Skip to main content

Tragedi Pernikahan

Bagai tertimpa atap rumah, kabar itu begitu mengglinjangkan saya. Betapa bahagianya dia sekarang. Sebuah pesta meriah barangkali telah membingkai mereka berdua menuju kehidupan baru. Iya kabar itu telah  sampai ke telinga saya

Tak tahu banyak kawan-kawan sini soal perkawinan dia. Bagaimana akan tahu, yang mau nikah saja juga baru tahu. "Kalau ketahuan duluan, pasti gak mau pulang ke Indo!"  Kata kawan si Prenggedek itu. "Lo kok bisa. Emang ceritanya gimana sih?" Tanya saya yang keblabasan keheranan

"Kalau diceritain panjang. Timpal si Penggredek. "Yang pasti aku dapat info dari orang tuaku. Waktu nelp itu aku diberitahu ortu, kalau si dia undangannya sudah disebar . Padahal bulan lalu dia masih disini dan sedang mempersiapkan perpulangan sepanjang masa dari medan pertempuran dengan Al-Azhar. Biar gak menolak, lalu sebelum sampai di Indo, undangan pernikahannya disebarkan"



[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="pernihakan luke 2007 silam "][/caption]

Wah seru juga cerita dia. Seperti zaman teompo doelu saja antara Datok Maringgi dan Siti Nurbaya. Padahal sekaran sudah zamannya Sumanto, untuk mendapatkan seseorang siapa saja bisa disikat dalam rentang relatif singkat. Coba Tanya saja sama keluarga besar DH

Memang tiga tahun lalu setelah kembali dari Indonesia, dia pernah pamer cerita ke saya soal misi cadangan selain rasa kangen yaitu mau tunangan. Fotonya juga diberitahukan pada saya lewat hp. Minta pertimbangan, cantik gak. Tapi menurut saya rupanya seperti kearab-araban gitu (kalau gak malah seperti Aton adik si Mandra itu). Gak tahu kalau masih ada keturunan arab. Dia cuman memberi tahu kalau dia anaknya pengusaha kaya raya di daerahnya

Karena relatif masih muda dan berlagak kayak kanak-kanak dia belum berani memastikan waktu pernikahannya. Cuman biar gak lepas oleh orang lain, dia sudah membentengi sejak dini

Dan bulan ini dia pulang. Kepulangannya dia ternyata sudah disambut oleh acara walimatul Urusy. Dia sendiri juga belum tahu kalau mau diajak menuju kepelaminan secara serius.  Bubur sudah menjadi nasi lagi. Akhirnya takdirlah yang berbicara. Bulan ini dia harus mengakhiri masa kunang-kunang bersama hawa nafsu dan pelampiasan buruk dengan dunia maya

Selamatlah…! Rozi

Comments

  1. rozi tajammu' itu mas???apa kuat dia kawin??hahahaha

    ReplyDelete
  2. iya nu. denger2 dia pake alat kontrasepsi nu biar kuat hahahah

    ReplyDelete
  3. samble8:20 AM

    rujakan yuk

    ReplyDelete
  4. huhuhu.... itukan kisah cerita cinta mas Luke,,,
    hmm... ntar kisah cinta agus gimana yaa... :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.