Skip to main content

5 Bulan Lebih Usiamu Kini

Seyum manis menghiasi siang itu, menyapa manusia tua tuk bercerita tentang bahasa, setelah tergeletak dalam ayunan orang tua. Mungkin kau ingin diajari kosa kata bahasa dunia, setelah sekian lama terperangkap dalam dekapan ibunda. Kadang kau tersenyum, kadang melamun, rasa gemes terkubur bersama ceriamu.

Kehadiranmu mengubah keheningan rumah laksana pesta kebun raya. Memaksa makhluk tetangga terdiam oleh suaramu. Kau adalah dewa baru dalam hidupku, dewi mungil nan centil, dewi putri penerus generasi yang selalu menghibur meski kadang kau minta bubur di saat orang sedang tertidur.

Hari berganti hari kau selalu bermetamorfosis, minggu ke minggu ada saja cerita tentangmu, mengubur lamunan menjadi kenyataan, menanti penantian dari sebuah keinginan yang terkabulkan. Saat ini kau beranjak memutar dari kiri ke kanan, lalu
tengkurap melewati garis finis sambil menangis. Seolah kau masih butuh bantuan untuk kembali ke dasar awal dari kehidupan.


Lima bulan lebih usiamu kini, menemaniku dalam dekapan cinta. Membumikan asa oleh kekejaman makhluk dunia. Membenturkan sikap dalam bertindak, seolah kehadiranmu mengajariku tentang hidup, kesabaran, perasaan dan tentang kedewasaan.

Lima bulan lebih usiamu kini, telah menjelma kian sempurna, kian memahami bahasa manusia. Merasakan ketika ditinggal, menerawang dengan tatapan tajam. Senyum mringis memantul dari arah sudut bibir. Menangis dikala lapar. Tertawa dikala ceria. Itulah kau kini. Masih ada banyak harapan esok menanti perkembangan usiamu.

Lima bulan lebih usiamu kini, semangkok kecil makanan sudah kau rasakan. sesendok air putih telah kau nikmati. Se tetes makanan orang dewasa kau sukai. Kini kau telah menikamati secuail makanan dunia. Itu berarti kau semakin besar dan terus berkembang besar, sesuai harapan dan keinginan orang tua.

Selamat menginjak usia enam bulan anakku, semoga kau selalu diberi kesehatan dan barokah kecerdasan kelak. Amien







Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.