Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2010

Menyusutnya Pesantren

Berubahnya paradigma berpikir masyarakat abad sekarang mengisolasi tradisi agama (baca; pesantren) semakin memudar. Akhirnya proses pendidikan yang banyak diminati oleh kaum menengah ke bawah saat ini tinggal segelintir orang. Banyak pemuda sekarang cenderung lebih memilih pada usaha berbasis skil yang diklaim memberikan pencerahan hidup lebih terjamin. Lalu adakah yang salah dengan dunia pesantren?

Minggu lalu saya sempat kedatangan kawan lama yang saat ini menjadi koresponden rcti Banyuwangi, Sholikodin yang pernah melakukan penelitian tentang degradasinya dunia pesantren (salaf). Dalam penelitian yang ia peroleh dapat disimpulkan bahwa memudarnya dunia pesantren saat ini salah satunya dipengaruhi oleh persaingan arus pendidikan formal luar yang barangkali jauh lebih menjanjikan.Berapa banyak pendidikan formal sekarang menawarkan beragam janji dan pekerjaan menggiurkan. Belum lagi progam pemerintah lewat sekolah gratis.

Musim Putus

Baru-baru ini Banyuwangi menjadi kabupaten di Jawa Timur yang menduduki rangking satu tingkat perceraian. Setidaknya di desa saya saja ada 18 perceraian dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Perkembangan ala budaya dan produk Barat maupun metropolis? tersebut telah menjelma dalam ruang lingkup pedesaan semakin ngetren. Angka perceraian ini mengubah segalanya soal budaya desa yang dulu konon menggap perceraian adalah hal aib.
Tentu saja ada banyak hal yang melatar belakangi tingkat perceraian ini semakin menjadi-jadi. Pertama, ekonomi. Faktor ekonomi menjadi dominan diantara  lainnya. Ekonomi adalah ruh dalam kehidupan yang akan menuntun sebuah keluarga akan bahagia atau sebaliknya. Walaupun dalam ranah agama, ekonomi bukanlah hal ekstrim, selain memang maisyah dalam keluarga merupakan janji Tuhan.