Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2010

Konflik Lebanon

Salah satu persoalan mendasar pasca perang Israel dan Lebanon tahun 2006 adalah mampukah perdamaian itu akan berjalan efektif atau malah justru semakin menjadi keprihatinan lebih dahsyat. Tak satu pun dari aktor yang terlibat dalam perundingan  waktu itu– Israel, Lebanon (Hesbollah), Suriah dan Iran respek dengan kondisi perdamaian selanjutnya. Sehingga akar krisis politik yang belum menemukan titik temu itu rawan akan konflik kembali.

Empat tahun lebih perdamaian Israel dan Lebanon sepertinya hanya menjadi paradok. Awal bulan lalu (3/08) konflik itu kembali membara di bagian selatan Lebanon antara angkatan pertahanan Israel dengan angkatan bersenjata Lebanon di dekat desa Adaisseh. Sedikitnya tiga tentara Lebanon dan satu warga sipil tewas serta lima tentara terluka. Laporan lainnnya menyebutkan satu tentara Israel tewas dan dua lainnya terluka.

Azazil

Tahun lalu Yousef Ziedan telah diciptakan kembali dirinya sebagai intelektual publik. Meskipun prestasi ini-dia belum sepatutnya dihargai-karena ide dari pemikirannya sebagian besar masih disalahpahami. Pun dengan upayanya untuk mendefinisikan kembali soal agama sejauh ini belum berhasil. Yang lebih buruk lagi, sebagian masyarakat menganggap Ziedan sebagai polemicist muslim yang bertujuan mendiskreditkan agama.

Ziedan telah menjadi penulis produktif dan editor sejak akhir 1980-an. Selama dua dekade terakhir nama dia tetap tidak diketahui banyak kalangan kecuali di lingkaran dunia intelektual. Pada bulan Maret 2009, ia memenangkan Arabic Booker Prize untuk novel sejarahnya "Azazil". Novel ini mendapatkan respon dan pujian secara cepat di media-media mainstream Arab serta pandangan positif dari beberapa kritikus sastra.

Tapi apa yang mendorong ketenaran Ziedan dan menempatkannya di tengah-tengah kontroversi sastra novelnya Azazil yang satu sisi–dianggap-kurang berkualitas?. Azaz…

Berduka

Ketika kita berbicara tentang orang-orang yang masih hidup, kita cenderung sering mengkritik.Sangat sulit rasanya untuk menulis/menceritakan tentang kisah seseorang –kebaikannya kecuali saat mereka telah tiada. Ini adalah paradok hidupan manusia abad sekarang. Sejelek apapun saat mereka masih hidup akan menjadi sebuah cerita yang berbeda ketika telah tiada. Saya gak tahu bagaimana kisah seorang bernama George Bush –mantan presiden Amerika itu tatkala mati nanti. Akankah sejuta dosa saat membantai Irak, Afganistan terlupakan begitu saja.
Awal Agustus kemarin Masisir berduka atas meninggalnya Dr. Musthafa Habibie. MA salah satu pengajar SIC. Saya terakhir ketemu tengah bulan lalu saat beliau bersama anak-anaknya yang masih kecil sholat Jum'at di masjid samping metro Damerdasy. Tak banyak yang diucapkan Pak Habibie waktu itu karena memang khotbah Jum'at telah dimulai. Sebelumnya bersama George Rizal saya sempat ketemu di malam hari dan berbincang-bincang berbagai hal.