Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Yang Porno Itu

Aneh, katanya "merasa" pejuang Tuhan, tentara-tentara Islam kok malah mengoleksi majalah syur. Begitu yang terjadi di kantor redaksi arrahman.com media milik Mohammad Jibril, seorang yang diduga penyandang dana pengeboman hotel Marriott sebagaimana diwartakan detik kemarin. Lalu kalau sudah ketahuan belangnya apa lagi yang akan dijual M Jibril cs itu? Jihat? Jual Sempak?
Semuanya memang masih spekulasi. Baik Jibril, Polisi belum menemukan titik temu apakah Jibril terlibat atau gak. Namun yang pasti Jibril sepertinya memang bertipe aliran keras. Ayahnya saja eyang Abu Jibril penganut wahabi khobis. Sementara M Jibril belakangan diketahui pernah berguru mencari ilmu (kekebalan untuk jihat) ke Pakistan. Pusat bom-boman mereka yang ingin mati syahid dan sangit

Maidatul Ar-Rahmah (2)

Maidatul Ar-Rahmah yang berarti makan penuh rahmah karena dilakukan (makan) secara bersama merupakan rutinitas warga sini di bulan ramadhan. Dalam tradisi Indonesia di sebut sebagai takjil bersama. Bedanya Takjil biasanya menyajikan menu-menu ringan seperti kurma, kolak, es. Sedangkan Maidatul Ar-Rahmah nyaris kebanyakan menghidangkan menu-menu berat
Pelayanan Maidatul Ar-Rahmah tidak melulu identik dengan tempat peribadatan. Kafe yang mafhum dengan nongkrong maupun nyisa di bulan ramadhan di sulap menjadi tempat berbuka. Pun pada tempat-tempat lain seperti di pinggir jalan atau di samping rumah. Di tempat saya Damerdasy misalnya malah penyelenggaranya bos kelompok pencuci mobil

Maidatul Ar-Rahmah (1)

Makan bersama adalah satu hal paling nikmat. Apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara bersama akan terasa indah. Slank menggambarkan "makan gak makan yang penting kumpul". Saking pentingnya kebersamaan, makan bagi Slank bukan hal paling serius. Demikian sebaliknya se canggih apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara nafsi akan jadi basi dan kurang dinikmati
Maidatul Ar-Rahmah barangkali mewakili itu. di setiap bulan ramadhan buka bersama di Maidatul Ar-Rahmah menggambarkan bagaimana menu makanan yang dihidangkan. Terlepas daging, ikan dan ayama, Maidatul Ar-Rahmah sebenarnya bukanlah kosumsian lidah orang Indonesia. Bumbu-bumbu racikan penduduk pribumi yang ala kadarnya terasa makanan seperti itu biasa saja bahkan tak nyaman. Karena dilakukan secara bersama rasa gak enak menjadi enak

Duwaiyah

Duwaiyah itulah nama tempat kuburan yang sangat luas. Ribuan orang dikebumikan di sana. Dari rakyak jelata hingga rakyat jelita disemayamkan. Duwaiyah bukan sekedar tempat peristirahatan terakhir manusia, namun juga menjadi tempat pariwisata turis domestik dan asing. Luasnya area komplek pemakaman lambat laun menjadikan Duwaiyah sebagai perkampungan mendadak. Banyak tempat pemakaman sekarang dihuni oleh penduduk
Bangunan makam bergaya kuno masih banyak ditemukan dan berdiri nun kokoh di sana. Puluhan ulama kharismatik maupun manusia biasa berjejelan di tengah padatnya arus lalu lintas kota. Tentu bagi mahasiswa asing tempat itu bukan hal aneh karena Duwaiyah merupakan jalur menuju ke perkuliahan di Husain. Demikian pula penduduk pribumi. Ribuan kuburan tak menjadikan Duwaiyah sebagai tempat sakral/berbau mistik dan angker

Musa'adah

Setelah sholat Terawih di hari pertama saya mendapat kabar baik dari Syakir melalui Wawan Al-Jufri bahwa akan ada pembagian Musa'adah fulus sebesar 200 Pound. Saya tak percara. Uang sebesar itu masak dimusa'adahin, paling banter 50 pound pikir saya. Selama ramadhan di Damardes dalam dasawarsa satu tahun, saya belum mendengar masjid besar Qies yang berlokasi di samping rumah bagi-bagi uang. Wawan yang sudah pulang duluan bersama saya rela turun gunung "demi" mengejar isu Musa'adah yang ia terima dari Syakir lewat hp itu
Saya mengelak diajak. Menunggu info saja, siapa tahu itu hanya isu buatan Syakir. Setengah jam berikutnya mereka berdua datang. Sambil terkekeh-kekeh karena naik turun gunung (tangga) saya menebak kayaknya tak dapat. Syakir selaku pihak yang bertanggung jawab bercerita sambil membela diri. "Musa'adahnya besok, bukan sekarang" . "Oh terus benar dapat 200 pound?" Tanya saya. "Insya Allah" Jawab Syakir sambil memberi t…

Blog Agus Romli On Mobile

Di pagi yang masih gelap, hp saya berdering. Nampak sebuah pesan pendek masuk ke nomer saya. Meski agak berat saya berusaha membuka siapa tahu ada hal penting yang harus diketahui. Ternyata pesan pendek berisi ucapan. "Met ultah John. Jgn lupa ngaji ! Moga pjg umur&smua yg d cita2kan dpt tercapai. Amien3x". Begitu pesannya. Duh mentang-mentang berlangganan sms gratisan ya batin saya
Malam hari tadi giliran seorang wartawan senior Antara (Qotomiyah dan Tajamuk) mengirim pesan pendek. Kalau sms kali ini sedikit beda dari yang lain. Ini bukan ucapan salamat tapi semacam usaha mencarikan solusi. "Sgera yg lg kbanjirn ucapn ULTAH..hhuahua". tulisan sms itu. Entah maksud kata "segera" dari bung Ris. Menurut kamus besar terbitan ikbal, segera itu berarti mengajak, anjuran untuk slametan. Lain halnya dengan kamus Damerdas. Segera berarti diajak mengikuti slametan. Bedanya gak terlalu mencolok sih. Cuman berawalan (di) dan (me). Walau demikian jangan meremehp…

Al-Jazeera

Jaringan televisi Al-Jazeera tadi malam (14/08/09) meresmikan channel tambahan. Sebanyak empat channel plus satu HD mengudara. Penambahan ini tak luput dari usaha Al-Jezeera mendapatkan hak siar secara eksklusif Liga Champion yang sebelumnya selama bertahun-tahun dipegang ART. Jadi total channel Al-Jazeera Sport saat ini menjadi sebelas dua diantaranya free air (gratis)
Al-Jazeera Sport yang melakukan uji joba siaran tahun 2003 telah berhasil membangun proyek besar untuk olah raga. Salah satu keberhasilannya adalah – semenjak tahun 2005 hingga kini- menyiarkan secara eksklusif Liga Italia, Spanyol, Portugal, Brazil dan Piala UEFA yang mendapatkan tanggapan bagus dari pelanggan. Tahun ini tambah mantap. Televisi yang bermarkas di Doha Qatar itu selain menampilkan secara eksklusif Liga Champion juga akan menayangkan Liga Prancis, Belanda, Jerman. Dengan begitu Al-Jazeera bukan hanya menjadi top news tv yang sudah dulu dikenal tapi juga merambah bisnis secara serius ke segmen olah raga

Harga

Seorang kawan tersipu lugu saat mendengarkan harga buku bacaan semakin mahal. sambil meraba-raba kantong saku, ia mencoba membandingkan dengan tingkat persaingan harga elekronik seperti hp, komputer/notebook yang kian hari kian aduhai saja murahnya. Produk usb modem misalnya, empat bulan lalu masih berkisar di atas empat ratusan pound. Sekarang? Turun dua kali lipat. Usb modem Etisalat dulu masih empat ratusan kemudian turun menjadi dua ratusan, sekarang cuman seratusan. Mobinil usb apalagi lebih gila dari lima ratusan pound menjadi seratus empat puluh pound. Sementara harga buku berbanding balik. Kian tahun semakin naik
Saya kurang tahu perbedaan seperti itu. Perbedaan pangsa pasar antara buku dan pernak-pernik lain (elektro). Atau karena buku adalah lautan ilmu? Yang terakhir ini barangkali benar. "Sebuah barang seperti notebook tidak akan ada (tercipta) tanpa adanya ilmu. Di sinilah mengapa harga buku itu semakin lama malah semakin mahal" Kata nasihat kawan saya si Paijo

Jihat Ala Marwa El Sherbini

Peristiwa pengeboman di Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton Jum'at 17/07/09 lalu telah mengubah kembali persepsi Indonesia di mata dunia  Internasional. Setidaknya sebagai negara yang -dianggap- berhasil menumpas teroris dalam beberapa tahun belakangan ini. Kita sempat berbangga kala itu, pidato presiden Amerika Serikat Barack Obama di Cairo University bulan Juni kemarin sempat beberapa kali menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi dan toleransi. Obama secara tidak langsung sebenarnya telah mempromosikan Indonesia di mata dunia Internasional bahwa Indonesia patut dijadikan contoh dan panutan umat dunia

Namun apa boleh buat, belum genap tiga bulan sanjungan orang nomer wahid di Amerika itu ternyata teroris masih bertebaran di Indonesia.  Kali ini sasarannya adalah hotel Marriott dan Ritz Carlton di mana yang terakhir merupakan tempat yang bakal dijadikan markas penginapan skuat Sir Alex Ferguson dalam tour MU ke Asia

Pasca kejadian tersebut, spekulasi pun berterbaran bak jamur. Dari…

Ibnu K

Seorang kawan sore tadi (10/08/09) menghubungi saya  menginformasikan kalau dia berada di bandara internasional Abu Dhabi. Menurutnya malam nanti dia akan bertolak liburan ke Indonesia. "Halo saya si anu gimana kabar anda?" Awal sapa pembicaraan dia sambil cekikikan. "Ngapain anda pulang?" Ala' tull atau hanya liburan?" Kata saya. "Endak saya paling cuman berhari raya di Indonesia saja. Pumpung gratis dari Bos" Jawaban dia yang menurut insting saya kali ini si Anu sangat bahagia dari masa-masa lalu
Ini pasti gara-gara dapat tiket gratis liburan pulang. Soalnya tiga bulan lalu dia sudah pulang Indonesia secara mendadak saat keluarganya meninggal. Ya mabruklah. "Jangan lupa sampaikan salam saya ke kawan-kawan sana ya,,kalau saya mau pulang liburan ke Indonesia. Jangan lupa pula kabari kalau pakai Singapura Airlines. Sampaikan wa bil khusus ke Pak Masykur itu" Kata dia sambil tertawa terbahak-bahak bin promosi