Saturday, July 04, 2009

Wabah Penyakit Bau

Hati-hati saja bagi calon penumpang bus yang hendak menuju kuliah. Di musim panas seperti sekarang ini banyak virus berbahaya perusak hidung. Bagi mereka yang berangkat dari kawasan Damerdasy tingkat kerusakan hidung masih di bawah nol koma lima persen. Begitu juga bagi mereka yang berangkat dari Buust. Kerusakan paling parah menurut survai terjadi di kawasan Hay Asyier dan kawasan lainnya seperti Tajamuk, Qatamiyah. Tingkat virus bau ke hidung ditaksir sekitar Sembilan puluh Sembilan persen. Faktor penyebabnya adalah karena lokasi yang begitu jauh dari perkuliahan, banyak orang hitam yang suka mengumbar ketiak dan kebiasaan lama mereka males mandi


Terik matahari belakangan ini sudah memanasi bumi, bikin kita keringeten terus. Lalu bikin badan kita bau. Membuat orang disekelilingnya menderu-deru. Mau marah tapi tak tau tujuan arah. Mau menghindar tapi kesulitan untuk keluar. Iya begitulah kalau kondisi antre dan penuh dalam bus. Apalagi di waktu jelang musim panas plus ujian seperti sekarang kayaknya diperlukan masker agar supaya penumpang lebih aman oleh serangkain serangan ketek bertubi-tubi dari penumpang lain





[caption id="" align="aligncenter" width="192" caption="ketiak di bus bertebaran/photo agusromli"][/caption]

Tidak semua penumpang paham apa yang seharusnya ia perbuat ketika sedang dalam transportasi umum. Karena di situ ada beragam orang membaur jadi satu. Ada penjual Full, pelajar, pedagang dll. Jadi wajarlah citra rasa dalam bus sangat bermacam-macam, ada wangi seperti kasturi, biasa-biasa aja dan parahnya lagi lebih banyak yang mengumbar ketek


Saya kurang begitu tahu tradisi orang sini. Tapi menurut pengalaman, kebanyakan orang pribumi kurang memperhatikan masalah badan. Jangankan untuk ketek mandi saja kata kawan hanya dua atau tiga kali seminggu. Air memang bak dewa. Diagungkan seperti raja Fir'aun. Maka orang sini menggunakan air seperlunya saja. Pasti kita juga merasakan bagaimana sakitnya ketika diusir dari sebuah rumah asri karena masalah kamar mandi bocor?


Padalah itu persoalan sepele, dapat diatasi dengan mudah. Tapi apa daya kalau amr lil wujub sudah keluar dari mulut tuan rumah? Inilah bertanda kalau air di sini memang benar-benar dihargai, secuail kerusakan air menjadi persoalan besar


Saya memiliki pengalaman, suatu saat saya menginap dua hari di Syekh Sholih daerah Jagozig sama kawan. Saya tahu betul keadaan kamar mandi mereka yang sangat stiril dari basah (ngerembes) air. Padahal rumah tiga lantai itu milik pribadi syekh. Saya juga tak habis pikir bagaimana mereka melakukan instinjak waktu buang air kecil/besar melihat keadaan kamar mandi yang begitu bersih. Anehnya lagi saya tidak menemukan bak atau gayung yang biasa digunakan untuk mandi atau cebok. Dengan begitu saya merasa kesulitan untuk buang air besar . Sekali lagi itu masih rumah miliknya, apalagi jika rumah sewaan


Faktor kedua yaitu musim. Dengan adanya beberapa musim orang semakin apatis dengan kebersihan badan. Musim dingin itu bisa jadi menular ke musim panas. Kebiasaan jarang mandi waktu musim dingin dibawa-bawa pada musim panas. Inilah mengapa orang pribumi banyak bau ketiaknya


Dan terakhir adalah kebiasaan mereka mengkonsumsi makanan yang berpotensi membuat bau badan tak sedap. Seperti suka makan bawang mereh, daun bawang mentah. Karena tidak dibarengi dengan perawatan ketiak (ketek) hasilnya bikin bau badan menjadi-jadi


Ujian Sebentar Lagi
Ujian lesan akan dilangsungkan tanggal 4 Mei 2009 sedangkan ujian tulis akan dimulai tanggal 18 Mei dan berakhir tanggal 16 Juni 2009. Ujian sudah diambang pintu tahdid/muqorror belum semuanya ada. Hanya segelintir tiga/empat buku pelajaran saja yang sudah di tahdid sama doktor sisanya dari total tujuh pelajaran akan ditahdid akhir masuk kelas


Bahasa English Ditiadakan
Ini masih spikulasi, dua hari lalu saya bersama dengan Yasien hendak mencari makanan di samping perkuliahan. Dalam perjalanan dia bercerita bahwa ujian kali ini kemungkinan bahasa English tidak disertakan alias dapat dispensasi khusus untuk Wafiden (asing). Saya tidak percaya. Lalu si Encien mengajak saya ke tempat pengumuman yang berkaitan dengan tulisan itu. Ternyata memang benar dan langsung dari Syekh Al-Azhar rekomendasi itu (tulisan singkat itu ada di pintu menuju maktabah, sebelum berada di papan pengumuman kayaknya ada yang menyobek)


Kalau benar tujuan pengumuman itu meniadakan pelajaran bahasa english, berarti ada dua kemungkinan yang saling bertolak belakang. Pertama; dihapusnya pelajaran ini mengurangi masa dan maddah pelajaran. Kedua; akan mengurangi pula pengdongkrakan nilai, sebab selama ini pelajaran bahasa english menjadi salah satu harapan untuk mengangkat nilai pelajaran lain yang kuran memenuhi target


Pamit Undur Diri
Dengan demikian tulisan ini barangkali postingan terakhir saya di blog. Lain kesempetan saya akan meluangkan lagi. Saat ini saya memusatkan diri –kosentrasi- sepenuhnya untuk ujian sembari sekali-kali menengok blog ini seperlunya. Mohon doanya semoga sukses

Share:

0 comments:

Post a Comment