Skip to main content

Data

Otak adalah tempat penyimpanan data manusia yang kerap dijadikan sebagai penghubung atas peristiwa masa lampau. Saya masing teringat seorang sahabat  yang mengalami gagar otak kesulitan untuk mengingat kembali kejadian dulu. Butuh bertahun-tahun untuk memapah kembali ingatan-ingatan yang sempat terekam dalam otaknya.

Kondisi tubuhnya nyaris tak sempurna, kaki, tangan seperti mengalami kesemutan atau seperti dalam keadaan mati setengah. Dalam rentang waktu yang lama dia tidak bisa berbicara kecuali tersenyum seperti agak sedikit gila. Data-data ternyata hilang dalam memori otaknya, dibutuhkan terapi untuk memulihkan dan mendatangkan ingatan-ingatan lama.


Kejadian serupa tentang data mengingat kembali peristiwa masa lampau kadang juga terjadi dalam roman percintaan. Ada peristiwa istimewa yang mungkin tak dapat dilupakan dan dihapus dalam memori otak seseorang sepanjang hayat. Namun kadang peristiwa yang sulit terhapus itu menjadikan kejadian saat ini menjadi hambar. Mungkin saja ada benarnya bahwa masa lalu adalah kenangan, masa akan datang adalah harapan.

Berharapa kebaikan bukan berharap pada kenangan. Dan saatnya saya berusaha untuk melupakan harapan-harapan pada kenangan itu. Data yang ada dalam hardisk saya bersih dari kenangan-kenangan. Iya barangkali ini kecerobohan saya dalam menginstal. Selamat tinggal dataku

Comments

  1. Sayangnya, otak kita tak seperti harddisk.... :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.