Skip to main content

Duwaiyah

Duwaiyah itulah nama tempat kuburan yang sangat luas. Ribuan orang dikebumikan di sana. Dari rakyak jelata hingga rakyat jelita disemayamkan. Duwaiyah bukan sekedar tempat peristirahatan terakhir manusia, namun juga menjadi tempat pariwisata turis domestik dan asing. Luasnya area komplek pemakaman lambat laun menjadikan Duwaiyah sebagai perkampungan mendadak. Banyak tempat pemakaman sekarang dihuni oleh penduduk


Bangunan makam bergaya kuno masih banyak ditemukan dan berdiri nun kokoh di sana. Puluhan ulama kharismatik maupun manusia biasa berjejelan di tengah padatnya arus lalu lintas kota. Tentu bagi mahasiswa asing tempat itu bukan hal aneh karena Duwaiyah merupakan jalur menuju ke perkuliahan di Husain. Demikian pula penduduk pribumi. Ribuan kuburan tak menjadikan Duwaiyah sebagai tempat sakral/berbau mistik dan angker





[caption id="" align="aligncenter" width="235" caption="inilah gambar almarhumah lukmah disemayamkan/dok.pribadi"][/caption]

Menjelang ramadhan kemarin seorang kawan bertanya pada saya. "Sudah berapa kali kamu ziarah ke Luqmah? Masih ingat gak dimana makamnya?". Saya hanya diam. Tak berani menjawab karena saya belum pernah berziarah. Kecuali saat sosok tubuh Lukmah dikebumikan dua tahun silam di komplek pemakaman Duwaiyah


Pikiran saya akhirnya melayang-layang. Meneratapi kilas balik sosok Lukmatul Karimah. Teman satu almamater dan seberangkatan yang santun nan cerdas. Ia bukan apanya saya. bukan itu, bukan ini. Ia hanyalah satu diantara ribuan alumni yang memiliki ikatan emosialan sesama alumni. Ketawaduannya telah melupakan semua orang bahwa saat itu sebenarnya ia dalam keadaan sakit parah yang suatu saat dapat mengancam nyawanya


Satu hal yang mengharukan adalah komitmennya untuk tetap mengikuti ujian akhir tahun meski ia dalam keadaan sakit parah. Padahal saat itu ia tidak bisa berjalan. Tubuh tinggal tulang belulang. Namun ia masih ngotot mengiuti ujian. Dengan bantuan kawan satu rumah dia dipopong menuju ke kuliah dan sekaligus ia merasa barangkali hari itulah hari terakhir memasuki ujian karena dua hari berikutnya ia sudah dipanggil tuhan yang maha esa


Di bulan ramadhan ini tak salahnya kita menyisipkan doa buat almarhumah. dan alangkah bernilainya jika saya atau anda sesekali menengok persemayaman terakhir di Duwaiyah

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Petani

Setiap kali terjadi obrolan relatif ringan dengan masyarakat bulan lalu, pasti yang ditanya; mengapa musim hujan tak kunjung tiba. padahal ini bulan hujan. Pertanyaan ini menjadi harapan dari masyarakat sini yang mayoritas petani sawah yang butuh segera padinya digenangi air. Maklum hingga kemarin daerah saya memang jarang hujan. Itu berbeda dengan daerah tetangga yang saya lihat kerap hujan walau juga tidak sering dan relatif biasa-biasa saja.
Seretnya air ke depan pasti akan mempengaruhi tingkat kesuburan padi dan  juga hasilnya. Apalagi saya melihat banyak padi di sawah yang sudah mulai ambruk karena kekeringan, termasuk banyak padi yang mulai kopong karena kurang serapan air. Persoalan ini ke depan banyak petani yang gagal panen. Lantas penghasilanpun akan mempengaruhinya.

Saya juga mendengar ada diantaranya sedikit stress,  dan mengeluh. Mungkin ada banyak harapan tapi tak sesuai dengan kenyataan. Lalu siapakah yang patut disalahkan? Saya kira masyarakat perlu merenungkan mengapa h…