Skip to main content

20+

WWAAN2VUFHGQ Sewaktu nemenin jih Kholid beli netbook di Roxi tadi malam,  pasti bisa ditebak arah obrolannya  tidak jauh dari masalah kaum hawa. Sistem menggatuk-gatukkan antara adam dan hawa menjadi menu andalan bagi manusia kepala 20+. Manusia seukuran gitu memang sudah layak ngoborol dewasa dalam usaha mendapatkan titel sunnah nabi daripada melakukan pekerjaan menghayal yang tak jelas jeluntrungnya

Ada hal menarik saya temuai beberapa hari kemarin, menjelang melepas  kepergian saudara Encien ke liang lahat/kelahirannya Indonesia, bahwa kebiasaan memang sulit untuk dihilangkan. Ini persis dengan apa yang digaungkan oleh pepatah arab yaitu al-adatu muhakkamatun. Namun ungkapan Mumu waktu itu bukanlah kebiasaan yang semestinya dilakukan secara berkelanjutan, seperti kebiasaan melakukan sholat lima waktu atau makan, akan tetapi sesuatu hal aib dan rahasia milik pribadi

Tapi bagi saya itulah realita, siklus umur yang semakin menua dan tak kunjung menemukan titik temu. "Manusia seusia kita memang sudah saatnya" Begitu tulis saudara kawan saya yang saat ini sedang bekerja di Abu Dhabi. Barangkali maksud kawan miliader di Abu Dhabi itu banyak arti baik "sudah saatnya" untuk berpikir masalah kaum hawa, bisa pula" sudah saatnya" untuk menuju kepelaminan atau bisa jadi juga "sudah saatnya" untuk hidup mandiri, tidak menggantungkan kepada orang tua



[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="encien dan azhar pada slametannya encien (selasa/23/2010)"][/caption]

Yang pasti obrolan sore itu lewat yahoomessenger sepertinya memang menitik beratkan pada "sudah saatnya" menuju ke pelaminan. Hal ini tidak terlepas dari arah pembicaraan waktu itu lebih cenderung bersifat individualisme. Semacam curhatan calon manusia miliader yang sudah gatal akan kenikmatan hidup batiniah yang dibungkus dalam sunnah nabi

Cuman kendala tebal yang saat ini menyelimuti manusia se-usia mereka salah satunya adalah idialisme. Arogansi idialisme akan menjadi semacam gumpalan es di kutub utara yang sulit meleleh. Mengutip suara kawan Abu Dhabi bahwa meski sudah gatal dan ingin sesegara mungkin berumah tangga, namun keinginan selangit menjadi kendala dia yang sulit terpecahkan. Seperti harus punya kendaraan sendiri, mampu membiayai orang tua dan sudah bisa hidup layaknya manusia mapan atau middle class cityzen

Idealisme inilah menurut saya memperlambat proses berumah tangga sesegara mungkin. Seperti kasus kawan saya lainnya yang bertanya sambil keheranan "Kamu hidup darimana?. Hebat sekali kamu bisa membiayai hidup bersama keluarga dan anak"

Secara tidak langsung sebenarnya dia gak sadar kalau dia hafal qur'an dan rizqi merupakan kuasa Tuhan yang sudah dijanjikan olehNya sejak zaman bahenol bagi manusia pemproduksi anak. Hambatan oleh idealisme diikuti rasa gatal luar biasa tentu saja akan membawa perubahan pada manusia yang oleh dewa di sebut sebagai puber ke dua dengan lahirnya apa yang dinamakan sebagai proses penghayalan

[caption id="" align="aligncenter" width="314" caption="dengarkan renungan"][/caption]

Penghayalan akan berlanjut pada pengamalan, lalu menjadi pengalaman. Ini pasti tidak bisa dipungkiri lagi. Ibaratnya tidak ada rotan, bantalpun jadi. Maksudnya puber ke dua yang diikuti oleh penghayalan dan berlanjut pengalaman lalu menjadi mengalaman akan membawa dampak pada mental kejiwaan manusia menuju arah demokrasi


"Ini solusi" Kata manusia bu'ust yang sering show dengan HK ini. Solusi tapi halal tanpa mengganggu kaidah agama, karena cuman permainan lewat dunia maya dan hanya sendau gurau. "Dari pada melakukan hubungan badan di luar nikah seperti Sheila Marcia, mendingan chatingan ama dedek-dedek. Atau nyari gebetan baru di YM dan FB. Cara kayak gini  sudah cukup demokratis Hehe" Lanjut Novic dengan suara merdu seperti burung kakak tua

Nah kepulangan saudara Encien hari Kamis lalu saya kira menjadi solusi tepat bagi dia untuk merapatkan barisan menuju kepelaminan. Berumah tangga tidak musti harus mem-phk-an status sekolah, pekerjaan. Sebab di saat alam sudah tak bersahabat dengan adanya hujan saat mengiri kepergiaan Encien. Dunia telah memberi warning kalau sudah saatnya dia beristirahat dari ujian term 1 dan term 2 Al-Azhar. Lho kok?

Comments

  1. Anonymous5:19 AM

    seepp...there is not undangan,,! it is no problem,,,

    ReplyDelete
  2. hahahahahha........20+,,,,kita akan nikah massal entar di masjid Al-Amien.....hahahahhaha

    ReplyDelete
  3. zayyak ya akhie....!

    ReplyDelete
  4. waktu saya beli netbook kok ngak diliput ya mas? :D

    ReplyDelete
  5. hahah,,khan udah diliput di FB haha

    ReplyDelete
  6. @ibnu; silahkan konsultasikan ama pak masykur abdillah, beliau sanggup jadi panitia acara kawin massal haaha

    ReplyDelete
  7. pentrong10:43 PM

    Wakakak, Gus kamu sudah saatnya melepas status perjaka he2..., salam dari Jatiwaringin

    ReplyDelete
  8. encien...dah keremu pak bombom khan,,,salam untuk beliau...yg di indo ya segera cien haha

    ReplyDelete
  9. HAH............!!!!
    “Dari pada melakukan hubungan badan di luar nikah seperti Sheila Marcia, mendingan chatingan ama dedek-dedek. Atau nyari gebetan baru di YM dan FB. Cara kayak gini sudah cukup demokratis Hehe” hemmmm.....????

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.