Wednesday, May 15, 2013

5 Bulan Lebih Usiamu Kini

Seyum manis menghiasi siang itu, menyapa manusia tua tuk bercerita tentang bahasa, setelah tergeletak dalam ayunan orang tua. Mungkin kau ingin diajari kosa kata bahasa dunia, setelah sekian lama terperangkap dalam dekapan ibunda. Kadang kau tersenyum, kadang melamun, rasa gemes terkubur bersama ceriamu.

Kehadiranmu mengubah keheningan rumah laksana pesta kebun raya. Memaksa makhluk tetangga terdiam oleh suaramu. Kau adalah dewa baru dalam hidupku, dewi mungil nan centil, dewi putri penerus generasi yang selalu menghibur meski kadang kau minta bubur di saat orang sedang tertidur.

Hari berganti hari kau selalu bermetamorfosis, minggu ke minggu ada saja cerita tentangmu, mengubur lamunan menjadi kenyataan, menanti penantian dari sebuah keinginan yang terkabulkan. Saat ini kau beranjak memutar dari kiri ke kanan, lalu
tengkurap melewati garis finis sambil menangis. Seolah kau masih butuh bantuan untuk kembali ke dasar awal dari kehidupan.


Lima bulan lebih usiamu kini, menemaniku dalam dekapan cinta. Membumikan asa oleh kekejaman makhluk dunia. Membenturkan sikap dalam bertindak, seolah kehadiranmu mengajariku tentang hidup, kesabaran, perasaan dan tentang kedewasaan.

Lima bulan lebih usiamu kini, telah menjelma kian sempurna, kian memahami bahasa manusia. Merasakan ketika ditinggal, menerawang dengan tatapan tajam. Senyum mringis memantul dari arah sudut bibir. Menangis dikala lapar. Tertawa dikala ceria. Itulah kau kini. Masih ada banyak harapan esok menanti perkembangan usiamu.

Lima bulan lebih usiamu kini, semangkok kecil makanan sudah kau rasakan. sesendok air putih telah kau nikmati. Se tetes makanan orang dewasa kau sukai. Kini kau telah menikamati secuail makanan dunia. Itu berarti kau semakin besar dan terus berkembang besar, sesuai harapan dan keinginan orang tua.

Selamat menginjak usia enam bulan anakku, semoga kau selalu diberi kesehatan dan barokah kecerdasan kelak. Amien







Share:
Location: South East Asia, null

0 comments:

Post a Comment