Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Pancoran

anakku begitu ketakutan ketika pertama kali dikenalkan dengan kolam renang di Pancoran. barangkali kedinginan, atau mungkin juga baru merasakan sesuatu baru. Namun tak selang lama Zahiea sudah dapat menerimanya. Senang rasanya melihat annaku sudah seperti anak-anak yang sudah tumbuh dewasa.
Bulan liburan seperti sekarang ini memang yahud buat nongrong di wisata yang lokasinya menggambarkan keadaan alam sesungguhnya. Pancoran salahsatu tempat wisata yang alami di sebuah gumuk atau gundukan tanah yang berhadapan dengan hamparan tanah persawahan luas yang sekarang disulap menjadi tempat wisata.
Ada beberapa tempat disana yang dsuguhkan; pertama, masuk lokasi kita akan dihadapkan pada berbagai macam binatang langka yang dilindungi dari burung, hewan, dll.

5 Bulan Lebih Usiamu Kini

Seyum manis menghiasi siang itu, menyapa manusia tua tuk bercerita tentang bahasa, setelah tergeletak dalam ayunan orang tua. Mungkin kau ingin diajari kosa kata bahasa dunia, setelah sekian lama terperangkap dalam dekapan ibunda. Kadang kau tersenyum, kadang melamun, rasa gemes terkubur bersama ceriamu.

Kehadiranmu mengubah keheningan rumah laksana pesta kebun raya. Memaksa makhluk tetangga terdiam oleh suaramu. Kau adalah dewa baru dalam hidupku, dewi mungil nan centil, dewi putri penerus generasi yang selalu menghibur meski kadang kau minta bubur di saat orang sedang tertidur.
Hari berganti hari kau selalu bermetamorfosis, minggu ke minggu ada saja cerita tentangmu, mengubur lamunan menjadi kenyataan, menanti penantian dari sebuah keinginan yang terkabulkan. Saat ini kau beranjak memutar dari kiri ke kanan, lalu tengkurap melewati garis finis sambil menangis. Seolah kau masih butuh bantuan untuk kembali ke dasar awal dari kehidupan.

Ziarah Ulama Banyuwangi

Hari kemarin kami bersama santriwan/wati mengadakan ziarah ke maqam ulama di Banyuwangi. Acara ini adalah progam pondok yang sudah diagendakan oleh pengurus beberapa waktu silam. Alhamdulillah berjalan lancar dan penuh kebersamaan.

Sebenarnya hari kemarin (ahad) banyak agenda kegiatan kemasyarakatan yang musti kami ikuti. dari MMTK hingga kegiatan berzanji yang diadakan di samping kediaman kami. Demikian juga bersamaan dengan pengajian Ahad Wage. Pun dengan bersamaan kelas akhir yang sekarang sedang ziarah ke maqam Wali Songo.
Dimulai dari ziarah ke pendiri pesantren kemudian kami melanjutkan ke maqam Mbah Wali Hasan Sumber Kepuh. Di maqam Mbah Wali Hasan nampak ada kegiatan rehab yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Di sana kami bertemua dengan guru saya dulu yang pernah mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Bapak Suwardi.

Ujian Nasional

Mencerdaskan anak didik (siswa) tidak harus merubah dan mempersulit ujian akhir yang sering di plot sebagai tolak ukur keberhasilan seseorang selama menempuh pendidikan. keberhasilan siswa pada dasarnya bisa dilihat dari sejauh mana siswa bisa memahami dan mempraktekkan apa yang ia dapat selama menempuh pendidikan tersebut.
Bagi saya pribadi,  nilai hanya sekeda angka yang bisa diibaratkan sebagai itungan poro gapit  dimana seorang pendidik/pengawas bisa merekayasa dan menambah hasil nilai ujian siswa tanpa melihat tingkat kemampuan anak didik terhadap suatu pelajaran. Akhirnya ujian bukan untuk belajar, tapi belajar untuk ujian. Siswa bukan lagi diuji, tapi semakin dimanjakkan oleh sebuah rekayasa angka.
Oleh karena itu, mengapa ujian nasional saat ini yang jika ditilik/dibandingkan dengan ujian akhir sekolah lima belas tahun silam jauh lebih mengerikan, namun justru siswa tidak merasa takut dan terbebani oleh metode ujian yang berisi lima  paket itu. Tapi sebaliknya, malah seorang pen…

Bantuan Bimbingan Kursus Bahasa

Seberapa besar anak desa mencintai bahasa? Adakah yang masih alergi dengan bahasa asing? Pertanyaan ini merupakan gejolak menjamurnya kursus-kursus bahasa yang ada di kawasanku. Suara-suara teriakan kosa kata acap kali aku dengarkan setiap ba'da magrib disini. Mungkin ini merupakan titik balik dari peradaban modern yang dituntut setiap individu bisa berkomunikasi asing.

Dulu di Desaku, orang sudah dianggap punya keistimewaan bisa berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Ini realita bahwa masyarakat komunal desa masih mencintai dan mengagungkan bahasa ibu "jawa". Hanya orang-orang pendatang atau semula dari desa lalu mentransformasi ke kota yang lanyah berkomunikasi bahasa Indonesia.
Apalagi bahasa asing semacam inggris bisa dikatakan merupakan anugrah indah yang mendapatkan tempat sosial tinggi di masyarakat desa selepas mangkatnya konolialisme. Bahasa inggris masa neokonolialisme atau semi modernisme ini menjadi momok pelajaran yang ditakuti oleh kebanyakan siswa sejaj…