Friday, August 28, 2009

Yang Porno Itu

Aneh, katanya "merasa" pejuang Tuhan, tentara-tentara Islam kok malah mengoleksi majalah syur. Begitu yang terjadi di kantor redaksi arrahman.com media milik Mohammad Jibril, seorang yang diduga penyandang dana pengeboman hotel Marriott sebagaimana diwartakan detik kemarin. Lalu kalau sudah ketahuan belangnya apa lagi yang akan dijual M Jibril cs itu? Jihat? Jual Sempak?


Semuanya memang masih spekulasi. Baik Jibril, Polisi belum menemukan titik temu apakah Jibril terlibat atau gak. Namun yang pasti Jibril sepertinya memang bertipe aliran keras. Ayahnya saja eyang Abu Jibril penganut wahabi khobis. Sementara M Jibril belakangan diketahui pernah berguru mencari ilmu (kekebalan untuk jihat) ke Pakistan. Pusat bom-boman mereka yang ingin mati syahid dan sangit


Thursday, August 27, 2009

Maidatul Ar-Rahmah (2)

Maidatul Ar-Rahmah yang berarti makan penuh rahmah karena dilakukan (makan) secara bersama merupakan rutinitas warga sini di bulan ramadhan. Dalam tradisi Indonesia di sebut sebagai takjil bersama. Bedanya Takjil biasanya menyajikan menu-menu ringan seperti kurma, kolak, es. Sedangkan Maidatul Ar-Rahmah nyaris kebanyakan menghidangkan menu-menu berat


Pelayanan Maidatul Ar-Rahmah tidak melulu identik dengan tempat peribadatan. Kafe yang mafhum dengan nongkrong maupun nyisa di bulan ramadhan di sulap menjadi tempat berbuka. Pun pada tempat-tempat lain seperti di pinggir jalan atau di samping rumah. Di tempat saya Damerdasy misalnya malah penyelenggaranya bos kelompok pencuci mobil


Wednesday, August 26, 2009

Maidatul Ar-Rahmah (1)

Makan bersama adalah satu hal paling nikmat. Apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara bersama akan terasa indah. Slank menggambarkan "makan gak makan yang penting kumpul". Saking pentingnya kebersamaan, makan bagi Slank bukan hal paling serius. Demikian sebaliknya se canggih apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara nafsi akan jadi basi dan kurang dinikmati


Maidatul Ar-Rahmah barangkali mewakili itu. di setiap bulan ramadhan buka bersama di Maidatul Ar-Rahmah menggambarkan bagaimana menu makanan yang dihidangkan. Terlepas daging, ikan dan ayama, Maidatul Ar-Rahmah sebenarnya bukanlah kosumsian lidah orang Indonesia. Bumbu-bumbu racikan penduduk pribumi yang ala kadarnya terasa makanan seperti itu biasa saja bahkan tak nyaman. Karena dilakukan secara bersama rasa gak enak menjadi enak


Tuesday, August 25, 2009

Duwaiyah

Duwaiyah itulah nama tempat kuburan yang sangat luas. Ribuan orang dikebumikan di sana. Dari rakyak jelata hingga rakyat jelita disemayamkan. Duwaiyah bukan sekedar tempat peristirahatan terakhir manusia, namun juga menjadi tempat pariwisata turis domestik dan asing. Luasnya area komplek pemakaman lambat laun menjadikan Duwaiyah sebagai perkampungan mendadak. Banyak tempat pemakaman sekarang dihuni oleh penduduk


Bangunan makam bergaya kuno masih banyak ditemukan dan berdiri nun kokoh di sana. Puluhan ulama kharismatik maupun manusia biasa berjejelan di tengah padatnya arus lalu lintas kota. Tentu bagi mahasiswa asing tempat itu bukan hal aneh karena Duwaiyah merupakan jalur menuju ke perkuliahan di Husain. Demikian pula penduduk pribumi. Ribuan kuburan tak menjadikan Duwaiyah sebagai tempat sakral/berbau mistik dan angker


Saturday, August 22, 2009

Musa'adah

Setelah sholat Terawih di hari pertama saya mendapat kabar baik dari Syakir melalui Wawan Al-Jufri bahwa akan ada pembagian Musa'adah fulus sebesar 200 Pound. Saya tak percara. Uang sebesar itu masak dimusa'adahin, paling banter 50 pound pikir saya. Selama ramadhan di Damardes dalam dasawarsa satu tahun, saya belum mendengar masjid besar Qies yang berlokasi di samping rumah bagi-bagi uang. Wawan yang sudah pulang duluan bersama saya rela turun gunung "demi" mengejar isu Musa'adah yang ia terima dari Syakir lewat hp itu


Saya mengelak diajak. Menunggu info saja, siapa tahu itu hanya isu buatan Syakir. Setengah jam berikutnya mereka berdua datang. Sambil terkekeh-kekeh karena naik turun gunung (tangga) saya menebak kayaknya tak dapat. Syakir selaku pihak yang bertanggung jawab bercerita sambil membela diri. "Musa'adahnya besok, bukan sekarang" . "Oh terus benar dapat 200 pound?" Tanya saya. "Insya Allah" Jawab Syakir sambil memberi tahu orang-orang Malaysia dan Thailand banyak pula berdatangan


Saturday, August 15, 2009

Blog Agus Romli On Mobile

Di pagi yang masih gelap, hp saya berdering. Nampak sebuah pesan pendek masuk ke nomer saya. Meski agak berat saya berusaha membuka siapa tahu ada hal penting yang harus diketahui. Ternyata pesan pendek berisi ucapan. "Met ultah John. Jgn lupa ngaji ! Moga pjg umur&smua yg d cita2kan dpt tercapai. Amien3x". Begitu pesannya. Duh mentang-mentang berlangganan sms gratisan ya batin saya


Malam hari tadi giliran seorang wartawan senior Antara (Qotomiyah dan Tajamuk) mengirim pesan pendek. Kalau sms kali ini sedikit beda dari yang lain. Ini bukan ucapan salamat tapi semacam usaha mencarikan solusi. "Sgera yg lg kbanjirn ucapn ULTAH..hhuahua". tulisan sms itu. Entah maksud kata "segera" dari bung Ris. Menurut kamus besar terbitan ikbal, segera itu berarti mengajak, anjuran untuk slametan. Lain halnya dengan kamus Damerdas. Segera berarti diajak mengikuti slametan. Bedanya gak terlalu mencolok sih. Cuman berawalan (di) dan (me). Walau demikian jangan meremehpun. Kedua kata punya makna berbeda. Bukan begitu bung Ris


Al-Jazeera

Jaringan televisi Al-Jazeera tadi malam (14/08/09) meresmikan channel tambahan. Sebanyak empat channel plus satu HD mengudara. Penambahan ini tak luput dari usaha Al-Jezeera mendapatkan hak siar secara eksklusif Liga Champion yang sebelumnya selama bertahun-tahun dipegang ART. Jadi total channel Al-Jazeera Sport saat ini menjadi sebelas dua diantaranya free air (gratis)


Al-Jazeera Sport yang melakukan uji joba siaran tahun 2003 telah berhasil membangun proyek besar untuk olah raga. Salah satu keberhasilannya adalah – semenjak tahun 2005 hingga kini- menyiarkan secara eksklusif Liga Italia, Spanyol, Portugal, Brazil dan Piala UEFA yang mendapatkan tanggapan bagus dari pelanggan. Tahun ini tambah mantap. Televisi yang bermarkas di Doha Qatar itu selain menampilkan secara eksklusif Liga Champion juga akan menayangkan Liga Prancis, Belanda, Jerman. Dengan begitu Al-Jazeera bukan hanya menjadi top news tv yang sudah dulu dikenal tapi juga merambah bisnis secara serius ke segmen olah raga


Thursday, August 13, 2009

Harga

Seorang kawan tersipu lugu saat mendengarkan harga buku bacaan semakin mahal. sambil meraba-raba kantong saku, ia mencoba membandingkan dengan tingkat persaingan harga elekronik seperti hp, komputer/notebook yang kian hari kian aduhai saja murahnya. Produk usb modem misalnya, empat bulan lalu masih berkisar di atas empat ratusan pound. Sekarang? Turun dua kali lipat. Usb modem Etisalat dulu masih empat ratusan kemudian turun menjadi dua ratusan, sekarang cuman seratusan. Mobinil usb apalagi lebih gila dari lima ratusan pound menjadi seratus empat puluh pound. Sementara harga buku berbanding balik. Kian tahun semakin naik


Saya kurang tahu perbedaan seperti itu. Perbedaan pangsa pasar antara buku dan pernak-pernik lain (elektro). Atau karena buku adalah lautan ilmu? Yang terakhir ini barangkali benar. "Sebuah barang seperti notebook tidak akan ada (tercipta) tanpa adanya ilmu. Di sinilah mengapa harga buku itu semakin lama malah semakin mahal" Kata nasihat kawan saya si Paijo


Jihat Ala Marwa El Sherbini

Peristiwa pengeboman di Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton Jum'at 17/07/09 lalu telah mengubah kembali persepsi Indonesia di mata dunia  Internasional. Setidaknya sebagai negara yang -dianggap- berhasil menumpas teroris dalam beberapa tahun belakangan ini. Kita sempat berbangga kala itu, pidato presiden Amerika Serikat Barack Obama di Cairo University bulan Juni kemarin sempat beberapa kali menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi dan toleransi. Obama secara tidak langsung sebenarnya telah mempromosikan Indonesia di mata dunia Internasional bahwa Indonesia patut dijadikan contoh dan panutan umat dunia

Namun apa boleh buat, belum genap tiga bulan sanjungan orang nomer wahid di Amerika itu ternyata teroris masih bertebaran di Indonesia.  Kali ini sasarannya adalah hotel Marriott dan Ritz Carlton di mana yang terakhir merupakan tempat yang bakal dijadikan markas penginapan skuat Sir Alex Ferguson dalam tour MU ke Asia

Pasca kejadian tersebut, spekulasi pun berterbaran bak jamur. Dari upaya menggagalkan SBY-Boediono dilantik menjadi presiden, persaingan bisnis hingga murni aksi terorisme yang diklaim sebagai anak asuh Noordin M Top. Bermacam-macam spekulasi yang dilontarkan pemerintahan maupun pengamat sah-sah saja. Kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi mereka selagi masih dalam batas kewajaran dan sopan santun. Tapi ada satu hal yang bikin kita pilu, kecewa dan tentu saja menyia-nyiakan kesempatan emas. MU mengcancel kunjungan ke Indonesia. Dengan demikian ada dua kerugian yang diderita atas pengcancelan itu. Pertama; pudarnya harapan fans MU Indonesia untuk bertemu dengan idolanya. Kedua; PSSI selaku pihak penyelenggara harus menanggung kerugian yang ditaksir sebesar 50 milyar rupiah

Jahat bukan Jihat

Serangkain aksi bom bunuh diri yang dilakukan diberbagai negara terutama di wilayah konflik seperti Afganistan, Irak termasuk Indonesia menisbatkan dirinya sebagai jihat fisabilillah. Benar tidaknya klaim tersebut yang pasti Islam seperti benalu yang erat dikaitkan dengan tuduan itu. Kita kadang merasa prihatin dan mengelus dada saat dunia menautkan bom bunuh diri dengan Islam. Seolah Islam mengajarkan secara shahih tindakan brutal yang tak mendasar itu.

Kita sadari bahwa semenjak pasca runtuhnya gedung pencakar langit (WTC) 2001 silam.  Islam menjadi buah bibir dunia internasional. Sekawanan kelompok yang mengatasnamakan jaringan Al-Qaida diduga kuat oleh Barat sebagai pelaku 11 September itu. Osama bin Laden bos jaringan garis keras melalui saluran televisi satelit Aljazeera membenarkan tuduhan yang dialamatkannya. Bahkan menganjurkan memerangi Amerika dan sekutunya. Ini bukti nyata bahwa Islam menurut versi Barat mengajarkan kekerasan. Pun demikian Islam merasa dituduh dan dirugikan oleh sebagian kelompok kecil orang Islam

Khaled Abou El Fadl sendiri menampik pandangan Barat  dengan menyatakan bahwa jihat memang termasuk prinsip teologi dalam Islam, akan tetapi dilakukan secara baik (toleransi), melaksanakan yang hak dan menumpas yang batil tanpa mengganggu kepentingan umum. Sementara bom bunuh diri menurutnya bukan jihat melainkan qital

Dengan demikian aksi yang selama ini dilakukan oleh gerakan Islam konservatif –garis keras- bukanlah jihat yang diingkan Islam, melainkan kejahatan dan kriminalitas murni, sebab secara keamanan telah mengganggu dan merugikan  kepentingan umum.

Jihat Sesunggunya

Di tengah dunia mengutuk aksi bom bunuh diri di Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton. Kegentingan pasca pemilihan presiden Iran serta upaya perdamaian Israel dan Pelestina mengalami jalan buntu. Ada satu kepedihan mendalam yang larut dalam sorotan dunia internasional.  Tepat 1 Juli lalu, Marwa El Sherbini seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun asal Mesir tewas di pengadilan Jerman akibat tusukan Alex

Alex adalah warga Jerman tetangga Marwa El Sherbini yang menuduh wanita Mesir itu teroris karena mengenakan hijab (cadar khas Islam).  Sebagai seorang akademisi dari Mesir yang mendapatkan beasiswa studi ke Jerman, tentu saja tuduhan itu telah mencermarkan nama baik Marwa El Sherbini beserta keluarga

Akhirnya pada bulan Agustus tahun lalu, Marwa El Sherbini mengajukan kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan Alex (28) ke mahkamah Jerman. Usaha ini tidak sia-sia. Awal bulan lalu (1/7/09) Marwa El Sherbini memenangkan perkara tersebut, sementara Alex harus membayar denda sejumlah 2.800 Euro karena telah menghina

Namun apa daya. Kemenangan itu dibayar dengan kematian. Mrwa tewas setelah mendapatkan 18 kali tusukan dari Alex. Syahidah berjilbab yang sedang mengandung empat bulan itu meninggal di lokasi pengadilan. Beginilah jika kaum minoritas berada di tempat kaum mayoritas. Inilah jihat yang sesungguhnya. Jihat melawan kebatilan dan mempertahankan kebenaran

Unsur Kepentingan

Kematian Marwa El Sherbini telah melukai dunia muslim, kaum hawa dan terlebih Mesir sebagai negara asal Marwa dilahirkan. Serangkain aksi demonstrasi terjadi di Jerman maupun Mesir menuntut pembunuh mendapatkan ganjaran yang setimpal. Sayang aksi mengutuk pelanggaran HAM terhadap kaum lemah tersebut tak membawa kabar istimewa media-media internasional. Setali dengan itu pemerintahan Mesir sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian warganya bungkam seribu bahasa

Di sini memperjelas bahwa Mesir selaku sekutu Amerika tak menghendaki kasus sepele (kematian Marwa) merusak hubungan bilateral antar dua negara yang sudah terjalin sejak lama.  Para jurnalis Mesir mengkritik atas sikap apatis pemerintahMesir. Menurutnya pemerintah seharusnya memberi peringatan tegas pada Eropa bahwa perlakuan semacam ini tidak dapat diterima, namun mereka malah tinggal diam

Kematian Marwa adalah kasus besar, karena ini melibatkan dua negara dan berkaitan masalah agama. Sayang jihat sesunggunya yang dilakukan oleh Marwa ini kalah tenar dengan berita jihat-jihatan (bom bunuh diri)

Monday, August 10, 2009

Ibnu K

Seorang kawan sore tadi (10/08/09) menghubungi saya  menginformasikan kalau dia berada di bandara internasional Abu Dhabi. Menurutnya malam nanti dia akan bertolak liburan ke Indonesia. "Halo saya si anu gimana kabar anda?" Awal sapa pembicaraan dia sambil cekikikan. "Ngapain anda pulang?" Ala' tull atau hanya liburan?" Kata saya. "Endak saya paling cuman berhari raya di Indonesia saja. Pumpung gratis dari Bos" Jawaban dia yang menurut insting saya kali ini si Anu sangat bahagia dari masa-masa lalu


Ini pasti gara-gara dapat tiket gratis liburan pulang. Soalnya tiga bulan lalu dia sudah pulang Indonesia secara mendadak saat keluarganya meninggal. Ya mabruklah. "Jangan lupa sampaikan salam saya ke kawan-kawan sana ya,,kalau saya mau pulang liburan ke Indonesia. Jangan lupa pula kabari kalau pakai Singapura Airlines. Sampaikan wa bil khusus ke Pak Masykur itu" Kata dia sambil tertawa terbahak-bahak bin promosi