Skip to main content

MMPP

Alhamdulillah pelaksanaan MMPP (majelis musyawarah pengasuh pesantren) di ke kediaman kami berjalan sesuai keinginan. Bahkan melebihi prediksi sebelumnya yang terkesan biasa-biasa saja. Barangkali acara ini menjadi lebih marak bukan karena letaknya di komplek kami, tapi memang kaitannya dengan pencalonan menjadi orang nomer satu Nu di Banyuwangi.

Pemilihan yang dilaksanakan awal tahun depan yang kurang beberapa bulan ini, telah menciptakan atmosfer para kiyai menjadi panas. Ada beberapa kader NU yang sudah menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan menjadi ketua NU Banyuwangi. Diantaranya yang sudah nampak adalah Ir. H Wahyudi, KH.Drs. Masykur Ali, KH Ali Makki dan beberapa orang yang bersedia tapi masih belum muncul di publik.

Sehingga pertemuan MMPP di sini barangkali dijadikan sebagai ajang untuk kampanye, baik para calon maupun pendukung masing-masing. Alhamdulillah dari para calon yang nampak itu kemarin pada datang semua. Suasana santai-santai saja, hanya ketika salahsatu calon datang, calon lainnya setelah ngobrol sebentar lalu meninggalkan tempat dan pindah posisi.


Acara yang mestinya sebagai silaturrahmi dan musyawarah pengasuh pesantren se-Banyuwangi berubah menjadi ajang menampakkan diri untuk promosi dan bersosialisasi. Tapi bagi saya tak apalah yang penting tidak mengurahi esensi dari acara tersebut.


Iya tidak kurang dari seribu pengasuh pesantren kemarin hadir di kediaman kami untuk bertukar pikiran membahas permasalahan kaitannya dengan huku di masyarakat. Kaitannya dengan faham Wahabisme yang kian marak. Tentu saja faham ini yang sudah mulai merambah ke masyarakat awam meresahkan tokoh-tokoh ulama yang moderat. Termasuk media-media Wahabisme juga dimana-mana.

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.