Skip to main content

Suq Ubur

Hari ini katanya hari Valentine hari kasih sayang sesama penggemar Valentino Rossi seorang bintang balap motor yang mampu memikat jutaan nyawa dibelahan dunia. Oleh karena saya maniak bola sepak bukan sepeda balap maka saya tidak berani merayakannya kecuali besok jika Inter Milan bisa memenangkan Derby lawan AC Milan. Saya akan berjingkrak-jingkrak, melebarkan senyum yang sudah satu bulan lewat bibir saya sulit diajak melebar karena masih lecet bekas kedodoran soal dari kuliah dan tentunya saya tidak akan sungkan-sungkan mengajak para pendukung AC Milan ikutan euforia bersama kami Interisti

Saya berani sedikit "taruhan" penonton pertandingan Derby besok mampu memecahkan rekor penonton piala dunia atau dua kali lipat penonton antara Menchester United dengan Arsenal tahun lalu :D. Percaya atau tidak itu terserah penilaian sampean yang pasti memang demikian adanya, saya tidak berani berandai-andai entar dikira titisannya Ponari dukun cilik yang minggu-minggu ini menjadi buah bibir rakyat Jawa Timur yang katanya mampu menyulap ribuan orang tak waras menjadi tak waraskan diri



Oleh karena nya untuk menyambut kemenangan Inter Milan besok, tadi  siang saya dan  kawan-kawan penghuni rumah Damerdas meluncur ke Suq Ubur. Sebagai orang lama saya sedikit kikuk didapuk sebagai penunjuk arah dari kawan-kawan lainnya karena  saya sendiri sudah lama tidak menikmati pemandangan luas yang bau ikan itu semenjak menempati kawasan baru Damerdas. Terakhir kalinya juli tahun 2007 sama Roland Gunawan, Maulana

Berangkat jam Sembilan siang dan sampai setengah jamnya, saya melihat pemandangan di TPI –tempat pelelangan ikan- terbesar se Cairo itu tidak ada perubahan menjanjikan. Dari tempat penjualan, jalan-jalan yang sedikit becek dan bau badan menyengak tetap saja seperti dulu. Tapi entah anak-anak yang pernah merayu saya dua tahun lalu supaya cepet beli ikannya apakah sekarang sudah pada kawin atau orang-orang tua dengan baju lubang-lubang dan sedikit melas itu sudah pada almarhum?

Kali ini saya tidak menemukan orang-orang itu seperti yang biasa menjadi langganan kawan-kawan  Riadi atau Roland – dua manusia yang pertama kali mengajak saya bersama Masykur dan Baidowi empat tahun silam- malah saya sedikit tegang melihat banyak orang bentrok memakai belati dilokasi karena persoalan bisnis. Tak ada korban jiwa dari aksi mereka, tetapi membuat situasi seperti berada dalam alam gaib menyeramkan, suara-suara meledak keras diseluruh penjuru ruangan. Persis apa yang pernah saya dengar rekaman  penyiksaan manusia di alam kubur yang sudah beredar itu

Hampir dua jam saya berada di sana. Waktu yang lama seukuran pembeli walau barang yang kami bawa hanya segelintir saja atau kira-kira enam puluh pound lebih pembelian. Sudah ada tiga kali saya kesana dan baru kali ini yang paling lama, tentu saja ada niatan lain dibalik itu, paling tidak saya bisa mendokumentasikan lewat jepretan sebagai warisan dan cerita ke anak cucu. Kenangan foto itulah yang penting karena siapa tahu tahun depan saya tidak bisa ke sana lagi

Tidak hanya saya, kawan lain yang menurut isu akan meninggalkan ranah masisir akhir tahun menujut Malaysia sangat antusias. Setiap kali berada dalam lokasi berbeda dia ingin mendapatkan kenangan dalam format gambar. Begitulah besarnya domentasi gambar atau apapun bentuknya dalam hidup yang semakin berkurang ini. Saya sendiri merasakannya saat kawan lama mengirimkan foto-foto zaman jadul ke email saya. Kadang tertawa, sesekali terhanyut ke masa silam oleh iringan lagu kenangan

Saat ini kenangan-kenangan untuk masa datang itu telah tersimpan dengan baik termasuk ke Suq Ubur tadi dan kenangan-kenangan itu tidak akan terbuka kecuali pada waktunya nanti ketika alam sedang bertanya atau saat matahari telah terbit dari barat

Terakhir, kata kawan yang sudah bosan dengan hari Valentine bilang malam Valentine biasanya sarat dengan cokelat, roti atau mesra-mesraan tetapi Valentin kali ini dengan nyate/bakar Ikan. Nah malam ini saya termasuk orang yang menikmati sate Ikan itu

Hidup sate Ikan eehh hidup Inter Milan

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.