Saturday, February 27, 2010

20+

WWAAN2VUFHGQ Sewaktu nemenin jih Kholid beli netbook di Roxi tadi malam,  pasti bisa ditebak arah obrolannya  tidak jauh dari masalah kaum hawa. Sistem menggatuk-gatukkan antara adam dan hawa menjadi menu andalan bagi manusia kepala 20+. Manusia seukuran gitu memang sudah layak ngoborol dewasa dalam usaha mendapatkan titel sunnah nabi daripada melakukan pekerjaan menghayal yang tak jelas jeluntrungnya

Ada hal menarik saya temuai beberapa hari kemarin, menjelang melepas  kepergian saudara Encien ke liang lahat/kelahirannya Indonesia, bahwa kebiasaan memang sulit untuk dihilangkan. Ini persis dengan apa yang digaungkan oleh pepatah arab yaitu al-adatu muhakkamatun. Namun ungkapan Mumu waktu itu bukanlah kebiasaan yang semestinya dilakukan secara berkelanjutan, seperti kebiasaan melakukan sholat lima waktu atau makan, akan tetapi sesuatu hal aib dan rahasia milik pribadi

Tapi bagi saya itulah realita, siklus umur yang semakin menua dan tak kunjung menemukan titik temu. "Manusia seusia kita memang sudah saatnya" Begitu tulis saudara kawan saya yang saat ini sedang bekerja di Abu Dhabi. Barangkali maksud kawan miliader di Abu Dhabi itu banyak arti baik "sudah saatnya" untuk berpikir masalah kaum hawa, bisa pula" sudah saatnya" untuk menuju kepelaminan atau bisa jadi juga "sudah saatnya" untuk hidup mandiri, tidak menggantungkan kepada orang tua

Monday, February 22, 2010

Syari' Muiz

Ajakan seorang teman pagi itu membangunkan saya dari alam bawah sadar menuju alam sadar. Lewat perantara kiriman sms, bung Kadar mengajak saya mengunjungi tempat keramat yang 13 februari lalu diresmikan Susan Mubarak istri Presiden Mesir Husni Mubarak. Saya rasa waktu itu saya sudah terlambat, karena informasinya mendadak, saya balas sms itu ala kadarnnya ( bukan kebetulan namanya kadarisman sehingg balasnya ala kadarnya) "Saya tak ikut dalam mimpi aja" Balasan sms saya

"Oh kami juga masih di markas Qatamiyah, belum berangkat. Kita ketemuan di masjid Al-Azhar saja" Jawab sms kawan yang akbar di sapa Kadarista Sanjev itu. Karena Qatamiyah adalah daerah desa yanag jauh di mato, harapan saya mengejar waktu yang semakin mepet –sholat jum'at dari kota Damerdas masih dapat dicapai. Saya tahu ini bukan acara dia murni, kalau gak malah desakan dari saya, tapi gawe saudara Yasin Shadiqin yang bentar lagi bakalan meninggalkan desa Qatamiyah menuju Indonesia

Tuesday, February 16, 2010

Valentine dan Bakso

Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan "Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan". Canda manusia langka yang perutnya semakin membuncit itu


"Lha iya, sekarang khan hari valentine, mari kita rayakan dengan makan bakso. Biarlah mereka tega makan kekasihnya (emang sumanto), kalau kita makan bakso aja". Cloteh kawan lain yang sejak lahir hingga kini ngaku belum dikaruniai pacar. Sambil keheranan saya lalu bertanya"Emang valentine identik dengan gituan Neng?" Sapaan akrab si Boneng. Sambil berlalu si Boneng menjawab dengan ringan "Ya iya lah, soalnya saya sudah pengalaman (nabrak khimar)" Walah si Boneng ternyata sudah pengalaman too


Monday, February 15, 2010

Selaput Dara

Ulama Mesir pencak-pencak menuntut penghentian "rencana" impor selaput dara dari Cina karena dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Selaput dara ini menurut informasi dapat menyembunyikan keperawanan seseorang dalam berhubungan badan sebelum menikah. Sebagaimana dalam tradisi Islam, bahwa seseorang dianggap masih perawan jika mengeluarkan darah pada malam pertama berhubungan suami-istri. Walau sebagian ahli medis menyangkal darah bukanlah satu-satu alat untuk mengetahui seseorang itu perawan atau tidak. Namun kehadiran selaput dara bernama Gijimo yang disinyalir dapat mempertahankan selaput dara wanita pra nikah ini menimbulkan reaksi keras dari ulama Timur Tengah


Seorang wakil Ikhwanul Muslimien (im) Sayed Askar menyatakan kehadiran selaput dara tersebut akan menjadi momok bagi generasi gadis-gadis kami. Lebih lanjut Askar menuntut pemerintahan untuk segera menghentikan impor selapaut dara dari Cina. Temasuk secara khusus Askar meminta perwakilan Ikhwanul Muslimien yang duduk di parlemen memperjuangan penolakan "rencana" impor selaput dara ini. Menurut  Isu yang berhembus selaput dara ini akan dipatok seharga $ 15/ 82 pound Mesir


Friday, February 12, 2010

Asbakeya

Nilai jual buku bacaan/kitab semakin hari bertambah naik. berbeda dengan aksesoris lain seperti barang elektronik, tambah hari nilai jualnya menurun. Oleh karena itu jangan menyamakan falsafah beli buku dengan barang elektronik yaitu "menanti waktu tertentu hingga tiba saatnya harga turun". Kecuali buku itu sedang dipropagandakan penerbit lain. Kasus pada tafsir Jaelani contonya. Penerbit utama Turki itu terpaksa menurunkan harga asal 250 menjadi 200 setelah ada percetakan berkelas Darr Al-Kutub, Bairut, mencetak tafsir Jaelani (tanpa izin ke ahli waris) seharga 175 pound

Contoh lain adalah harga tafsir Sya'rawi, tahun lalu dijual 210 sekarang 310 pound. Dan bacaan-bacaan lain sepertinya juga naik. Jadi asalan apapun dalam situasi apapun seperti sekarang ini krisis global yang melanda dunia tak bisa dijadikan rujukan nilai jual buku/kitab turun. Itu sebabnya stan favorit di International Book Fair saat ini masih dimenangkan penjual dari kalangan Asbakeya/buku bekas


Monday, February 08, 2010

Abddillah As'ad


Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. "Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup". Suara merdu senior saya Cak As'ad pagi itu yang kelihatannya sangat antusias


"Tapi jangan lupa, uang pangkal sebesar 60 pound" Lanjutnya. Antara sadar dan tidak, saya belum berani membuat keputusan. Apakah saya jadi berangkat ke Idarah Wafidien mendaftar hari itu juga atau tidak, sulit rasanya menjawab. Hanya angan-angan belaka: kesempatan emas, tempat berserajah dan sangat ekonomis karena diselenggarakan khusus untuk orang asing/mahasiwa. Di samping itu saya masih keletihan, kondisi tubuh saya kurang fit karena baru pulang dari tanah suci


Thursday, February 04, 2010

International Book Fair


Sejak berdirinya tahun 1969 hingga sekarang 2010, salah satu pameran buku terbesar di dunia saat ini (Ma'rod) selalu mengalami kenaikan. Menurut statistis, tahun ini jumlah peserta Exhibitions & Fairs diikuti sebanyak 800 penerbit. Diantaranya 200 arab, 62 non arab dan sisanya (538) Mesir. Hanya tahun 2008 yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 767 menjadi 743


Naiknya jumlah peserta tahun sekarang tentu saja berbanding terbalik dengan keadaan dunia saat ini – krisis global- yang mengguncang perekonomian internasional. Isu wabah penularan flu babi dan flu burung sebenarnya juga menjadi salah satu batu sandung penyelenggaran pameran buku yang sudah memasuki tahun ke-42 ini. Kekuatiran itu terlihat jelas tema yang diambil oleh panitia soal "Krisis Global dan Penyebaran Wabah flu Babi"