Skip to main content

Inter dan Kekel

Jika saja Inter Milan menang saat melawan AS Roma tadi malam, kegembiraan saya barangkali semakin bertambah. Bukan karena malam ini di sini sedang melakukan hidangan bersama kekel, tapi jarak Inter dengan musuh-musuh bebuyutannya juga semakin terpangkas jauh, dan kesempatan  menuju tangga juara tentunya juga akan semakin berada di depan mata. Sayang Inter harus puas dibabat AS Roma

Sebenarnya Inter punya kesempatan banyak menjebol gawang Roma. Namun beberapa peluang mereka disia-siakan begitu saja. Eksekusi striker semacam Eto'o dan Milito yang punya kapabelitas diakusi dunia itu malam tadi kurang mantap. Sementara Roma yang bermain dengan performa  tinggi sangat ciamik memainkan bola indah. Penguasaan bola Inter malam tadi kalah drastis dengan Roma. Barangkali Jose Mourinho sedang dilanda kegelisahan dalam meracik skuatnya. Karena minggu ini mereka akan bermain di champion

Walau begitu, saya masih puas dengan masakan saudara Falah dan Wawan Al-Jufri. Puas dalam arti yang sebenar-benarnya dan dalam tempo yang se-singkat-singkatnaya. Masakan Kekel limited edition itu dalam rentang relatif singkat langsung lenyap. Entah dari mana mereka berdua berguru koki, kok sebegitu enaknya. Sampai kawan saya si Burhan habis makan langsung menuju kamar mandi



[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="koki andal falah dan wawan"][/caption]

Kata kawan akan ada balapan menuju kamar mandi besok pagi. Sontak saja saya yang punya tradisi langganan sakit perut langsung menghentikan sambal maut pedas itu. Padahal jika gak pedas sambal itu sangat enak karena bumbu-bumbunya ala Indonesia bawaan Rizal Malarangeng

[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="inilah sambal maut itu"][/caption]

But masakan kekel saudara Wawan dan Falah bikin orang kehilangan kesadaran. Banyak kawan-kawan rumah termasuk saya tidak hanya makan sumsumnya yang lezat plus katanya meningkatkan daya stamina laki-laki, namun tulang belulang "terpaksa" juga harus disantap meski akhirnya menyerah dilepaskan lagi karena gak kuat

[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="kekhusukan nyantap kekel"][/caption]

Beginilah jika masakannya enak, bikin orang ingin meniru Sumanto semua. Makanya ada baiknya  kalau masak yang biasa saja biar gak bikin orang pada buncit semua. Tapi gak tahu kalau memang dalam keadaan kelaparan. Teritanya mungkin beda, gak dibumbuin juga dihabisin ya

Comments

  1. kamar sebelah...1:08 PM

    ahhaha padhal kokinya yg nulis laporan ini. satu lg, bsk pgnya yg mkn kikil pd jinabat smua kwakwkkakwkka... memang mematikan ramuan kikil ms agus ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.