Monday, July 27, 2009

QO

Bagaimana kelanjutan Portal Dunia Timur Tengah itu? Ini pertanyaan senior Qalam Online Koyank di Indonesia suatu saat jelang akhir ujian tahun kemarin. Qalam Online (QO) yang sempat selama lima tahun beralamat di www.qalam.or.id semenjak tiga bulan lalu bermigrasi ke www.qalamonline.net. Bermula dari ide kuat dan semangat yang memikat dari Falah , Qalam Online reborn akhirnya mengalami perubahan signifikan. Ide Falah memang cospleng, ia tahu selera masyarakat sekarang. Ia mampu menangkap pangsa pasar saat ini dimana media konvensional (arus utama) mulai bermigrasi ke media online. Tentu saja Qalam Online yang dulu cuman media berita lokal dan sampelan dari Qalam Cetak tak mau ketinggalan. Dengan dana terbatas, Qalam Online mulai melebarkan sayap dengan menyajikan informasi berita Timur Tengah secara mendalam


Tiga bulan lalu saya sempat menangkap semangat luar biasa para jurnalis Qalam Online (QO). Haji Imam, Bung Kadarisman, Mumu, Tante Nisa dkk datang berkali-kali jauh dari kediaman mereka tanpa pesangon untuk kumpul, memecahkan masalah, makan bareng di kantor berita Damerdas. Namun saya juga kuatir tingkat semangat luar biasa tinggi itu akan menjadi titik balik hingga ke angka nol. Apalagi saat itu ujian akhir tahun sudah mulai santer terdengar. Kekuatiran kami benar, semenjak ujian berlangsung hingga sekarang Portal QO yang awalnya ingin meniru portal berita online dengan tag line up todate dari Timteng sedikit dilupakan. Namun harapan semangat empat lima nampaknya akan kembali muncul, setelah kawan-kawan sepakat besok pagi redaktur QO mengadakan Kopdar jilid 2 dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah


Sunday, July 26, 2009

Penyakit

Hati-hati dengan penyakit FB. Virus ini sangat berbahaya. Ini nyawa taruhannya. Flu Babi (FB) sekarang sedang naik daun. Tidak di kota, desa, pesantren pun virus FB sudah masuk. Menurut Kompas, sedikitnya ada beberapa pesantren diduga santrinya terkena penyakit Babi. Ini virus sudah mulai nerunyam. Pesantren tak mengkonsumsi Babi kok bisa FB masuk? Penyakit memang seperti tamu. Datang tak diundang. Tapi mengusirnya harus pake tendang (paksa). Minggu lalu Misr Al-yaum menurunkan berita. Ada satu warga meninggal dunia terinfeksi Flu Babi. Makin banyak informasi tentang FB bikin saya makin merinding. Ini virus makin akrab saja dengan manusia, seperti virus influensa. Tapi resikonya sangat luar biasa. Nyawa jadi taruhan


Sudah tiga hari ini kawan satu rumah saya kena virus. Badannya panas, sering buang air besar, wajahnya pucat. Usaha awal sudah ia lakukan. Kemarin dibelikan obat di Apotik. Hasilnya masih belum sempurna. Obat sini semestinya cospleng langsung sembuh, karena dosisinya super gede. Saya sendiri sebenarnya sudah kapok minum obat-obatan di sini. Gara-gara berdosis tinggi suatu saat, dipenghujung ujian akhir tahun kemarin, obat perut yang saya minum langsung mengena ginjal . Sementara penyakit awal saya kembung dan mencret sembuh total. Tapi resikonya obat berdosis tinggi akan mengganggu organ tubuh lain. Kontan saja beberapa menit kemudian pinggang saya seperti ditusuk-tusuk. Saya gak bisa jalan. Akhirnya saya dibawa oleh kawan rumah berobat akupuntur di Jozi


Thursday, July 23, 2009

Beralih

Menjamurnya jejaring sosial lambat laun meredupkan aktifitas ngeblog. Dari pantauan yang saya lacak, hampir separo friendship blog saya maupun blog lain sudah pada momplong alias karatan. Warga maya sudah mulai berganti dimensi ke arah lain. Menulis blog tak lagi semarak tahun-tahun lalu. Hadirnya Facebook menjadi momok serius warga dunia maya. Sebuah berita melaporkan Facebook tak hanya menjadi teman permainan dunia maya, tapi menjadi istri ke dua


Beginilah kehidupan baru di zaman web 2.0. Semuanya serba praktis dan gratis. Praktis dalam berkomunikasi serta gratis layanannya. Dengan begitu secara gak sadar masyarakat diajari bersikap menja. Seperti pada kasus bergantinya tayangan liga Inggris dari teve analog ke teve kabel. Bak tertimpa kasus korupsi. Separo dari total maniak liga Inggris Indonesia menggrutu, tak sungkan-sungkan diantaranya dilakukan dengan demonstrasi. Belum tahu atau berpura-pura gak tahu jika harga hak siar liga tersebut selangit pasca meningkatnya pamor liga inggris di dunia


Saturday, July 18, 2009

Berduka

Kamis (16/07) sebuah offlinan berhampiran di YM saya. Antara percaya dan tidak mengabarkan bahwa salah satu rombongan IKPM asal Ponorogo Jawa Timur meninggal dunia di pantai Sharm Elshekh. Belum jelas keterangan offlinan itu. Di pantai mana ia tenggelam. Apakah pantai yang minggu lalu saya jamahi? Atau pantai lain yang konon sangat indah namun berbahaya? Hamid Komat Kamid pemberi kabar berita hanya terdiam sipu saat saya memperjelas kabar angin-anginan itu. Qamar pun demikian. Dua pengurus Gama Jatim itu hanya menimpali pertanyaan saya dengan jawaban "tunggu kabar berikutnya"


Kabar burung itu semakin terkuak jelas hari berikutnya bahwa telah meninggal anggota IKPM yang sedang rihlah ke pantai Sharm Elshekh. Menurut laporan Imam Z, alumni Gontor itu merupakan mahasiswa baru. Dua bulan dia menginjakkan kaki di bumi kinanah. Saya sendiri belum tahun apakah almarhum sudah mendaftar di Al-Azhar atau belum. Yang jelas dia salah satu santri berprestasi di Gontor dan mungkin juga kader pesantren bersangkutan


Thursday, July 16, 2009

Sinai (5) Habis

Apa yang bikin nyali kamu, kita, mereka inginkan dari keberadaan di puncak? Menapak tilas peninggalan nabi Musa? Atau ingin melihat pemandangan indah dari Sunrise? Sulit diterka. Seorang kawan bercerita sambil terbata-bata. "Gunung Tursina merupakan tempat dimana nabi Musa bertatap muka dengan Tuhannya, namun kebanyakan orang –seolah- memiliki tujuan lain, berekreasi serta menikmati indahnya Sunrise"


"Kok bisa keh?" Sahut saya. "Tuh lihat reaksi dari turis-turis dan turost tuh, mereka –kebanyakan- kebelet mengejar terbitnya Sunrise, jadi nampak bukan karena sejarahnya". Timpalnya


Dari jawaban Keh itu, menimbulkan sebuah ilustrasi bagi diri saya. "Benarkan puncak ini, tempat yang kita duduki, di sini nabi Musa menerima wahyu?" Pertanyaan sangat ironi bagi saya. Tapi setidaknya ini sebagai bahan uji nyali atas sikap kepercayaan orang selama ini bahwa di situlah nabi Musa benar-benar menerima wahyu. Sedangkan sejarah hanya melukiskan bertempat di bukit Tursina, sebagaimana dijelaskan oleh Alqur'an. Sementara di Sinai sendiri punya banyak gunung berdampingan satu sama lain. Lantas?


Tuesday, July 14, 2009

Sinai (4)

Setengah satu malam kami sampai di Sinai. sebelum berjuang menaiki pegunungan yang menjulang tinggi. Perut harus terisi. Tapi jangan kebanyakan. Gara-gara masakan sedap buatan Arie (panitia rombongan) saya kekeyangan . Perut jadi gak enak, rasanya mau buang air besar . Sementara kawan-kawan akan berangkat pukul satu tepat. Jadi antara mau dibeolkan atau tidak. Saya pilih terakhir itu, mengempat (menahan) hingga sugesti ingin beol lenyap dipikiran saya. Ide saya manjur, alhmadulillah. Walau berganti rasa menjadi ingin buang air kecil. Tak apalah, apa artinya air kecil dari (buang) air besar, kata saya. Ini juga saya tahan. Sayang hanya berhasil bertahan satu jam setengah. Di pertengahan puncak, di mana saat saudara Yasin Sadiqin, Azhar Amrullah Hafidz dan Imam Zarkasy berburu musa'adah –pahala- Tuhan dengan menunaikan shalat jama' Magrib dan Isya' di posko jualan. Saya mengumbar (membuang) air seni ditemani botol air mineral suci


Monday, July 13, 2009

Sinai (3)

Pengamanan ketat di jalan menuju arah puncak Sinai mengingatkan saya pada salah satu kawan yang terkena razia dua tahun lalu. Saat itu rombongan dalam bus panik satu sama lain. Ditengah sebagian orang sedang tidur nyenyak dalam perjalanan, tiba-tiba terdengar suara agar mempersiapkan passport atau tanda pengenal lainnya Karena akan ada pemeriksaan. Awalnya saya anggap itu biasa, pemeriksaan sepertinya hanya formalitas saja. Kewajiban seorang polisi pos jaga terhadap bus yang melintas. Saya juga berkeyakinan jikalau benar-benar salah semisal ketahuan belum memperpanjang visa, paling banter mungkin aparat keamanan hanya bilang "jangan diulangi lagi" melihat posisi kita seorang pelajar


Waktu itu tidak. Dengan ganasnya seorang polisi masuk dalam bus dan memeriksa satu persatu kawan-kawan yang kebanyakan masih terbaring lemas habis bangun tidur. Kepanikan berlanjut ketika seorang rombongan diintrograsi suruh keluar bus karena kedapatan pasportnya sudah kadawarsa. Di tempat posko polisi tersebut nampaknya terjadi perdebatan alot antara panitia dan aparat kepolisian hingga supir bus rombongan berusaha membantu menyelesaikan masalah supaya kawan itu bisa lepas bebas. Karena belum menemukan titik temu akhirnya panitia mengambil jalan pintas dengan memberi pesangon ke aparat kepolisian. Solusi ini sangat jitu


Sinai (2)

Menuju Sinai diperlukan perjalanan berjam-jam dari ibu kota. Ditemani hamparan padang sahara yang luas di sepanjangan jalan, kadang membuat kita terpesona atau sebaliknya menciptakan iklim yang membosankan. Rihlah (wisata) di sini memang tak terlepas dari hamparan sahara. Dari Iskandaria hingga yang terdekat pun semisal Ismailiyya padang sahara pasti akan kita jumpai


Salah satu solusi untuk menghilangkan kepenatan perjalanan adalah berhenti di kedai Kafe atau semacam restouran yang biasanya mangkal di pinggir jalan. Disini sebenarnya seorang sopir dituntut jeli dan berfikit jernih, mana Kafe yang sesuai dengan dompet mahasiswa dan mana Kafe tongkrongannya para turis asing. Agar nantinya tidak salah kaprah di saat melakukan transaksi jual beli. Apalagi seorang mahasiswa sudah terbiasa dengan harga murah, atau membiasakan diri melakukan penawaran ketat


Sunday, July 12, 2009

Sinai

Kawasan Suez hari Jum'at sore (10/07) kemarin nampak padat. Arus balik hari libur membuat ratusan mobil macet memanjang seperti kereta. Ini terjadi di perbatasan masuk ke Terusan Suez. Mobil-mobil yang hampir dipastikan –kebanyakan- merupakan kendaraan pariwitasa itu seakan tak berkutik termasuk rombongan saya


Setengah jam kami melaju pelan. Dengan mengendarai bus pariwisata bertempat duduk 33 kursi (biasanya di sebut bus nanggung) agenda ke Nguyun Musa terpangkas oleh kemacetan lalu lintas darat. Saya menyadari berlibur di hari Jum'at memang penuh resiko. Hiruk pikuk masyarakat pribumi hari itu lagi on air. Apalagi kawasan seperti pantai, Hadiqoh dll yang menjadi semacam agenda resmi liburan mingguan mereka, secara formalitas jelas akan merugikan orang non pribumi


Thursday, July 09, 2009

Kemenangan SBY dan Bejatnya Nilai JK

Gara-gara dipinjami buku "Harus Bisa" gaya memimpin a'la SBY karya Dr Doni Patti Djalal oleh Falah bikin tingkat kepercayaan saya kepada SBY semakin tinggi, dulunya yang cuman 0,2% setelah membaca berubah 90%. Beginilah gaya kampanye terselubung yang dilakukan pendung berat si FQ. Buku setebal tiga ratus halaman lebih itu sangat inspiratif. Banyak gaya dan cara kerja presiden SBY dibedah oleh Doni . Terlepas kurang subyektif sang pengarang karena masih dalam ruang lingkup kekuasaan, buku itu sangat bagus untuk kepemimpinan


Dilihat dari sudut pandang penerbitan di saat musim pemilu juga perlu waspadai. Nampak Doni menjual SBY lewat buku yang dikarangnya kepada pembaca. Toh nama SBY sebenarnya sudah jauh lebih popular dari pemanis-pemanis lain. Pemilu legislatif contohnya. Tingkat popularitas SBY mampu melambungkan partai baru yang ia bidani menduduki peringkat pertama. Dan diikuti –kembali- terpilihnya SBY menjadi presiden RI periode 2009-2014


Wednesday, July 08, 2009

Ke Dimyat (4 habis)

Malam itu hawa panas dan lokasi yang indah bikin orang gak bisa tidur nyenyak. Segelintiran kawan menikmati indahnya malam ditengah kawan lain sedang tidur pulas. Ada yang menyewa sepeda, roda pancal atau gitaran dan main kartu hingga fajar tiba. Seorang kawan bilang dia mentahbiskan malam bersama rokok dan main kartu bukan karena menikmati indahnya malam yang sebenar-benarnya, tapi karena tidak kebagian tempat tidur


Iya penyewaan tempat di kawasan Ra'su Barr dan sekitarnya memang terbilang mahal ketimbang daerah-daerah pariwisata lain semisal Matruh atau Suwes. Dengan anggaran pas-pasan, panitia tentunya harus memutar otak agar kenyamanan dan kebutuhan-kebutuhan lain seperti makan tetap jalan hingga pulang. Dan salah satunya adalah dengan menyewa tempat penginapan sedikit murah


Monday, July 06, 2009

Ke Dimyat (3)

Sebenarnya acara malam hari di tepi pantai Ra'su Barr waktu itu sangat indah. bukan hanya pada corak tepi pantai yang adu hai atau bergentayangan cewek-cewek cakep sedang mencari mangsa di malam minggunya Mesir. Tapi lebih pada suasana batin antara satu kekeluargaan yang kumpul dalam satu wadah di tempat terbuka. Namun sayangnya atraksi yang berjalan belum ada setengahnya ini ternodai oleh segerombolan penduduk kampung ---pribumi- yang hendak melihat beberapa penampilan dari kita


Penampilan yang semula dirancang oleh panitia rihlan berupa menyanyi, atau apapun yang hendak di set up menjadi kurang baik lantaran semakin berjubelnya penonton dari orang asing. Tidak hanya itu mereka –karena saking senangnya melihat kita- ikutan bernyanyi atau sekedar jalan-jalan ditengah berkumpulnya kami yang sedang membuat lingkaran bundar. Tidak tua atau muda larut dalam euphoria rombongan yang kian menghawatirkan


Sunday, July 05, 2009

Ke Dimyat (2)

Memang Bung Kadar mengungkapkan kepada saya saat berbincang-bincang di Kafe Bur Said bahwa obat andalan penangkal lelah selain Habbah Barakah adalah kuning telur kampung. Ini rutin ia jalani semenjak mendapatkan rangsangan dari kawan satu rumah si Iyan dan Encien. Begitu ia merasakan betapa nikmatnya menjaga stamina tubuh dengan kuning telur kampung mentah yang konon di campur dengan susu dan madu membuat badannya yang kurus mampu bertahan berjam-jam. Mengalahkan stamina saya yang sebenarnya jauh lebih berisi ketimbang dia


Ini bisa saya lihat kelincahan dia saat memandu rombongan tour IKBAL selama dua hari lalu mulai tanggal 2 dan 3 Juli 2009. Tidak ada dalam rombongan tersebut yang mampu menandingi stamina primanya Bung Kadar. Babe saja yang sudah berisi kawat balung besi masih kalah dengan dia. Apalagi dengan saya sangat jauhlah. Maka saya lemas dibuatnya saat dia ngajak jalan kaki ber kilo-kilo menuju Ra'su Barr. Apalagi yang diajak jalan semuanya prakstis dari kaum adam, mungkin suasananya berbeda jika ada diantaranya adalah kaum hawa. Pasti di situ akan timbul kekuaan gaib dari alam sugesti


Ke Dimyat

Saya bersama tiga teman lainnya Imam, Encien dan Falah secara terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian Dimyat di kawasan Ra'su Barr. Berawal dari iseng potret memotret tempat peribadahan orang Kristen Koptik yang berada dipinggir jalan kami berempat secara mendadak dipanggil oleh penjaga tempat peribadahan itu.


Awalnya pemanggilan itu kami anggap biasa saja. Karena masalah seperti ini paling banter mungkin cuman diminta mendelete hasil jepretan olahan tangan dingin si Imam. Karena saya sendiri pernah mengalaminya di Kairo memotret kawasan bebas foto, lalu dipanggil polisi dan suruh menghapusnya setelah itu beres tidak ada perdebatan atau pemanis apapun


Saturday, July 04, 2009

Under Construction

Blog ini masih dalam tahab pengembangan dari blog sebelumnya www.agusromli.com yg kena hack

Bertambah

Kali ini dia sudah berumur seperempat abad. Ada sepucuk harapan dan cita-cita yang ia genggam. Ada janji dan tugas yang ia pikul dari orang tua. Ada belahan jiwa yang ia umpat hingga suatu saatnya nanti ia buka. Rahasia-rahasia ilalang itu biarlah untuk sementara ia simpan rapat-rapat dalam peti jenazah. Cukuplah dia dan dia yang tahu. Aku hanya menunggu sampai batas waktu


Umur seperempat abat bukanlah umur sepele, bukan lagi muda dan tidak juga tua. Umur ini mengingatkan saya pada kanjeng nabi Muhammad. Nabi pujaan dan panutan umat yang mengakhiri masa paceklik lajang bersama Khotijah. Begitu indahnya saat itu seorang pembantu "dagang" mampu memikat saudagar kaya raya nan cantik Khotijah. Begitu pula Khotijah merasa beruntung ia dapat laki-laki tampan, berumur muda dan nabinya umat


Wabah Penyakit Bau

Hati-hati saja bagi calon penumpang bus yang hendak menuju kuliah. Di musim panas seperti sekarang ini banyak virus berbahaya perusak hidung. Bagi mereka yang berangkat dari kawasan Damerdasy tingkat kerusakan hidung masih di bawah nol koma lima persen. Begitu juga bagi mereka yang berangkat dari Buust. Kerusakan paling parah menurut survai terjadi di kawasan Hay Asyier dan kawasan lainnya seperti Tajamuk, Qatamiyah. Tingkat virus bau ke hidung ditaksir sekitar Sembilan puluh Sembilan persen. Faktor penyebabnya adalah karena lokasi yang begitu jauh dari perkuliahan, banyak orang hitam yang suka mengumbar ketiak dan kebiasaan lama mereka males mandi


Terik matahari belakangan ini sudah memanasi bumi, bikin kita keringeten terus. Lalu bikin badan kita bau. Membuat orang disekelilingnya menderu-deru. Mau marah tapi tak tau tujuan arah. Mau menghindar tapi kesulitan untuk keluar. Iya begitulah kalau kondisi antre dan penuh dalam bus. Apalagi di waktu jelang musim panas plus ujian seperti sekarang kayaknya diperlukan masker agar supaya penumpang lebih aman oleh serangkain serangan ketek bertubi-tubi dari penumpang lain