gabah/padi setiap panen pengurus berkeliling dari rumah-kerumah untuk setor hasil tani yang sebelum penarikan tentu diadakan sosialisasi dari jamaah ke jamaah lain. Cuman dua tahun belakarang pengurus baru belum menjalakan tradisi itu.

Oleh karena itu, dalam pertemuan kemarin yang dihadiri masyakarat sini sebagai upaya untuk mengingatkan kembali dan segara bergerak menarik zakat kepada para petani. Pertemuan itu juga dibacakan sebuah kitab yang intinya akibat orang/masyarakat yang tidak membayar zakat salahsatunya akan disulitkan air hujan turun.

Mudah-mudahan  bergeraknya PHBI dalam menarik zakat  ke masyarakat bisa membawa berkah teruma dipermudah turunnya  air hujan. Amin.