Skip to main content

Ara Zahira Ramli

Sebagai orang yang baru menjadi orang tua, tidak hanya pakewoh karena bahagianya memiliki momongan pertama kali, namun juga sibuk membahas nama yang bagus yang tentu saja memberikan barokah fiddini wandunna hattal akhiroh khususnya bagi putri kami. Karena nama adalah simbol kebesaran diri, identitas yang sarat moralitas. Tentu saja kami sedikit mendalam membahas soal itu.

Maklum belum ada satu tahun menikah kami diberikan titipan tuhan seorang putri yang cantik dan sholehah kelak. Amien. Satu tahun kurang empat bulan alhamdulillah kami mendapatkan momongan. Itu memang harapan kami, supaya secepatnya diberi momongan. Dan sesuai dengan cita-cita kami dan pesan beberapa sanak famili agar memiliki banyak anak tanpa harus ditunda-tunda.

Alhmdulillah harapan itu terkabulkan. Rasa senang dan bahagia serta puji syukur kepada tuhan karena langsung diberi momongan. Sebab ada banyak pasutri yang sedikit kesulitan untuk mendapatkan momongan bahkan bertahun-tahun belum juga dikasih karena divonis mengindap penyakit maupun terjadi penyumbatan.


Di kelahiran  anak pertama ini dan setelah melalui proses, akhirnya kami mendapatkan nama dari putri kami yaitu Ara Zahira Ramli. Ara sendiri jika ditilik dari kosa kata bahasa arab berari "saya melihat". Tapi Ara juga merupakan nama kami  Ara (Agus Romli dan Rifqotul Ashdiqo)

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.