Skip to main content

Abddillah As'ad


Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. "Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup". Suara merdu senior saya Cak As'ad pagi itu yang kelihatannya sangat antusias


"Tapi jangan lupa, uang pangkal sebesar 60 pound" Lanjutnya. Antara sadar dan tidak, saya belum berani membuat keputusan. Apakah saya jadi berangkat ke Idarah Wafidien mendaftar hari itu juga atau tidak, sulit rasanya menjawab. Hanya angan-angan belaka: kesempatan emas, tempat berserajah dan sangat ekonomis karena diselenggarakan khusus untuk orang asing/mahasiwa. Di samping itu saya masih keletihan, kondisi tubuh saya kurang fit karena baru pulang dari tanah suci





[caption id="" align="aligncenter" width="221" caption="cak as'ad"][/caption]

Luxor menurut mereka adalah inti dari sejarah sini selain tempat-tempat bersejarah lain seperti Pyramid. Seorang lulusan sini suatu saat pernah membisiki "Sebelum meninggalkan Mesir sempatkanlah ke Luxor". Kawan lain bilang "Rugi jika belum pernah kesana"


Dibandingkan menggunakan jasa pariwisata (travel), Idarah Wafidien relatif sangat murah. Karena fasilitas nyaris banyak yang gratis. Karena peserta terbatas , maka  pendaftarannya pun menjadi berebutan. Siapa cepat akan dapat, siapa yang terlambat akan kiamat. Saya salah satu orang yang barangkali menyia-nyiakan kesempatan itu atau kalau tidak dikatakan belum beruntung


Cak As'ad kali ini beruntung. Ditemani istri dan seorang bodyguardnya Bisri, pekan ini beliau akan bertolak ke sana. Selama satu minggu Cak As'ad akan menikmati indahnya pemandangan Aswan, Abu Simbel dll. Dan barangkali pula ini sebagai kado perpisahan beliau  disini yang akhir Februari nanti akan take off ke Indonesia untuk selama-lamanya


Tasyakuran dan Perpisahan


Bertempat di rumahnya Hamid Bin Komat-Kamid menjelang kepulanganya ke Indonesia awal Februari lalu,  Cak As'ad berkeinginan mengumpulkan kawan-kawan dari Jember dan Banyuwangi. Tidak hanya sekedar pragmatisme berkumpul –memperingati perpisahan beliau saja-  tapi semacam membentuk komunitas antar kawan-kawan Banyuwangi dan Jember dalam jangka panjang. Itulah cita-cita Cak As'ad


Tentunya ini berkaitan dengan sepak terjang kawan-kawan  Jember dan Banyuwangi selama ini yaitu kendati masih dalam satu daerah, kenyataannya banyak kawan-kawan Banyuwangi maupun Jember menyebar dan ikut organisasi kemana-mana. Cak As'ad sendiri walaupun orang Jawa Timur, beliau ikut kekeluargaan Jawa Tengah (KSW). Saya pun juga keluar arus, jadi ikutan arus ke Fosgama. Dan masih banyak lagi kawan-kawan Banyuwangi dan mungkin juga kawan-kawan Jember berada dimana-mana, walaupun nanti juga gak akan kemana-mana (pulang ke daerah-masing-masing)


Cita-cita itu akhirnya terwujud tadi malam (ahad/02/10) bertempat di kediaman beliau Tub Romli. Bersama kawan-kawan Banyuwangi, Jember dan beberapa relasi lain yang dibungkus dalam wadah acara "Slametan dan Perpisahan" menghasilkan rekomendasi penyatuan ini dengan mengangkat saudara Rahmad dari Jember sebagai ketuanya


Ini prestise luar biasa buat seorang bernama As'ad. Sebab beliaulah yang pertama kali menyatukan kawan-kawan banyuwangi menjadi semacam komunitas yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain. Dan saat ini, di saat orang-orang pada tidur nyenyak bersama selimut tebalnya, beliau berani membangunkan orang-orang Jember melebur bersama kami


Bos jasa pengiriman barang ke Indonesia (al-kiram) ini memang bukan manusia biasa dan bukan pula sosok seperti Gus Dur yang identik nyeleneh. Namun sosok manusia organisatoris dan pebisnis ulung. Ditilik dari curriculum vitae beliau pernah menjadi ketua mahasiswa Jawa Tengah. Lalu mencoba merambah ke politik dengan menjadi ketua PKB cabang istimewa Mesir (walaupun gagal duduk menjadi dewan legislative tingkat dunia :D). Sekarang lebih dahsyat sebagai presiden direktur Al-Kiram Kargo, satu-satu jasa pengiriman barang terpecaya saat ini di sini

Comments

  1. abdussukur10:36 AM

    santai aja mah,,gw masih lama di sini. but tulisannya sprti mie ayam kecil2 :kacau: :cd: :bigo:

    ReplyDelete
  2. hai jangan stress ker,,,! :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.