Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Ara Zahira Ramli

Sebagai orang yang baru menjadi orang tua, tidak hanya pakewoh karena bahagianya memiliki momongan pertama kali, namun juga sibuk membahas nama yang bagus yang tentu saja memberikan barokah fiddini wandunna hattal akhiroh khususnya bagi putri kami. Karena nama adalah simbol kebesaran diri, identitas yang sarat moralitas. Tentu saja kami sedikit mendalam membahas soal itu.

Maklum belum ada satu tahun menikah kami diberikan titipan tuhan seorang putri yang cantik dan sholehah kelak. Amien. Satu tahun kurang empat bulan alhamdulillah kami mendapatkan momongan. Itu memang harapan kami, supaya secepatnya diberi momongan. Dan sesuai dengan cita-cita kami dan pesan beberapa sanak famili agar memiliki banyak anak tanpa harus ditunda-tunda.
Alhmdulillah harapan itu terkabulkan. Rasa senang dan bahagia serta puji syukur kepada tuhan karena langsung diberi momongan. Sebab ada banyak pasutri yang sedikit kesulitan untuk mendapatkan momongan bahkan bertahun-tahun belum juga dikasih karena divonis m…

Alhadmulillah Selamat Datang Anakku

Hari ini saya merasa bahagia karena anak kami pertama lahir dalam keadaan sehat walafiat. Alhamdulillah tentu rasa syukur kepada sang kholiq Allah yang telah memberikan ruang gerak selama proses persalinan istri dengan lancar.

Proses ini tidak memakan waktu lama. Pun demikian juga dengan prediksi para bidan dan dokter yang semula diperkirakan awal bulan Desember 2012 ternyata lahir lebih awal 19 November 2012. Tanda-tanda mau melahirkanpun juga terjadi secara spontanitas.
Bermula Hari Ahad, selepas saya mengajar di Brasan, istri merasakan perut agak kram dan sengkil. Seperti itu bagi saya sudah biasa terjadi pada istriku yang dalam keadaan mengandung dan barangkali juga sering dirasakan oleh wanita hamil pada umumnya. Setelah Ashar kami ke Persen, lalu atas saran ibu, kami pergi ke tukang pijet yang dulu masih muda seorang bidan.

MMPP

Alhamdulillah pelaksanaan MMPP (majelis musyawarah pengasuh pesantren) di ke kediaman kami berjalan sesuai keinginan. Bahkan melebihi prediksi sebelumnya yang terkesan biasa-biasa saja. Barangkali acara ini menjadi lebih marak bukan karena letaknya di komplek kami, tapi memang kaitannya dengan pencalonan menjadi orang nomer satu Nu di Banyuwangi.

Pemilihan yang dilaksanakan awal tahun depan yang kurang beberapa bulan ini, telah menciptakan atmosfer para kiyai menjadi panas. Ada beberapa kader NU yang sudah menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan menjadi ketua NU Banyuwangi. Diantaranya yang sudah nampak adalah Ir. H Wahyudi, KH.Drs. Masykur Ali, KH Ali Makki dan beberapa orang yang bersedia tapi masih belum muncul di publik.
Sehingga pertemuan MMPP di sini barangkali dijadikan sebagai ajang untuk kampanye, baik para calon maupun pendukung masing-masing. Alhamdulillah dari para calon yang nampak itu kemarin pada datang semua. Suasana santai-santai saja, hanya ketika salahsatu calon da…

Ziarah

Sepuluh harian lebih kemarin saya dan keluarga berlibur. Berangkat hari Sabtu malam saya dan keluarga yang terdiri dari istri, mas dan adik pertama meluncur ke Madura untuk bertakziah atas meninggalnya pimpinan pesantren Al-amien Prenduan yai Idris yang wafat dua hari sebelumnya (kamis).

Yai Idris meninggal pada hari Kamis kemarin. informasi awal saya dapatkan dari alumni dari Banyuwangi. Berita yang mengagetkan saya. Satu tahun lalu saya silaturrahmi ke beliau yang waktu itu keadaannya sudah dipopong, komunikasinya juga sedikit sulit. Dalam keadaan gerah seperti itu tak banyak tamu yang bisa menemui beliau. Bahkan sehabis sholat berjamaah di Masjid, istri beliau selalu mengawasi dan mewanti-wanti kepada khodimnya supaya tidak menemui para tamu.
Ini karena kondisi beliau yang sudah sakit, sehingga kuatir jika menemui para tamu yang terus berdatangan akan mengganggu kesehatan beliau. Kecuali sholat berjamaah, dalam kondisi seperti itu beliau masih tetap istiqomah meski harus dipopong da…

Kediri

Belum ada seminggu, selepas resepsi pernikahan di di Brasan kemudian lusanya di rumah saya. Hari rabunya saya, istri diajak jalan-jalan ke Kediri dan sekitarnya. Ini sebenarnya acara untuk menghadiri akad nikah putri yai Anwar Iskandar. Karena kebetulan saya juga sebagai pengantin baru, tak ada salahnya kemarin saya diajak oleh ibu mertua jalan-jalan ke sanak famili di Kediri.

Dimulai dari keluarga ayah mertua tua saya yang dulunya juga berasal dari Kediri, lalu dilanjutkan ke keluarga besar Bani Mannan. Selama dua hari saya dan keluarga keliling Kediri untuk silaturrahmi. Ada banyak kenangan dan kenalan keluarga baru yang harus saya ketahui. Sebagai keluarga pendatang baru saya juga merasa kesulitan untuk menghafal keluarga di Kediri. Inilah akibat dari keluarga yang terlalu besar sehingga sering lupa mengenal satu sama lainnya.
Kemudian menuju ke kediaman yai Anwar Iskandar untuk mengikuti prosesi akad nikah putrid beliau yang dapat keluarga pesantren Lirboyo. Meski ini hanya acara ak…

Nikah

Bertemu lalu kejadian. Begitulah kira-kira yang terjadi satu tahun silam saat saya dipertemukan di calon istri saya waktu itu di kediamannya. Tak ada mendung tiba-tiba hujan. Belum ada niatan dan keinginan kuat ternyata memang benar jodoh ditangan Tuhan.

Semua itu bermula dari saudara yang berada di Sumatra sana menanyakan kabar ibu termasuk posisi saya waktu itu. Bukan karena posisi duduk menjadi anggota legislatif yang banyak korupsi, tidak. Saya waktu itu belum punya kedudukan, apalagi pacar. Entah bagaimana sambungan detailnya waktu itu, ibu saya begitu gayeng ngobrol ama saudara di Sumatra sana yang pada akhirnya jeluntrungnya menankan saya dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Perihal apa? Saya sudah bisa menebak. Ini soal masa depan. Soal kelanjutan reproduksi warisan dan keturunan. Ternyata benar saya ditanya soal nikah. Sebuah ungkapan yang dulu waktu masih mengenyam pendidikan di pesantren maupun bangku kuliah sangat ngeri. Saya selalu menghindar kalau ada salahsatu kerabat ma…