Skip to main content

Duren Songgon 2

Kawasan pegunungan berapi memang menciptkan kondisi sekitarnya subur. Walaupun jika dibandingkan dengan keselamatan jiwa tidak ada artinya. Toh tetap saja orang kerasan tinggal di daerah sekitar pegunungan yang memungkinkan nyawa taruhannya. Situasi ini sekarang terjadi di sana. Gunung Raung belakangan mulai menunjukkan aktivitas membahayakan.

Beberapa suara dentuman yang bersumber dari gunung berapi itu setiap malam terdengar keras di kawasan Songgon. Walau belum merupakan kondisi membahayakan keselamatan, namun warga sudah siap apapun resikonya termasuk mengungsi jikalau nanti situasi yang tidak diingkan terjadi.

Situasi seperti inilah yang mengispirasi saya beranjak kesana. Ada duren, dan juga ada kesempatan untuk melihat gunung Raung "batuk". Tapi ternyata sesampainya di Songgon tidak terdengar suara-suara "batuk" atau keanehan yang selama ini warga rasakan. Justru saya disuguhkan pemandangan indah di sekitar desa itu, ada banyak pohon duren dan manggis yang sedang berbuah serta orang-orang sekitar yang sibuk berjualan di pinggir jalan.

inilah situasi penampakan buah durian korban daripada makanan manusia
Dan melihat seperti itu ingin rasanya segera sampai lokasi, siapa tahu saya bisa makan buah kesayangan saya itu hasil daripada petikan tangan saya sendiri. Ternyata apa yang saya bayangkan tak jadi kenyataan. Saudara saya tidak memiliki pohon buah duren di area rumahnya, tapi di tegalan yang jaraknya lumayan jauh. Tak apalah yang terpenting saat itu juga sudah bisa makan banyak duren hingga perut kram dan kepala ini pusing tujuh keliling.

Memang buah durian ini menurut orang "turost" momok yang ditakuti bagi mereka yang memiliki penyakit darah tinggi. Konon katanya gara-gara makan sedikit buah durian ada seorang yang meninggal karena penyakit darah tingginya kumat.

Bagi saya masih setia pada falsafahnya bapak Tedjo -mentrinya pak jokowi- yang katanya orang-orang gak jelas "pumpung masih muda". Ntar kalau sudah tua dan banyak penyakit tidak bisa lagi makan semaunya. Seketika itu pula dan tanpa tempo yang lama satu lusin buah durian bisa saya selesaikan dalam waktu singkat.
 
dua anak saya sangat menikmati mandi di sungai belakang rumah saudara yang airnya sangat bersih dan bening
Benar-benar terpuaskan, seperti makanya orang baru sembuh dari penyakit yang tidak hanya antusias makan, tapi sangat semangat, sampai mau lupa kalau kulitnya buah durian tidak bisa dimakan. Dan atraksi "lomba" banyak-banyakan makan durian ini tidak berhenti di rumah saudara saya saja. Di sebuah tempat yang berbeda, tepatnya rumah alumni santri, "lomba" makan durian terus tak bisa dibendung hanya dengan omelan dan peringatan istri maupun ibu. Bisa jadi perlu bukti akurat dan karena selesksi alam yang bisa mengenentikan laju saya makan buah durian.
selain buah durian saat ini songgon juga panen buah manggis
Akhirnya saya terseleksi oleh alam dan merasa sudah tidak sanggup untuk melahab suguhan buah ini. Perut saya sudah terasa sesuatu. Andaikata perut saya bisa bicara mungkin sambat dan minta tolong. Rekor makan buah durian saya terhenti di rumah alumni tersebut. Pun dengan anak-anak maupun istri sudah angkat tangan sejak lama.

Dan suatu saat nanti ketika perut dan perasaan pingin ngebet lagi makan buah durian, rasanya ingin ke Songgon lagi, menikmati banyak durian serta dukungan alam yang indah, sejuk dan dingin.



Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.