Monday, August 10, 2009

Ibnu K

Seorang kawan sore tadi (10/08/09) menghubungi saya  menginformasikan kalau dia berada di bandara internasional Abu Dhabi. Menurutnya malam nanti dia akan bertolak liburan ke Indonesia. "Halo saya si anu gimana kabar anda?" Awal sapa pembicaraan dia sambil cekikikan. "Ngapain anda pulang?" Ala' tull atau hanya liburan?" Kata saya. "Endak saya paling cuman berhari raya di Indonesia saja. Pumpung gratis dari Bos" Jawaban dia yang menurut insting saya kali ini si Anu sangat bahagia dari masa-masa lalu


Ini pasti gara-gara dapat tiket gratis liburan pulang. Soalnya tiga bulan lalu dia sudah pulang Indonesia secara mendadak saat keluarganya meninggal. Ya mabruklah. "Jangan lupa sampaikan salam saya ke kawan-kawan sana ya,,kalau saya mau pulang liburan ke Indonesia. Jangan lupa pula kabari kalau pakai Singapura Airlines. Sampaikan wa bil khusus ke Pak Masykur itu" Kata dia sambil tertawa terbahak-bahak bin promosi



Menurut saya, dia salah satu dari sekian banyak orang yang beruntung bisa kerja ringan, bayaran lebih dari cukup untuk ukuran orang jomblo. Di tengah krisis global dan gelombang PHK yang menggombal seperti sekarang ini, mencari pekerjaan bagai mencari istri. Banyak pilihan tapi banyak pula ketidak cocokan. Entahlah sulit digambarkan


John Pilger sendiri mengamininya. Dalam film dokumenter tentang kehidupan warga Indonesia, dia menggambarkan sulitnya mencari pekerjaan yang layak untuk pekerja. Gaji para pekerja Indonesia masih di bawah standar dari usahanya yang berjam-jam. John Pilger menilai sebagian warga Indonesia dipekerjakan orang asing layaknya budak di tanah kelahirannya. Anda tahu Nike, dan produk-produk asing lain tumbuh pesat. Produk dalam negeri malah diakuisasi warga asing seperti Freeport, Indosat dll


Nah menurut saya dia beruntunglah. Habis –usai- studi langsung dapat pekerjaan yang terbilang bagus. Tidak kerja kasar (lapangan, berat) tapi kerja kantoran gitu katanya. Bayaran lumayan juga. Sulitlah kalau dicari (gaji seperti itu) di pusat kota seperti Jakarta bagi para pemula. Paling harus merintis dari titik nol dulu baru beberapa tahun kemudian akan menyapai gaji dia


Dengan kontrak dua tahun saya kira cita-cita dia ingin menaklukkan Madura dan mengakuisasi bisnis Sapi saya rasa sudah cukup mampu

Share:

3 comments:

  1. ibnu emang denger2 mo merintis bisnis sapi susu perah ... tapi g' tahu susu cap nona atau cap bendera ......

    ReplyDelete
  2. kalo dipikir-pikir emang sulit juga ya nyari kerjaan. terus gimana antum yang dah siap pulang, kerja apa neh gerangan di indo nanti???? aku doakan supaya antum gampang dan cepet punya kerja....hehehehe.........

    ReplyDelete
  3. AgusR9:50 AM

    Ingin kerjaain kamu rifa'i

    ReplyDelete