Skip to main content

Bom Hussain Kairo

Adakah agama di muka bumi ini mengajarkan umatnya berjihat dengan teori-teori di luat batas penalaran, semisal bom bunuh diri atau membunuh? Sejauh ini saya belum menemukan ajaran soal itu, dalam agama yang saya  anut batas-batas di luar penalaran itu merupakan tindakan kriminal yang terkategorikan sebagai toghut sebuah perilaku keluar dari Islam. Ajaran agama saya memberikan lampu hijau hanya kepada umatnya yang terdesak oleh musuh serta tidak ada jalan lain kecuali harus berbuat demikian

Saya tersenyum kecut melihat penuturan pahlawan sang mastro jihat Imam Samudra ketika diwawancarai oleh wartawan vivanews.com sebulan sebelum eksekusi. Sang pahlawan memaknai jihat adalah berperang melawan orang kafir. Jadi siapapun orangnya baik, jahat, kawan atau lawan selain agamanya adalah halal dibunuh dan orang yang membunuh menurut mereka di sebut sebagai jihat fisabillah. Di sinilah pemaknaan jihat menurutnya terungkap bahwa mereka belum bisa memahami jihat yang diingkan oleh Islam itu sendiri



Pemaknaan jihat dalam Islam adalah jihat fisabilillah, dalam teori ini para ulama sepakat bahwa jihat fisabililah adalah berperang melawan musuh Islam, merongrong sendi-sendi stabilitas Islam. Lebih luas lagi berjihat adalah berjuang mempertahankan keutuhan atau nasionasime dari bahaya latin. Oleh karena itu semuanya wajib berjihat tanpa melihat siapa mereka, agamanya atau politiknya. Maka sangat absurd keyakinan jihad Imam Samudra cs yang memperbolehkan membunuh "semua" orang kafir selain agamanya, padahal kita masih belum yakin seratus persen bahwa dalam agama Islam sendiri sudah aman dari penganutnya, seperti kasus Lia Aminuddin atau belakangan ini soal dukun fenomenal si Ponari yang mampu membius ribuan pasien dari pelosok Jawa Timur berobat kepadanya?

Kejadian di luar batas nalar manusia itu kemarin sore atau magrib kembali terjadi di kawasan kemplek universitas Al-Azhar,  tepatnya depan Masjid Hussain. Belasan orang tak bersalah kepada orang lain menjadi korban bom dari aksi yang disinyalir kelompok Jamaah Islamiyyah itu. Belasan orang berserakan bagaikan sampah, darah berlumuran di mana-mana, suasana depan Khan Khalili yang biasanya ramai oleh tongkrongan para turis domestik maupun asing berubah menjadi hening. Tak terlihat turis maupun penduduk pribumi lalu lalang di kawasan itu karena tadi malam untuk sementara Husain dan sekirtarnya menjadi milik aparat keamanan

Di saat aparat kepolisian sibuk di lokasi, keluarga dan kolega dari turis maun penduduk pribumi  tegang, stasiun televisi juga tak mau kalah. Dari sejumlah saluran televisi news berlomba-lomba menayangkan secara live. Meskipun sudah mengantongi izin sebagai wartawan tidak serta merta mereka dapat meliput di area komplek pengeboman, terlihat dari para juru kamera tadi malam di layar tv berada sangat jauh dari area lokasi karena mungkin sangat ketatnya penjagaan aparat kepolisian

Menurut laporan BBC Arabiya tadi malam, bahwa jumlah korban bom tersebut sebanyak 11 orang, sedangkan informasi dari Aljaeeza, Nilenews TVdan  berita portal uptude youm7.com sebanyak 16 korban, satu diantaranya tewas dilokasi kejadian. Menurut berita portal youm7.com bahwa bom dijatuhkan dari lantai atas sebanyak dua kali, namun yang berhasil meledak hanya satu sementara satunya lagi bisa diamakan aparat keamanan. Dari hasil deteksi didapati bahwa bom itu merupakan bom lokal ini artinya bahwa teroris masih berkisar penduduk pribumi dan tentu saja nanti ujung-ujungnya akan mengarah ke Jamaah Islamiyyah yang terkenal sebagai kelompok garis keras

Kejadian pengeboman di kawasan Husain pernah terjadi tahun 2005, pada tahun itu letaknya sedikit jauh dari lokasi keramaian dan mangkalnya para turis sehingga tidak menelan korban turis asing. Nampaknya teroris sekarang sudah mulai berani beraksi di depan  masjid Husain yang merupakan tempat para turis menikmati secangkir teh, kopi dan makan sebagaimana tadi malam terjadi

Teroris kembali beraksi? Siapakah teroris itu? Nama ini sebenarnya hanya penisbatan untuk mereka yang melakukan tindakan anarkis. Perbuatan anarkis tidak hanya melakukan tindakan fisik seperti mengebom, membunuh. Mencuri atau korupsi menurut saya termasuk kategori teroris karena melakukan tindakan anarkis keuangan umat

Dalam peristiwa tadi malam menurut isu yang beredar merupakan aksi teroris yang berbalut sorban. Media-media lokal mensinyalir pengeboman tadi malam adalah lanjutan pengeboman tiga tahun silam yang kurang berhasil. Dalam hal ini kelompok garis keras diduga berada dibelakang aksi maut itu.

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.