Friday, January 29, 2010

Final Sesungguhnya

Mungkin sudah menjadi semacam tradisi, dendam sepanjang masa, atau apapun alasannya kenyataan bahwa pertandingan antara Mesir dengan Al-Jazair selalu menyulut totalitas warga. Tidak pada pertandingan tadi malam yang mengantarkan negeri Pharaoh ini melaju ke final yang ke tiga kali secara berturut-turut, bukan pula soal pelengseran Mesir oleh Al-Jazair dalam kualifikasi piala dunia 2010 beberapa bulan silam. Bentrok kedua Negara ini dalam masa ke masa memang tak luput dari atmosfer panas


Bagaimana kita menyaksikan suasa batin warga ketika Mesir dibantai Al-Jazair pada kualifikasi piala dunia tiga bulan silam? Lalu saat Mesir mampu mengembalikan reputasi mereka dengan meremukkan Al-Jazair di piala Afrika dengan skor telak 4-0?  Semuanya tak luput dari anarkisme, perang kata-kata maupun keluapan kegembiran berlebihan. Komentator terbaik timtem  saat ini Ishom Syawali menyebutnya sebagai 'El Classico' - duel klasik-, pertandingan bergengsi seperti halnya terjadi di Spanyol lewat Barcelona vs Real Madrid, di Italia dengan Inter Vs Milan


Tuesday, January 19, 2010

Egypt dan Piala Afrika

Salah satu televisi lokal Mesir terpaksa harus membatalkan kontrak dengan Al-Jazeera Sport selaku pemegang hak siar piala Afrika 2010 di kawasan Timur Tengah karena terjadi kebuntuan pilihan pertandingan.  Demikian juga tim kesebelasan Togo terpaksa mengundurkan diri dari turnamen bergengsi se Afrika itu setelah bus yang mereka tumpangi ditembaki sekelompok orang misterius di perbatasan menuju Angola


Begitulah serba-serbi jelang Piala Afrika pekan lalu yang berlangsung di Angola selaku tuan rumah tahun ini. Kriminalitas yang menewaskan satu orang dan beberapa sahabat Emmanuel Adebayor cedera itu berlanjut pada kekuatiran panitia penyelenggara piala dunia yang tinggal beberapa bulan lagi di Afrika Selatan. Bahkan penjualan tiket piala dunia masih di bawah standar. Joseph S. (Sepp) Blatter mengakui, Afrika masih banyak masalah yang perlu diperbaiki. Namun presiden FIFA itu tetap optimis pergelaran akbar sepak bola sejagat itu akan berlangsung sukses


Friday, January 08, 2010

Century

Berita meninggalnya Gus Dur menjadi topik hangat di Indonesia minggu-minggu ini. Begitu besarnya berita soal Gus Dur sehingga menggeser kasus Bank Century di ranah publik yang mulai terkuak itu semakin meredup. Monopoli berita ini menjadi momentum oknum tertentu sedikit bisa bernapas lega dan barangkali juga berharap semoga isu soal Century lenyap ditelan bumi


Kasus Century adalah kasus besar yang konon melibatkan para pejabat kelas wahid Indonesia.  Kasus besar ini nampkanya tak sejalan dengan aksi para tim Pansus DPR. Alih-alih ingin mengusut oknum Century, antar anggota DPR malah membuat kericuhan dalam sidang. Tingkah laku anggota dewan ini mengingatkan kita 9 tahun silam ketika Gus Dur membuat geger sidang dengan menyebut DPR seperti taman kanak-kanak


Mengapa pengusutan kasus Century lamban? Apakah ini berkaitan dengan terlibatnya beberapa orang penting Indonesia, sehingga sungkan untuk diproses? Lihat saja bagaimana kinerja pansus DPR. Lalu lembaga anti korupsi (KPK), Kepolisian dan Kejaksaan, semuanya terasa aneh. Sepertinya ada sesuatu mengganjal dalam penanganan kasus ini