Skip to main content

Resiko Wartawan

"I'm journalist" . "I'm..duarr tembatakan tentara Israel meghantam tubuh jurnalis BBC London saat sedang melakukan liputan. James Miller adalah juru kamera pada stasiun televisi tersebut. Ia bersama pembawa acara seorang perempuan semula ingin membuat film dukumenter tentang kehidupan warga Gaza di Palestina. Namun belum usai pembuatan film, nyawa sang penggagas sekaligus juru kamera tewas oleh tentara Israel


Ceritanya malam itu jurnalis asal Inggris tersebut sedang berada di salah satu rumah warga Gaza. Malam itu memang sedikit gelap. Lampu menyala apa adanya karena kehidupan termasuk air diputus oleh tentara Israel. Seperti biasa aktivitas tentara Israel adalah membongkar bangunan rumah milik warga Gaza sebagai upaya perluasan wilayah kaum Yahudi. Aktivitas para jurnalis yang berada di rumah salah satu warga terlihat tentara-tentara Israel. Dengan persenjataan lengkap dengan tenk-tenknya. Para jurnalis yang malam itu sedikitnya ada empat wartawan dari surat kabar beda panik




buku panda nababan

Diawali dengan kegundahan pemilik rumah. Ia kuatir rumahnya akan dibongkar paksa. Buldoser dan tenk-tenk sudah semakin dekat. Satu persatu rumah warga yang berada di kejauhan 20 meter dari rumahnya, malam itu sudah pada hancur berkeping-keping. Tinggal rumahnya saja yang akan menjadi sasaran pembongkaran.


Melihat geliat mencurigakan di rumah warga sipil karena ada aktivitas para jurnalis. Tentara-tentara Israel melakukan peringatan tembakan. Laju arah tenk-tenk nampak menuju ke rumah itu. terpaksa para jurnalis di tengah kegelapan malam keluar. Sambil berteriak dan memakai rompi lengkap dengan identitas, para wartawan melambaikan tangan dan mengangkat bendera putih yang biasa digunakan para wartawan di derah konflik Israel


Tapi apa daya, dasar orang Yahudi hatinya sudah tertutup rapat. Akhirnya upaya jurnalis memperkenalkan diri bahwa mereka bukan pihak bertikai melainkan wartawan peliput, di tengah kegelapan malam dan hanya lampu senter yang mereka bawa menuju tenk-tenk Israel di tembaki seperti binatang. Korban berjatuhan salah satunya yang tewas adalah juru kamera wartawan BBC London yang sedang menggarap pembuatan film dokumenter tentang konfilk Gaza-Israel


Penembakan yang terjadi tahun 2003 itu cukup jelas karena sempat terekam oleh jurnalis lain yang masih berada di rumah warga tersebut. Dengan tertembaknya juru kamera James Miller, film dokumenter yang semula akan dirancang cukup panjang berhenti sampai di sini (tertembaknya james miller). Jadi film itu masih setengahnya. Sebagai penghormatan terakhir sang pembawa acara memfilmkan cerita yang belum usai itu


Begitulah resiko wartawan. Dalam buku Menembus Fakta "Otobiografi 30 Tahun Seorang Wartawan" karya Panda Nababan yang baru saya baca menggambarkan bagaimana sosok seorang wartawan penuh resiko. Resiko di daerah konflik, keganasan penguasa dll. Panda Nababan sendiri beberapa kali keluar-masuk penjara karena ulasan-ulasannya. Ia berani mengungkap keganjilan-keganjilan pemerintahan seperti kasus korupsi, nepotisme dan membongkar sindikat penggelepan. Padahal penguasa waktu itu terkenal sangat otoriter. Sedikit saja salah, resikonya dipenjara dan juga lembaga (surat kabar) yang siap-siap dibredel dan gak boleh terbit


Panda Nababan salah satunya. Sebagai wartawan Sinar Harapan yang mendapat tugas sebagai redaktur khusus/investigasi ia berani mengungkap para pejabat yang menyeleweng. Bahkan Panda Nababan saat itu sudah di black list oleh intelejen di rezim Soeharta. Ia menjadi sorotan, perhatian dan pengawasan pemerintah


Namun bagi dia pengawasan dll dari pemerintahan adalah tantangan sekaligus resiko seorang wartawan yang berani mengungkap kebenaran dibalik kebatilan. Ia sudah terbiasa dengan urusan penjara. Saat masih studi di Universitas Bung Karno (UBK) tahun 60-an ia beserta kawan-kawan lain masuk penjara karena disinyalir mendukung Soekarno. Memang setelah peristiwa 30 September 1965 atau PKI nama Soerkano diisukan Soeharto dkk ikut terlibat dalam pembantain yang menewaskan beberapa petinggi militer. Fakta itu kini kian jelas bahwa sebenarnya keterlibatan Seokarno hanya isu yang dibikin Seorharto. Tujuannya hanya satu, ia ingin menjadi orang nomer wahid Indonesia dan menggulingkan rezim Seokarno


Keberanian Panda Nababan menembus kebatian mengangkat citra surat kabar Sinar Harapan menjadi koran terbaik pada masanya mengalahkan Kompas. Meski kelak –karena keganasan pemberitaan- surat kabar tersebut dibredel dan belakangan berganti nama menjadi Suara Pembaruan


Itulah resiko sebuah wartawan dan lembaga dimana seorang wartawan bekerja. Antara nyawa dan realita. Antara pembredelan dan pengkaplingan. Semuanya penuh resiko. Kasus antara James Miller seorang juru kamera yang tewas tertembak di Israel dengan cerita Panda Nababan adalah buktinya. Wartawan adalah buruh dan berisko lagi. Walau buruh sekaligus beresiko seorang wartawan yang berani mengungkap kebatilan memiliki derajat lebih tinggi ketimbang seorang pemimpin yang korupsi?

Comments

  1. film dokumenter tentang gaza oleh james miller ada di hardisk encien....saya blm sempat ngopy :D

    ReplyDelete
  2. waw .. segeraaa ...

    ReplyDelete
  3. Mantafffss...tap tak harus berbekal handuk Good Morning, sikat dan pasta gigi kan :P

    ReplyDelete
  4. hehee..but buku itu saya ambil ketika anda sedang terlelap :D

    ReplyDelete
  5. saya tertarik membaca bukunya ^^ kira-kira masih dijual di pasaran ga iia? -terimakasih-

    ReplyDelete
  6. admin7:12 PM

    ada di saya hana

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.