Skip to main content

A Burhan

Hari ini hati saya masih tersayat-sayat melihat kepedihan yang dirasakan warga Bosnia tahun 1995 lewat sebuah novel karya Isnam Taljic berjudul The Story Of Srebrenica "a novel about the war in Bosnia", yang saya dapat dari Maktabah Darr As-Salam. Novel ini menceritakan tentang kejadian maha dahsyat atas pembantaian warga muslim di daerah Srebrenica tahun 1995 yang berawal dari peperangan Serbia lawan Bosnia dalam membersihkan etnis muslim di Bosnia. Sedikitnya  ada 8000 muslim Bosnia tewas


Belum usai membaca novel yang pernah dikategorikan sebagai novel terbaik, kepedihan itu bertambah saat mendengar kabar tak sedap menghinggapi kawan satu rumah saya, saudara Agus Burhan. Kabar yang saya dengar ayahnya hari ini telang pulang selama-lamanya, Ayahnya dipanggil Tuhan yang mahas esa. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun


Kematian memang misteri, kita harus siap dengan kematian itu, kapanmu dan dimanapun kita berada. Kita tak tahu kapan giliran kita. Besokkah? Tahun depan, atau malah hari ini? Tuhanlah yang tahu, dan sebagai manusia kita hanya berdoa, berharap tentu saja mempersiapkan diri sebelum sesuatu itu menerpa kita. Itulah ajal kematian. Sebuah teka-teki yang sulit diterka



AJal itu hari ini telah menimpa ayah kawan saya satu rumah, Agus Burhan. Anak cerdas, pandai dan piawai dari Banten hari ini telah ditinggal ayahnya. Bagaimana cerita detailnya, Agus begitu saya sapa hanya bercerita pendek. Beliau meninggal dalam keadaan tenang dan baik. Sebelum ambruk, almarhum melafatkan takbir dan bacaan-bacaan islami. Cerita Agus yang masih tegar walau sedang tertimpa musibah


Ayahnya meninggal dalam usia 64 tahun. Lebih satu tahun dari wafatnya nabi Muhammad. Kemarin (jum'at/23) Agus masih seperti biasa, masih tersenyum dalam mengawali percakapan. Tak ada tanda-tanda kegelisahan dari raut mukanya. Sambil membawa Ahram Daily, dia minta izin ke saya ingin bawa kamus John M Echols karena pihak kursusan memberikan tugas untuknya dan sepertinya dia juga tergesa-gesa.  Sambil nyuruh makan, saya bertanya;  kok terburu-buru? "Ada kawan dari balad datang". Jawabnya


Hari ini melalui Wawan yang terbangun sewaktu saya membuka pintu kamar dapat informasi  ayah Agus Burhan meninggal. Saya belum percaya, orang baru bangun tidur biasanya pikirannya belum normal seratus persen. Bisa jadi si Wawan menggigau, atau baru mimpi hantu atau film India. Wawan memang suka film India, sepanjang hari nyaris waktunya dihabiskan untuk nonton tv India dan sisanya untuk I'tikaf di depan computer. Lagi pula saya belum mendapati  kalau wawan suka berbohong. Jadi antara percaya dan tidak


Sejam berikutnya Agus ditemani beberapa kawan Mesir seperti Abu Bakar, Amr dan seorang paruh baya datang ke rumah. Raut mukanya masih tetap sediakala suka senyum, seperti tak ada musibah. lalu ia membenarkan bahwa ayahnya telah tiada. Innalillahi Wainna Ilai Rajiun

Comments

  1. innalillahi wa inna ilaihi rajiun ... ada tahlilan ?

    ReplyDelete
  2. Admin5:04 AM

    iya denger2 hari ini (ahad) kemarin karena mendadak akhirnya dibatalkan, tapi mengingat hari ini sepertinya juga banyak acara ya di fosgama katanya ada diskusi, lalu saya nanti malam ada pertandingan anak banyuwangi di nadi sahlab. Burhan katanya akan konfirmasi jika ada tahlilahn di sekretaritan...wait aja bung azhar, anda wajib hadir sebagai imam soalnya hahaha

    ReplyDelete
  3. Fajar4:24 PM

    Turut berbela sungkawa!

    ReplyDelete
  4. Ass.....hallow....Salam kenal Mas, meskipun blm kenal ingin saya ucapkan juga Innalillahi wa inna ilaihi rajiun....semoga beliau diterima oleh Yang Kuasa sesuai dengan amal baiknya, amien! Dan untuk kerabat dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kemudahaan dan ketabahan untuk menerima takdir illahiah tersebut.

    Oiya, saya kok jadi tertarik dengan novel yang diceritakan Mas. Tentunya dalam novel tersebut juga dikisahkan juga tentang 'the tunnel of hope' dong, jalur bawah tanah yang dibangun para pejuang bosnia untuk meloloskan diri dari kepungan tentara musuh, yang ingin melakukan genosida terhadap penduduk Bosnia.

    Konon, jalur underground yang digali selama 2 bulan tersebut telah berhasil mengevakusi dan menyelamatkan ribuan penduduk muslim Bosnia keluar daerah kepungan untuk mengungsi dan mencari harapan hidup baru. Dan katanya lagi, kini situs tersebut telah dijadikan tempat bersejarah dan tujuan wisatawan untuk mengenang dasyatnya perang saudara yang telah mengklain ribuan nyawa melayang sia-sia.

    Begitu aja dulu Mas, semoga kita akan lebih sering dipertemuakan lewat jejaring istimewa ini. Wass....

    ReplyDelete
  5. admin2:20 PM

    waw betul bak, udah baca juga yah, met kenal

    ReplyDelete
  6. Met kenal juga Mas, saya tahu dari koran kok, tapi gak detail. Ntar, semoga dapat novelnya, sepertinya sangat menarik.

    ReplyDelete
  7. so sad agus :'(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.