Skip to main content

Narsis

Dilihat dari kreativitasnya anak-anak sekarang cenderung lebih pandai dibanding dengan masa saya silam. Entah ini kebetulan atau tidak, hari Kamis dan Sabtu kemarin saya menyaksikan wisuda TK dan MI di Persen sontan sedikit melegakan saya. Ya paling tidak imej saya soal anak-anak sekarang yang mengalami penurunan moral maupun akhlaq sedikit terobati oleh kreativitas dan kecerdasan mereka.

Ada beberapa penampilan drama maupun paduan musik yang menggugah saya bahwa anak-anak kecil ternyata mampu diajak melakukan hal-hal yang melampui pikirannya. Atau mungkin saja beginilah anak-anak zaman sekarang yang lihai berkreativitas tapi pada sisi lain banyak melupakan budaya warisan agama yang juga merupakan sebuah adat dilingkungan pedesaan seperti bertata karma, ada sopan santun dll.





Namun apakah cukup menilai seseorang di usia masih dini? Tentu saja butuh proses yang panjang apakah anak tersebut akan berubah semakin baik atau sebaliknya semakin amburadul. Dalam beberapa kasus yang saya lihat sekarang nampak sebagian besar siswa tingkat menengah belum cakap berbahasa kromo inggil dengan baik. Belum lagi sikap dalam menghadapi seorang pendidik nyaris cara berinteraksi mereka seperti layaknya kawan.


tapi saya belum bisa menilai lebih jauh apakah anak-anak yang tergolong remaja sekarang nantinya berubah atau semakin bertambah? Sebab dalam kasus lain ada anak yang dulunya nakal tapi ketika sudah dewasa berubah menjadi anak baik bahkan menjadi panutan diusianya.

Pastinya kita hanya bisa berharap bahwa kreativitas anak-anak sekarang mudah-mudahan nantinya juga diikuti oleh akhlaq yang luhur. Kalau ini kelak terpadu, saya bisa pastikan anak zaman saya kalah telak kreativitasnya dengan anak-anak sekarang.

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.