Skip to main content

Bus Merah



Mulai hari kamis kemarin bus-bus disini berganti warna dari hijau ke merah. Apakah ini juga manandakan bus-bus tersebut baru dan semangkat saya menuju Husain sana akan baru pula, atau karena gara-gara Ahlawi (ahli) juara liga lalu berganti merah? Seorang kawan bilang hanya berganti warna saja dan sebagianya pula ada yang baru. Saya sudah dua kali melihat bus berwana merah lalu lalang di kawasan Damerdasy sini. Rata-rata masih mulus, kursi-kursinya juga masih terbungkus plastik


Menurut surat kabar Al-Ahram, setidaknya pemerintahan sini telah menggelontarkan sebanyak seribu lebih angkutan bus baru dalam memenuhi kebutuhan warga yang kian ekstrim naik angkutan umum. Anda yang sudah merasakan disini tentu tahu bagaimana polah tingkah warga dalam menyerobot angkutan. Tak memandang apapun (penuh, antri, dll), yang penting bisa naik dan sampai tujuan yang memaksa bus-bus kuno itu menjadi kritis





Saya gak tahu apakah bus-bus tua renta dengan segudang amunisi manusia penyebab yang mempengarui pola pikir kawan-kawan sini untuk lebih giat bejalar formal di Husain area. Atau karena ada latar belakang lain seperti faktor keturunan dari sejarah atau kaslan. Yang pasti berbicara masalah bus disini tak bisa diukur dengan matematika. Gak bisa prediksikan. Ada banyak permasalah yang sulit terpecahkan. Anda kemarin naik bus biru, keesokan harinya bisa saja anda akan naik bus lawas warna putih atau malah jalan kaki dari kampung sepuluh karena gak dapat angkutan

Pada kasus lain, seukuran ibu kota, apakah layak sebuah angkutan umum sudah tua dengan mesin terbuka melintasi jalan utama dengan segudang manusia yang berwarna-warni rasa (apalagi sebentar lagi musim panas, bau akan bertebaran dimana-mana). Meski kadang saya juga heran, kemana-kemana harga ongkos naik bus hanya segitu-gitu saja. Gak jauh dekat harga tetap paling banter 2 pound

Dan saya rasa problem ini sudah lama terhembus oleh penguasa. Bahkan bisa dibilang progam krusial yang belum tersentuh atau memang karena mengalami kegagalan. Gagal dalam membina rambu-rambu lalu lintas ketertiban kendaraan


Ini mengapa saya kira banyak di sini mobil dengan latar belakang berbeda rata-rata pada tesok alias tergores. Termasuk rambu-rambu lalu lintas yang tak berfungsi dengan baik. Yang ada hanya peristiwa penyerobotan lalu diakhiri pertengkaran (adu mulut) kemudian diakhiri dengan ucapan Malesy atau Maassalamah

Oleh karena itu gebrakan menambah bus yang diresmikan oleh menteri Moh Nadhief hari Kamis kemarin sangat bagus. Tidak hanya dalam skala regional tapi internasional. Karena akan mengurangi jumlah penumpang berlebihan. Mempercepat laju bus yang kadang untuk mendapatkannya diperlukan waktu berjam-jam dan memotifasi orang-orang untuk pergi ke Husai Area sana

Sayang berubahnya warna ke merah ini katanya banyak mendapatkan kritikan, terutama dari para pendukung ultras Zamalek selaku musuk bebuyutannya Ahly. Karena ada indikasi pemerintahan sini mendukung klub Ahlawi yang berseragam merah di saat mereka sedang merayakan juara liga Mesir tahun ini

Comments

  1. berarti anda sekarang sudah bisa rajin kuliah :D

    ReplyDelete
  2. Admin7:31 AM

    sayang kuliahnya dah libur hehe

    ReplyDelete
  3. berarti anda sekarang sudah bisa rajin kuliah
    +1

    ReplyDelete
  4. Bus Merah; warna baru, body baru, semangat baru. Semua serba baru termasuk ongkosnya :grin:

    ReplyDelete
  5. Nice blog, congratulation, so keep at it.
    Thank you!

    David.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.