Skip to main content

Valentine dan Bakso

Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan "Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan". Canda manusia langka yang perutnya semakin membuncit itu


"Lha iya, sekarang khan hari valentine, mari kita rayakan dengan makan bakso. Biarlah mereka tega makan kekasihnya (emang sumanto), kalau kita makan bakso aja". Cloteh kawan lain yang sejak lahir hingga kini ngaku belum dikaruniai pacar. Sambil keheranan saya lalu bertanya"Emang valentine identik dengan gituan Neng?" Sapaan akrab si Boneng. Sambil berlalu si Boneng menjawab dengan ringan "Ya iya lah, soalnya saya sudah pengalaman (nabrak khimar)" Walah si Boneng ternyata sudah pengalaman too





[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="wawan dan burhan"]wawan dan burhan[/caption]

Memang secara kebetulan atau tidak, sejak awal bulan Februari kemarin hingga pertengahan ini, rumah sini 3 kali –barangkali lebih bikin bakso. Dan nampaknya bukan bulan ini saja. Tahun lalu di bulan Februari jua, bakso menjadi menu andalan di hari valentine.  Saya kurang begitu tahu maksud dari kawan-kawan itu, apa memang kebetulan, atau ngerayain valentine. Tentunya setiap orang punya kecenderungan lain yang disalah artikan. Seperti valentine identik dengan bakso, atau valentine identik  dengan bunuh diri hari istemewa untuk melangsungkan perkawinan. Padahal menurut kamus I Ketut Gede Manuke, valentine itu hari kasih sayang. kasih sayang terhadap apapun dan siapapun..!


Entah apa karena kasih sayang ini, bikin Boneng ketagihan dengan bakso. Lalu apa yang dikasih dan di sayang terhadap bakso? Bakso sendiri jauh-jauh hari sudah berpesan pada manusia "Makanlah daku yang banyak kau akan kenyang dan buncit"


Oleh karenanya bakso tidak bisa dijadikan standar ukuran kasih sayang. Bakso hanya sebagai alat menuju kekeyangan. Bakso itu perantara manusia menuju kebuncitan. Atau gara-gara ingin buncit si Boneng lalu kasih sayang pada bakso berlebihan


*****


Di rumah kami ada dua mahluq hidup spesialis bakso. Pertama si Syukur atau Syakir atau Ki Mantap atau si Boneng, manusia berambut kribo alias kriting asal Bogor ini sudah satu periode berdomisili di sini. Tak sia-sia mendapatkan teman satu rumah seperti dia, selain sosialisasinya tinggi, dia juga koki andal. Kedua, si Wawan atau si Al-Jufri atau si Habib, manusia diam seribu emas tapi menghanyutkan ini kalau dilihat dari segi masak biasa-biasa saja. Cuman kerajinannya dan istiqomahnya mengalahkan manusia zaman purba


Dua orang ini yang mengkombinasikan dan mensosialisasikan menu-menu harian. Karena bagaimanapun makanan adalah hal pokok. Bukan saja pokok terhadap kelangsungan hidup  manusia, namun juga pada kelanggengan antar rumah


Karena banyak kejadian di alam nyata bagaimana hubungan antar teman satu rumah kurang harmonis gara-gara perkara sepele semacam masak/makan. "Ini sepele, tapi jangan diremehkan. Bisa hancur sebuah keluarga" Sahut kawan suatu saat ketika membantu masak-masak


Kawan lain juga pernah bilang "belajar sosialisme tak perlu muluk-muluk dulu. Cukup belajar dari diri kita dulu, dari yang dekat seperti memasak, bersih-bersih untuk kepentingan manusia lain"


Dan sepertinya bakso kemarin malam itu rasanya lebih nikmat dari bakso sebelumnya atau bakso awal bulan kemarin. Kalau sudah makan bakso kemarin, mengingatkan teman lama spesialis bakso saudara Bombom yang sangat ahli mengolah dan meramu bakso menjadi makanan


Saya banyak balajar darinya. Belajar bagaimana bikin ramuan makanan yang enak untuk kawan-kawan rumah. Bagaimana mengolah menu menjadi spesialis (bukan spesialis one milik Jose Mourinho)


Saya menyadari hidup tak melulu identik dengan buku, intelektualitas tanpa batas. Namun masak menurut saya juga merupakan bagian dari belajar menuju ke situ. Bejalar bagaimana bersosialisasi antar sesama. Selamat hari bakso valentine

Comments

  1. Pelangi Anak4:00 AM

    VALENTINE DAY'S MEMANG HARI KASIH SAYANG. TAPI KASIH SAYANG TAK HARUS DITUNJUKKAN PADA TANGGAL 14 FEBRUARI SAJA, TAPI SETIAP HARI, SEPERTI ISTRI YANG MEMASAKKAN SUAMI MISALNYA. SETIAP HARI KHAN...
    NYAMBUNG KHAN MAS, HARI VALENTINE DENGAN MENU MASAKAN.

    ReplyDelete
  2. wah pic nya dede-dede antum emang keren hahaha :D
    blognya background baru neh, mari selametan alias tasyakkuran biar tambah banyak penggemarnya hehehe :) emang valentine aja yang harus dirayakan, coba blognya juga rayakan ustak hehehe :)

    ReplyDelete
  3. mantaf,,gak undang2 nih

    ReplyDelete
  4. palentin... sebenarnya orang mana yaaa

    ReplyDelete
  5. @pelangi anak: sy setuju mbak,kasih sayang itu sepanjang hari
    @josep; milik kita semua pak :D

    ReplyDelete
  6. ora undang undang iki...!

    ReplyDelete
  7. dua telur dua pentol bakso, what is this? :))

    ReplyDelete
  8. enaknya pacaran

    ReplyDelete
  9. tadi malam si wawan bikin bakso lagi, masya allah.. enak

    ReplyDelete
  10. santafe5:09 PM

    bagi2 donk

    ReplyDelete
  11. enggak bagi-bagi sich,jadi ngiler nich........bakso oh bakso....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.