Skip to main content

Posts

Showing posts from 2009

Batuk

Nyaris satu bulan ini saya terserang batuk+flu. Sepertinya puncaknya ya belakangan ini badan saya lemas, suhu tubuh panas dingin. Takut didakwah terserang flu babi saya baru mau memeriksakan diri dua hari lalu ke dokter samping rumah. Mengapa kok langsung ke dokter? Bukannya periksa saja sudah kena tarif/pajak. bukankah lebih nyaman langsug beli obat ke apotik, sudah irit efisien lagi
<!-- ckey="08B7DA86" -->
Kebiasaan yang terakhir ini saya ubah; lebih baik periksa ke dokter sejak dini sebelum beli obat. Saya sudah kapok kejadian tahun silam saat beli obat  flu tanpa resep dokter. Waktu itu bukannya flu saya sembuh, ginjal saya diserang oleh obat flu yang dosisnya mengerikan, sangat gede. Malam gak bisa tidur karena pinggang saya kesakitan. Tapi waktu itu saya belum tahu persis kalau sakit pinggang saya itu karena ginjal, walau hati nurani saya tiba-tiba menyuruh minum air menaral sebanyak-banyaknya. Baru ketahuan empat bulan berikutnya, ketika perut saya sakit, lalu di…

Al-Munief

Seandainya saja saya tidak punya utang terharap universitas saya, barangkali saya juga ikutan nimbrung bersama kawan-kawan lain; belajar bagaimana mencari penghasilan lewat keringat sendiri. Secara garis besar bekerja bukanlah profesi seorang kuli, buruh rendahan dan budak yang tak terhormat, namun bekerja secara umum sebenarnya juga merupakan rangkaian dari belajar; belajar  hidup mandiri, belajar terhadap realita
Realitas belajar ini dimanfaatkan kawan-kawan sebagai momentum awal menapaki kehidupan lewat Al-Munief Kargo, sebuah perusahaan resmi jasa pengiriman barang ke Indonesia berpusat di Madinah, katanya juga merupakan satu-satunya perusahaan yang mendapat tender dari penyelenggara Haji (depag). Sedikitnya ada 20 orang mahasiswa ikut nebeng di perusahaan itu

Safaga

Di sinilah skenario awal cobaan itu bermula; saya tertahan dan terpaksa harus balik kandang gara-gara visa saya salah ketik. Kekeliruan  dari kedutaan Arab Saudi itu membuat rencana saya bersama kawan-kawan satu groups bisa dikatakan menjadi sedikit berantakan, dan saya harus memulai dari nol lagi untuk mempersiapkan segala sesuatu pada pemberangkatan gelombang ke dua nanti, seperti membekalan urusan perut dan tetek bengeknya di safinah yang memakan waktu dua hari perjalanan
Untung  masih ada gelombang kedua jika tidak ada atau katakanlah pemberangkatan saya pada gelombang kedua terjadi masalah, apa jadinya?. Konsekuensinya barangkali saya bisa berangkat tapi melalui pesawat, atau malah saya tidak bisa berangkat sama sekali karena terjadi perbedaan status antara saya dengan muhrim yang berketerangan safinah dan yang tak bisa dipungkiri lagi waktu itu jadwal pemberangkatan pesawat sudah amat padat sekali, jadi kemungkinan kecil saya dapat berangkat lewat pesawat.  Bagaimanapun tuhan tel…

Muslim Masturoh

Di Zaheer saya bertemu Muslim Masturoh, anak saudagar bos beras Pak Masturoh dari Bekasi. Muslim yang juga satu periode di pesantren dulu itu masih seperti empat tahun lalu. Wajahnya Sembilan puluh persen tak berubah, bibirnya tetap lebar mirip pelawah terkenal Dono dan nampaknya memang tak ada perubahan signifikan darinya kecuali tertawanya saja semakin menakutkan
Pertemuan ini diawali dari kabar kawan di Abu Dabi saudara Ibnu Kusuma bahwa Muslim tahun ini haji, lalu saya meminta untuk mengasihkan nomer hp saya ke Muslim. Selang beberapa jam Muslim sms saya memakai nomer Indonesia dangan menanyakan posisi saya saat itu. Saya kira dia masih di Indonesia ternyata sudah berada di Zaheer, empat kilo dari asrama saya di Hujun

Abbas dan Polri

Semestinya instansi pemerintahan Indonesia atau lebih tepatnya para penegak hukum kita meniru Mahmoud Abbas, presiden Palestina yang menegaskan tak akan mencalonkan kembali pemilihan presiden Januari 2010 nanti. Meski masih teka-teki, namun keengganan Abbas menjadi orang nomer wahid di Palestina ditengarai banyak pihak karena kegagalan menciptakan rekonsiliasi permanen dengan Israel.
Abbas sadar, selama Palestina dipegang masih banyak pertikaian, krisis jalur gaza dan kebuntuan mencari solusi perdamaian. Inilah mengapa Abbas tak mau mencalonkan diri lagi. menurutnya, biarlah Palestina kelak dipimpin orang yang lebih baik darinya yang mampu menjaga keutuhan Negara, menciptakan perdamaian seperti yang pernah dirasakan sewaktu dipimpin Yasser Arafat dan terakhir supaya krisis Gaza segera berakhir

Goldstone dan Kasus KPK

Goldstone saat ini barangkali orang yang paling dibenci Israel. Ucapannya bahwa Israel telah melakukan penggaran besar dalam kasus peperangan dengan Palestina di jalur Gaza akhir tahun 2008 menjadi penyebab Negara zeonis itu berang. Laporan kebiadaban Israel yang menewaskan 1400 jiwa akhir tahun 2008 silam ternyata mengundang pihak PBB memberikan legitemasi kepadanya untuk memimpin dan mengusut tuntas kasus itu
Goldstone merupakan warga Afrika Selatan berkulit putih, ia adalah keturunan Yahudi dan mantan pengacara kondang di Johanesburg. Saat ini ia dipercaya oleh PBB menjadi Tim Pencari Fakta (TPF) atas dugaan kekerasan Israel terhadap warga Palestina di jalur Gaza. Penunjukan Goldstone mengetuai TPF menuai kontrofersi,  pihak Israel menilai penunjukan Goldstone akan merugikan dirinya sendiri; merujuk pada Goldstone sendiri yang merupakan keturunan Yahudi. Sedangkan dari kubu konservatif (Islam) menganggap penunjukan Goldstone hanya boneka permainan PBB

Tua-tua Keladi

Pada sebuah malam, saya menemukan seorang lelaki tua pemilik wartel dan penyedia jasa internet gelisah minta ampun. Lelaki itu bukan karena rumah kami belum membayar atau karena awal bulan yang berarti internet harus dibayar. Namun lelaki tua itu gelisah karena ketangkap basah sedang membuka situs esek-esek (porno). Saya tak tahu apakah lelaki tua itu sudah kawin atau belum, kok masih suka melihat yang gitu-gituan daripada mencobanya langsung
Berawal dari layanan online mati, saya lalu mendatangi penyedia jasa internet warga yang berlokasi di samping. Sampai di tempat, ternyata hanya pak tua yang ada, sementar anak muda yang sejak dua bulan lalu bekerja di situ dan lebih jago soal internet gak kelihatan batang hidungnya. Batin saya; wah pak tua ini kayaknya gak nyambung entar kalau saya nanya soal ini, itu dll. Beneran pak tua itu kebingungan ketika saya tanya. Malah secara tak sadar dia nunjukin browsingan senonoh yang barangkali barusan ia buka, lalu ditutup mendadak dan belum di ber…

Brazil, English dan Al-Jazeera Sport

Saya baru sadar kalau tadi malam (31/10/2009) saluran televisi Al-Jazeera Sport berulang tahun (sejak dilakukan uji coba tahun 2003). Ulang tahun tadi malam ditandai dengan jeda sejenak letusan balon dan tulisan happy birthday secara serentak di 11 channel sport miliknya. Sejumlah pertandingan yang tadi malam sedang berlangsung seperti AC Milan tiba-tiba berganti acara secara mendadak dalam tempo yang relatif singkat pula
Ulang tahun kali ini juga diikuti oleh berubahnya logo Al-Jazeera Sport, ini berarti sekarang ada perbedaan antara logo Al-Jazeera Sport dengan Al-Jazeera news secara mencolok. Sejumlah bintang kenamaan seperti Cristian Ronaldo, Messi, pelatih Arsenal Arsene Wenger, Adebayor dll ikut memberikan ucapan selamat ultah Al-Jazeera

A Burhan

Hari ini hati saya masih tersayat-sayat melihat kepedihan yang dirasakan warga Bosnia tahun 1995 lewat sebuah novel karya Isnam Taljic berjudul The Story Of Srebrenica "a novel about the war in Bosnia", yang saya dapat dari Maktabah Darr As-Salam. Novel ini menceritakan tentang kejadian maha dahsyat atas pembantaian warga muslim di daerah Srebrenica tahun 1995 yang berawal dari peperangan Serbia lawan Bosnia dalam membersihkan etnis muslim di Bosnia. Sedikitnya  ada 8000 muslim Bosnia tewas
Belum usai membaca novel yang pernah dikategorikan sebagai novel terbaik, kepedihan itu bertambah saat mendengar kabar tak sedap menghinggapi kawan satu rumah saya, saudara Agus Burhan. Kabar yang saya dengar ayahnya hari ini telang pulang selama-lamanya, Ayahnya dipanggil Tuhan yang mahas esa. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun
Kematian memang misteri, kita harus siap dengan kematian itu, kapanmu dan dimanapun kita berada. Kita tak tahu kapan giliran kita. Besokkah? Tahun depan, atau malah h…

Membangun Nasionalisme Lewat Sepak Bola

Seandainnya tuan rumah tadi malam (jum'at, 16/10/09) maju hingga final, pasti seluruh kursi stadion terisi penuh. Apalagi finalnya tadi malam bertepatan dengan hari libur nasional. Saya bisa pastikan seluruh jagat warga sini akan ikutan partisipasi, baik melihat secara langsung di stadion maupun lewat televisi. Seorang kawan pernah berdoa; semoga tuan rumah melaju hingga akhir final. Seorang kawan lain juga berapologi sambil berharap; kalau nanti tuan rumah hingga ke final saja, pasti lebih dahsyat, aura batin, suasana, emosi jagat warga sini akan tercurahkan pada pertandingan.
Belum sampai pada titik penghabisan pertandingan (final), harapan warga, keinginan simpatisan dan pendukung berat itu kemudian menjadi ilusi saat tuan rumah ditekuk tim non unggulan Costa Rica. Sudah bisa dibaca bagaimana aura warga ketika tuan rumah harus berakhir di awal fase grup, semula televisi (art) menyiarkan secara eksklusive pertandingan, lalu menjualnya (berbagi) ke televisi lain termasuk free air,…

Paimen, Facebook dan Michael Jackson

Seorang kawan pegiat blog curhat tentang animo warga dunia maya saat ini. Di tengah  panasnya udara kota dan dan kemacetan angkutan yang tak tertata,  ia datang dan bercerita dengan logat jawa. "Blog sekarang sepi ya Aa..!" Keluhnya

"Sepi gimana Men saya kok gak paham maksudmu itu" Sanggah saya. Sembari minum air Aqua ia kembali mengobral kata. "Mereka sudah ganti haluan ke Facebook Aa, kalau Friendster dulu sih gak terlalu, tapi Facebook kok bisa berpengaruh sekali ya, ampe dijadiin istri ke dua. Ini sangat mengkuatirkan Aa" Cerocos Paimen yang mengaku mengenal Facebook sebelum warga Indonesia digemparkan oleh jejaring pertemanan itu

"Mungkin teman–teman Paimen males belajar saja. Atau mereka sedang belajar nulis dan kebingungan bagamana menulis" Kata saya

Paimen hanya tersenyum kecut. Seolah tak terima teman-teman di blognya dianggap anak-anak baru belajar nulis. Di blognya memang tak semuanya yang ia link penulis amatiran. Ada beberapa penulis h…

Mengenang Dukun Santet (ninja)

Entahlah hari dan tanggal berapa puncak kegentingan pembantaian "berkedok" dukun santet di Banyuwangi. Yang pasti saya masih kelas dua SMP dan juga masih prematur tahu soal politik pasca tumbangnya orde baru. Siapakah dibalik isu mengatasnamakan dukun santet di Banyuwangi, hingga sekarang masih misteri. Sejumlah orang mengaitkan orba punya kans besar sebagai pihak eksekusi di balik pembantaian ratusan dukun santet yang berujung pada peneroran terhadap sejumlah pesantren di Jawa
Pendapat ini diletupkan sebagian kawan-kawan Banyuwangi saat nunggu makan bersama hari Selasa kemarin (mutsallas, 13/10/2009) yang mereka kutip dari isu-isu berkembang di seputar Banyuwangi. Salah satu kawan yang hadir, Mahmudi punya alasan mendasar, Orba yang sudah tumbang di tangan reformasi ingin mengacaukan suhu perpolitikan yang kala itu sedang bergejolak. Sedangkan menurut Hamid,  merebaknya pembantaian isu dukun santet yang pada akhirnya justru para kiyai menjadi sasaran merupakan aksi politik k…

Menyikapi Tantawi Lewat Media

Surat kabar Jumhuriah hari Kami lalu (8/10/09) memuat tulisan cukup menohok dengan judul "imamuna akbar; ittaqillah fiena". Sebuah tulisan opini seorang warga (makmum) atas kegelisahan testimoni imam besar, saat sang imam melakukan sidak di madrasah lingkungan Al-Azhar. Dalam testimoni itu, sang imam menyatakan (kepada salah satu murid madrasah) bahwa memakai niqob/cadar bukan tradisi Islam dalam arti, jika niqob menyusahkan pemakai maka niqob hukumnya haram
Petuah itu membuat sebagian media sini menaruhnya dalam laporan utama mereka. Dalam teori media, pernyataan kontrafersional seorang panutan umat merupakan lumbung padi media dalam meraih rating tinggi. Ada udang dibalik full, tentunya ada tujuan lain media bersangkutan melaporkan "fatwa" Syekh Tantawi itu, walau faktanya kita belum mengetahui maksud testimoni dari sang imam. Kita hanya meyimak laporan cerita media yang terpotong-potong, lalu memakainya dalam sebuah domain haram, lebih suci dari… dsb

Laju Pharaoh Dihentikan Costa Rica

Semuanya ikutan cawe-cawe. Pedagang sayur, tukang tambal ban, tukang jagal, tadi malam (6/10/09) tempat itu mendadak menjadi sebuah kafe mini yang terbatas/khusus untuk pekerja mereka. Sebuah tempat yang hampa, sempit dan penuh dengan bau bensin tiba-tiba terdapat televisi ukuran 14 inc di depan halaman dengan segelintir penonton. Begitulah yang saya lihat tadi malam sepanjang perjalan menuju kafe Damerdasy dalam nonton pertandingan piala dunia U-20 antara tuan rumah (mesir) lawan Costa Rica di babak 16 besar
Sesampainya di kafe, rasanya seperti di sebuah stadion, ratusan warga pribumi berjubelan nonton. Ada yang memakai baju kebesaran kesebelasan, membawa bendera dan memakai sesuatu yang seolah-olah mereka berada dalam lapangan untuk memberikan dukungan. Seperti ketika kesebelasan Mesir mendapatkan peluang mencetak gol, penonton ikutan teriak, dan begitu sebaliknya saat lawan membahayakan tuan rumah, ratusan penonton bersiulan

Noordin M Top Punya Hobi Lain?

Noordin M Top ternyata punya kebiasaan baru. Namanya saja sudah Top. Pasti kebiasaannya juga ngetop. Profesinya jadi tukang ngebom bisa dibilang sukses ketimbang belum sama sekali. Buktinya ratusan orang tewas akibat idiologi dia. Karena ingin ngetop akhirnya cerita kehidupan pribadinya mulai terkuak. Cerita ini malah muncul setelah dia tewas di tangan polisi bulan lalu
Iya berdasarkan informasi media, Noordin punya kebiasaan buruk. Dia disinyalir suka homo. Terlepas benar tidaknya berita itu, yang pasti cerita ini diperoleh setelah tim ahli forensik RSCM Dr Mun'im Idris dan pakar kriminologi UI Dr Adrianus Meilala melakukan pemeriksaan terhadap tubuh dia. Meski tidak mengangkat soal homo, lecet di pantat yang menurut tim ahli, bukan karena peristiwa heroik antara Polisi dan Noordin. Dengan begitu ada indikasi kebiasaan aneh dalam kehidupan dia termasuk dugaan Noordin melakukan sodomi dll. Benarkah?

Kekalahan Pertama Pharaoh di World Cup U-20

Kesebelasan Mesir harus gigit jari kemarin malam (28/09/2009) setidaknya kesempatan untuk mendapat hasil imbang yang sudah di depan mata buyar setelah Paraguay menjebol gawang Mesir di menit-menit akhir. Ini tentunya berlawanan dengan pertandingan awal saat mereka membantai Tabago dengan skor telak 4-1. Padahal tadi malam semua pendukung setia termasuk komentator pertandingan memprediksikan hasilnya imbang melihat hingga pada menit 90 tetap 1-1. Namun dewi fortuna kemarin sepertinya tak berpihak ke Mesir, mereka dipaksa mengakui kedigdayaan Paraguay yang hanya bermainkan 10 orang setelah Huth diusir wasit pada menit 37
Disaksikan ribuan pendukungnya yang memadati stadion Kairo, Mesir sebenarnya sejak awal bermain sangat berani. Tak satu pun terlihat mengumpul dibelakang seperti permainan sepak bola ala Italia. Dengan permainan ala Barcelona, Mesir mampu menyerang dari berbagai sisi.  Terlalu menyerang tentu saja berisiko terhadap pertahanan mereka (menjadi lemah), sementara di sektor g…

Son Haji

Malam ketiga hari raya, saya kedatangan Son Haji. Tak seperti biasanya dia datang sambil senyam-senyum seperti orang ketiban rezeki. Setelah saya tanya ternyata memang benar, dia  ngaku sebelum Idul Fitri dapat seratus lebih uang dari hasil Musa'adah. Tapi malam itu senyumnya bukan karena dapat uang banyak, melainkan ingin "menggugat" atas penulisan nama dia tanpa sepengetahuannya
Sambil dia mengobral kata (jawa) sana-sini dan membawa bulletin, akhirnya saya baru sadar oh masalah tulisan tentang Musa'adah itu. Haha memang nama Son Haji saya cantumkan sebagai salah satu pelaku pemburu Musa'adah. Lha gimana lagi memang benar kok dia pemburu sejati.  itulah Kelemah saya barangkali, kadang terlalu jujur dan sulit keluar dari rasa bohong. Bukannya nulis mesti jujur? Kata penulis. Meski kadang penyebutan nama pelaku saya plintir sedikit. Dalam tulisan di bulletin edisi Idul Fitri itu, nama Maulana saya tulis menjadi Mulen, Falahuddin saya plintir jadi Udin termasuk Son …

Tentang Haji

Koran lokal Misry Al Youm hari Rabu (16/09/09) memuat headline menarik; fatwa Ali Gom'ah soal kemungkinan ditiadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Fatwa mufti Mesir tersebut akan terlaksana jika penyebaran virus Flu Babi semakin tinggi. Sebelumnya pemerintahan Mesir melalu menteri kesehatan menyatakan bahwa puncak penyebaran virus ini akan terjadi pada musim dingin Januari nanti. Termasuk juga ada kemungkinan ditutupnya beberapa kegiatan belajar mengajar formal (sekolah) pada bulan itu
Oleh karenanya, berhati-hatilah bagi calon jamaah haji . Informasi ini barangkali sebagai peringatan dini terhadap dampak penyebaran wabah virus mematikan itu. Jangan memaksakan diri apabila pemerintahan sini melarang haji untuk tahun sekarang. Ada baiknya sedini mungkin kita mengenal lebih dalam tentang seluk belum penyebaran virus H1N1. Anda tentu sudah mendengar beberapa pesantren siswanya terserang virus mematikan ini? Atau tulisan saya kemarin di blog ini soal beberapa presiden terserang pe…

Idul Fitri

Hari raya telah menyapa. Secuail kata-kata terkirim ke yahoo saya. Ada yang indah. Ada pula yang latah seperti jlantah. Rata-rata ucapan soal ketulusan cinta. Cinta sejati dalam hati untuk memaafkan diri. Begitu banyak ucapan itu hadir dalam lembaran-lembaran ofllinan. Memaksakan saya untuk membaca kalimat demi kalimat yang tak beraturan. Kadang menjengkelkan, kadang pula memilukan. Jengkel karena penuh teka-teki; meminta maaf tapi harus lewat logika. Memilukan karena banyak diantara mereka  yang tak pernah bertegur sapa, tiba-tiba sekali menyapa langsung mengundang kata "minta maaf". Lalu apa kesalahanmu?
Baiklah saya akan memaafkan. Baik yang disengaja maupun tidak. Baik yang kenal maupun yang gak kenal. Begitu sebaliknya. Kalau ada rasa anu dan anu saya menyinggung, sudi kiranya dimaafin. Tapi yang aneh itu yang gak kenal atau baru meng-add, ikutan ribet minta maaf di YM. Mau saya balas gimana gitu. Kata-katanya seperti ini"Minta maaf ya, kalau ada kesalahan dan kekhi…

Noordin M Top dan Media

Banyak orang kemarin, hari ini, mengucapkan selamat buat Polri atas kehebatan Densus 88 menembak mati gembong teroris nomer wahid Noordin M Top. Banyak pula yang masih meragukan apakah benar mayat itu jasat Noordin, orang yang paling dicari di Asia Tenggara ini? Keraguan itu beralasan. Kasus bulan lalu menjadi pelajaran bahwa penggebrekan semestinya disertai tujuan jelas supaya media liputan tidak ragu lagi melaporkan kejadian tersebut ke pembaca. Demikian pula agar tidak dikatakan sebagai berita bualan alias berita isu
Kita tidak menafikkan, tes DNA itu benar adanya jasat Noordin. Kita juga bertanya-tanya; mengapa kasus demi kasus diungkap setelah kejadian? Kalau masalah itu tanyalah ke Polri. Namun yang jelas dua penggebrekan yang dilakukan Densus 88 itu laksana pembantaian yang nampaknya bermula tanpa memiliki tujuan jelas, meski pada akhirnya diikuti oleh polemik yang berbeda. Ibarat film, seperti cerita yang tak berjudul sehingga penontonlah pembuat kesimpulan dari film tersebut k…

Status Facebook

Banyak yang ragu tentang penulisan status Facebook (FB) termasuk saya. Ragu bukan berarti tidak percaya. Tapi ragu akan status asli yang ditulis oleh empunya Facebook. Tidak satu, dua saya menemukan kesamaan status yang ditulis seseorang. Meski FB adalah komunitas mikro pertemanan, menjiplak karya/karangan se cuail apapun tetap di sebut plagiat. Dan itu tentu saja tidak dibenarkan
Saya merasa prihatin kepada salah satu atau beberapa members di FB saya yang tak merasa bahwa tulisan statusnya persis dengan members saya yang lain. Narsis boleh saja. Ingin mengungkapkan unek-uneknya silahkan. Bergaya ria tafaddol. Namun kalau tulisan statusnya menjiplak karya orang lain itu bukanlah kebanggaan. Begitu sebaliknya, sejelek apapun status (FB) orang hingga berantakan tulisannya, saya akan memberi apresiasi sebesar-besarnya

Ketut dan Cerita Lainnya

Alat transportasi apa yang saat ini pas untuk dinaiki di negeri seribu menera ini? Delapan puluh coret, dua pulu empat jim atau enam sembilan? Seorang dukun dengan segala titel "tetek bengeknya" berapologi soal ini. “Jika kalian ingin berpergian kemana-mana naiklah taxi. Jangan enam sembilan, dua empat jim apalagi delapan puluh coret, kalau kalian tidak ingin kehilangan momentum sedetikpun”.

Mbah Ketut saat ini memang sudah berumur sembilan puluhan. Kebiasan muda yang fanatik naik delapan puluh coret sudah terganti dengan alat transportasi baru “taxi”. Maklum sudah tua, Jalan saja sudah pakai tongkat berkepala ular naga. Meski tua tapi beliau tergolong kelompok tua dengan reputasi muda. Salahsatu yang menjadi semboyan di waktu tuanya adalah bagaimana tetap eksis dalam menggapai keduniaan, termasuk bagaimana agar kebiasaan manis dulu menggaet "serdadu-serdadu" wanita tetap diminati oleh perempuan muda dengan latar belakang cantik

Begitulah kalau sudah tua-tua keladi, …

Inter vs Barca

Barcelona memang juara bertahan Liga Champion tahun lalu. Barcelona juga bukanlah klub sekelas Arema atau Persebaya yang gak seru jika belum dimulai aksi brutal. Barcelona adalah klub besar asal Catalan. Kawasan yang dipaksa Spanyol ikut bergabung. Namun keganasan, kedigdayaan itu masa lalu. Sekarang tinggal cerita saja. Sepeninggalan striker maut Samuel Eto'o, Barcelona telah mengalami masalah dengan kekuatan daya serang. Messi juga tidak bisa diandalkan. Bagaimana dia mau diandalkan, membantu Argentina saja kurang cukup mumpuni membawa tim tango itu lolos ke Piala Dunia di Afsel
Lalu bagaimana dengan Inter? Semua orang pasti tahu tentang kekuatan Inter tahun ini. Setelah mendatangkan sejumlah nama besar, klub asal ibu kota Milan tersebut kini digadang-gadang bakal ikut meramaikan bursa kandidat juara Liga Champion. Ibrahimovic memang sudah tiada. Namun kedatangan Samuel Eto'o yang merupakan mantan striker andalan Barcelona bakal mempertajam daya gedor Inter Milan. Kemenangan …

Flu

Dalam satu bulan ini surat kabar Al-Ahram beberapa kali menurunkan berita utama soal penanganan Flu Babi. Nampaknya virus di negeri ini sudah mulai akut. Husni Mubarak hingga cawe-cawe mengumpulkan menteri-menterinya yang dibawah koordinator/komando M Nadhief membahas soal ini. Ada apa dengan Flu Babi? Siapa saja yang terserang kok Mubarak semakin sewot dengan virus ini
Slidik punya slidik ternyata penguasa negeri Fir'aun itu ketakutan dengan virus H1N1. Flu Babi terkesan virus tanpa pandang bulu. Tengok saja berita terjangkitnya presiden Kosta Rika Oscar Arias. Belum usai atas kondisi presiden tersebut, muncul informasi lagi bahwa presiden Kolombia Alvaro Uribe terserang penyakit yang konon belum ada obatnya

Ngobrol Indonesia

Namanya Ahmad. Ia pelajar di universitas Ain Syam. Orangnya pendek. Rambuknya sedikit kriting sebagaimana tipe rambut kebanyakan orang sini. Di sebuah malam yang remang-remang. Pada perjalanan pulang ke Damerdasy dari Suq Komputer Roxi lewat jalur kereta, saya berbincang-bincang sama dia. Diawali dengan basa-basi/kenalan. Ahmad menyodorkan asal, sekolah dan tinggal di mana. Awalnya saya cuaekin. Basa-basi seperti ini sudah lumrah di sini. Tidak pedagang, pelajar maupun orang tua kadang bermain-main sama orang non pribumi
Dalam bahasa umunya orang pribumi seperti ini "What's your name" Dengan "r" diperjelas sejelas-jelasnya. Atau kalau anda simak di Melodi Tunes, televisi musik barat sepanjang hari, kadang ditemukan ungkapan seperti ini "All English" Dibaca televisi tersebut dengan "Oll englesh". Saya pasti tertawa kalau kebetulan pas mendengar Melodi Tunes itu. Masak televisi sebesar gitu ejaannya masih –nyaris- ke mesirannya nampak. Lalu a…

Resiko Wartawan

"I'm journalist" . "I'm..duarr tembatakan tentara Israel meghantam tubuh jurnalis BBC London saat sedang melakukan liputan. James Miller adalah juru kamera pada stasiun televisi tersebut. Ia bersama pembawa acara seorang perempuan semula ingin membuat film dukumenter tentang kehidupan warga Gaza di Palestina. Namun belum usai pembuatan film, nyawa sang penggagas sekaligus juru kamera tewas oleh tentara Israel
Ceritanya malam itu jurnalis asal Inggris tersebut sedang berada di salah satu rumah warga Gaza. Malam itu memang sedikit gelap. Lampu menyala apa adanya karena kehidupan termasuk air diputus oleh tentara Israel. Seperti biasa aktivitas tentara Israel adalah membongkar bangunan rumah milik warga Gaza sebagai upaya perluasan wilayah kaum Yahudi. Aktivitas para jurnalis yang berada di rumah salah satu warga terlihat tentara-tentara Israel. Dengan persenjataan lengkap dengan tenk-tenknya. Para jurnalis yang malam itu sedikitnya ada empat wartawan dari surat kab…

Yang Porno Itu

Aneh, katanya "merasa" pejuang Tuhan, tentara-tentara Islam kok malah mengoleksi majalah syur. Begitu yang terjadi di kantor redaksi arrahman.com media milik Mohammad Jibril, seorang yang diduga penyandang dana pengeboman hotel Marriott sebagaimana diwartakan detik kemarin. Lalu kalau sudah ketahuan belangnya apa lagi yang akan dijual M Jibril cs itu? Jihat? Jual Sempak?
Semuanya memang masih spekulasi. Baik Jibril, Polisi belum menemukan titik temu apakah Jibril terlibat atau gak. Namun yang pasti Jibril sepertinya memang bertipe aliran keras. Ayahnya saja eyang Abu Jibril penganut wahabi khobis. Sementara M Jibril belakangan diketahui pernah berguru mencari ilmu (kekebalan untuk jihat) ke Pakistan. Pusat bom-boman mereka yang ingin mati syahid dan sangit

Maidatul Ar-Rahmah (2)

Maidatul Ar-Rahmah yang berarti makan penuh rahmah karena dilakukan (makan) secara bersama merupakan rutinitas warga sini di bulan ramadhan. Dalam tradisi Indonesia di sebut sebagai takjil bersama. Bedanya Takjil biasanya menyajikan menu-menu ringan seperti kurma, kolak, es. Sedangkan Maidatul Ar-Rahmah nyaris kebanyakan menghidangkan menu-menu berat
Pelayanan Maidatul Ar-Rahmah tidak melulu identik dengan tempat peribadatan. Kafe yang mafhum dengan nongkrong maupun nyisa di bulan ramadhan di sulap menjadi tempat berbuka. Pun pada tempat-tempat lain seperti di pinggir jalan atau di samping rumah. Di tempat saya Damerdasy misalnya malah penyelenggaranya bos kelompok pencuci mobil

Maidatul Ar-Rahmah (1)

Makan bersama adalah satu hal paling nikmat. Apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara bersama akan terasa indah. Slank menggambarkan "makan gak makan yang penting kumpul". Saking pentingnya kebersamaan, makan bagi Slank bukan hal paling serius. Demikian sebaliknya se canggih apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara nafsi akan jadi basi dan kurang dinikmati
Maidatul Ar-Rahmah barangkali mewakili itu. di setiap bulan ramadhan buka bersama di Maidatul Ar-Rahmah menggambarkan bagaimana menu makanan yang dihidangkan. Terlepas daging, ikan dan ayama, Maidatul Ar-Rahmah sebenarnya bukanlah kosumsian lidah orang Indonesia. Bumbu-bumbu racikan penduduk pribumi yang ala kadarnya terasa makanan seperti itu biasa saja bahkan tak nyaman. Karena dilakukan secara bersama rasa gak enak menjadi enak

Duwaiyah

Duwaiyah itulah nama tempat kuburan yang sangat luas. Ribuan orang dikebumikan di sana. Dari rakyak jelata hingga rakyat jelita disemayamkan. Duwaiyah bukan sekedar tempat peristirahatan terakhir manusia, namun juga menjadi tempat pariwisata turis domestik dan asing. Luasnya area komplek pemakaman lambat laun menjadikan Duwaiyah sebagai perkampungan mendadak. Banyak tempat pemakaman sekarang dihuni oleh penduduk
Bangunan makam bergaya kuno masih banyak ditemukan dan berdiri nun kokoh di sana. Puluhan ulama kharismatik maupun manusia biasa berjejelan di tengah padatnya arus lalu lintas kota. Tentu bagi mahasiswa asing tempat itu bukan hal aneh karena Duwaiyah merupakan jalur menuju ke perkuliahan di Husain. Demikian pula penduduk pribumi. Ribuan kuburan tak menjadikan Duwaiyah sebagai tempat sakral/berbau mistik dan angker

Musa'adah

Setelah sholat Terawih di hari pertama saya mendapat kabar baik dari Syakir melalui Wawan Al-Jufri bahwa akan ada pembagian Musa'adah fulus sebesar 200 Pound. Saya tak percara. Uang sebesar itu masak dimusa'adahin, paling banter 50 pound pikir saya. Selama ramadhan di Damardes dalam dasawarsa satu tahun, saya belum mendengar masjid besar Qies yang berlokasi di samping rumah bagi-bagi uang. Wawan yang sudah pulang duluan bersama saya rela turun gunung "demi" mengejar isu Musa'adah yang ia terima dari Syakir lewat hp itu
Saya mengelak diajak. Menunggu info saja, siapa tahu itu hanya isu buatan Syakir. Setengah jam berikutnya mereka berdua datang. Sambil terkekeh-kekeh karena naik turun gunung (tangga) saya menebak kayaknya tak dapat. Syakir selaku pihak yang bertanggung jawab bercerita sambil membela diri. "Musa'adahnya besok, bukan sekarang" . "Oh terus benar dapat 200 pound?" Tanya saya. "Insya Allah" Jawab Syakir sambil memberi t…

Blog Agus Romli On Mobile

Di pagi yang masih gelap, hp saya berdering. Nampak sebuah pesan pendek masuk ke nomer saya. Meski agak berat saya berusaha membuka siapa tahu ada hal penting yang harus diketahui. Ternyata pesan pendek berisi ucapan. "Met ultah John. Jgn lupa ngaji ! Moga pjg umur&smua yg d cita2kan dpt tercapai. Amien3x". Begitu pesannya. Duh mentang-mentang berlangganan sms gratisan ya batin saya
Malam hari tadi giliran seorang wartawan senior Antara (Qotomiyah dan Tajamuk) mengirim pesan pendek. Kalau sms kali ini sedikit beda dari yang lain. Ini bukan ucapan salamat tapi semacam usaha mencarikan solusi. "Sgera yg lg kbanjirn ucapn ULTAH..hhuahua". tulisan sms itu. Entah maksud kata "segera" dari bung Ris. Menurut kamus besar terbitan ikbal, segera itu berarti mengajak, anjuran untuk slametan. Lain halnya dengan kamus Damerdas. Segera berarti diajak mengikuti slametan. Bedanya gak terlalu mencolok sih. Cuman berawalan (di) dan (me). Walau demikian jangan meremehp…

Al-Jazeera

Jaringan televisi Al-Jazeera tadi malam (14/08/09) meresmikan channel tambahan. Sebanyak empat channel plus satu HD mengudara. Penambahan ini tak luput dari usaha Al-Jezeera mendapatkan hak siar secara eksklusif Liga Champion yang sebelumnya selama bertahun-tahun dipegang ART. Jadi total channel Al-Jazeera Sport saat ini menjadi sebelas dua diantaranya free air (gratis)
Al-Jazeera Sport yang melakukan uji joba siaran tahun 2003 telah berhasil membangun proyek besar untuk olah raga. Salah satu keberhasilannya adalah – semenjak tahun 2005 hingga kini- menyiarkan secara eksklusif Liga Italia, Spanyol, Portugal, Brazil dan Piala UEFA yang mendapatkan tanggapan bagus dari pelanggan. Tahun ini tambah mantap. Televisi yang bermarkas di Doha Qatar itu selain menampilkan secara eksklusif Liga Champion juga akan menayangkan Liga Prancis, Belanda, Jerman. Dengan begitu Al-Jazeera bukan hanya menjadi top news tv yang sudah dulu dikenal tapi juga merambah bisnis secara serius ke segmen olah raga

Harga

Seorang kawan tersipu lugu saat mendengarkan harga buku bacaan semakin mahal. sambil meraba-raba kantong saku, ia mencoba membandingkan dengan tingkat persaingan harga elekronik seperti hp, komputer/notebook yang kian hari kian aduhai saja murahnya. Produk usb modem misalnya, empat bulan lalu masih berkisar di atas empat ratusan pound. Sekarang? Turun dua kali lipat. Usb modem Etisalat dulu masih empat ratusan kemudian turun menjadi dua ratusan, sekarang cuman seratusan. Mobinil usb apalagi lebih gila dari lima ratusan pound menjadi seratus empat puluh pound. Sementara harga buku berbanding balik. Kian tahun semakin naik
Saya kurang tahu perbedaan seperti itu. Perbedaan pangsa pasar antara buku dan pernak-pernik lain (elektro). Atau karena buku adalah lautan ilmu? Yang terakhir ini barangkali benar. "Sebuah barang seperti notebook tidak akan ada (tercipta) tanpa adanya ilmu. Di sinilah mengapa harga buku itu semakin lama malah semakin mahal" Kata nasihat kawan saya si Paijo

Jihat Ala Marwa El Sherbini

Peristiwa pengeboman di Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton Jum'at 17/07/09 lalu telah mengubah kembali persepsi Indonesia di mata dunia  Internasional. Setidaknya sebagai negara yang -dianggap- berhasil menumpas teroris dalam beberapa tahun belakangan ini. Kita sempat berbangga kala itu, pidato presiden Amerika Serikat Barack Obama di Cairo University bulan Juni kemarin sempat beberapa kali menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi dan toleransi. Obama secara tidak langsung sebenarnya telah mempromosikan Indonesia di mata dunia Internasional bahwa Indonesia patut dijadikan contoh dan panutan umat dunia

Namun apa boleh buat, belum genap tiga bulan sanjungan orang nomer wahid di Amerika itu ternyata teroris masih bertebaran di Indonesia.  Kali ini sasarannya adalah hotel Marriott dan Ritz Carlton di mana yang terakhir merupakan tempat yang bakal dijadikan markas penginapan skuat Sir Alex Ferguson dalam tour MU ke Asia

Pasca kejadian tersebut, spekulasi pun berterbaran bak jamur. Dari…

Ibnu K

Seorang kawan sore tadi (10/08/09) menghubungi saya  menginformasikan kalau dia berada di bandara internasional Abu Dhabi. Menurutnya malam nanti dia akan bertolak liburan ke Indonesia. "Halo saya si anu gimana kabar anda?" Awal sapa pembicaraan dia sambil cekikikan. "Ngapain anda pulang?" Ala' tull atau hanya liburan?" Kata saya. "Endak saya paling cuman berhari raya di Indonesia saja. Pumpung gratis dari Bos" Jawaban dia yang menurut insting saya kali ini si Anu sangat bahagia dari masa-masa lalu
Ini pasti gara-gara dapat tiket gratis liburan pulang. Soalnya tiga bulan lalu dia sudah pulang Indonesia secara mendadak saat keluarganya meninggal. Ya mabruklah. "Jangan lupa sampaikan salam saya ke kawan-kawan sana ya,,kalau saya mau pulang liburan ke Indonesia. Jangan lupa pula kabari kalau pakai Singapura Airlines. Sampaikan wa bil khusus ke Pak Masykur itu" Kata dia sambil tertawa terbahak-bahak bin promosi

QO

Bagaimana kelanjutan Portal Dunia Timur Tengah itu? Ini pertanyaan senior Qalam Online Koyank di Indonesia suatu saat jelang akhir ujian tahun kemarin. Qalam Online (QO) yang sempat selama lima tahun beralamat di www.qalam.or.id semenjak tiga bulan lalu bermigrasi ke www.qalamonline.net. Bermula dari ide kuat dan semangat yang memikat dari Falah , Qalam Online reborn akhirnya mengalami perubahan signifikan. Ide Falah memang cospleng, ia tahu selera masyarakat sekarang. Ia mampu menangkap pangsa pasar saat ini dimana media konvensional (arus utama) mulai bermigrasi ke media online. Tentu saja Qalam Online yang dulu cuman media berita lokal dan sampelan dari Qalam Cetak tak mau ketinggalan. Dengan dana terbatas, Qalam Online mulai melebarkan sayap dengan menyajikan informasi berita Timur Tengah secara mendalam
Tiga bulan lalu saya sempat menangkap semangat luar biasa para jurnalis Qalam Online (QO). Haji Imam, Bung Kadarisman, Mumu, Tante Nisa dkk datang berkali-kali jauh dari kediam…

Penyakit

Hati-hati dengan penyakit FB. Virus ini sangat berbahaya. Ini nyawa taruhannya. Flu Babi (FB) sekarang sedang naik daun. Tidak di kota, desa, pesantren pun virus FB sudah masuk. Menurut Kompas, sedikitnya ada beberapa pesantren diduga santrinya terkena penyakit Babi. Ini virus sudah mulai nerunyam. Pesantren tak mengkonsumsi Babi kok bisa FB masuk? Penyakit memang seperti tamu. Datang tak diundang. Tapi mengusirnya harus pake tendang (paksa). Minggu lalu Misr Al-yaum menurunkan berita. Ada satu warga meninggal dunia terinfeksi Flu Babi. Makin banyak informasi tentang FB bikin saya makin merinding. Ini virus makin akrab saja dengan manusia, seperti virus influensa. Tapi resikonya sangat luar biasa. Nyawa jadi taruhan
Sudah tiga hari ini kawan satu rumah saya kena virus. Badannya panas, sering buang air besar, wajahnya pucat. Usaha awal sudah ia lakukan. Kemarin dibelikan obat di Apotik. Hasilnya masih belum sempurna. Obat sini semestinya cospleng langsung sembuh, karena dosisinya super …

Beralih

Menjamurnya jejaring sosial lambat laun meredupkan aktifitas ngeblog. Dari pantauan yang saya lacak, hampir separo friendship blog saya maupun blog lain sudah pada momplong alias karatan. Warga maya sudah mulai berganti dimensi ke arah lain. Menulis blog tak lagi semarak tahun-tahun lalu. Hadirnya Facebook menjadi momok serius warga dunia maya. Sebuah berita melaporkan Facebook tak hanya menjadi teman permainan dunia maya, tapi menjadi istri ke dua
Beginilah kehidupan baru di zaman web 2.0. Semuanya serba praktis dan gratis. Praktis dalam berkomunikasi serta gratis layanannya. Dengan begitu secara gak sadar masyarakat diajari bersikap menja. Seperti pada kasus bergantinya tayangan liga Inggris dari teve analog ke teve kabel. Bak tertimpa kasus korupsi. Separo dari total maniak liga Inggris Indonesia menggrutu, tak sungkan-sungkan diantaranya dilakukan dengan demonstrasi. Belum tahu atau berpura-pura gak tahu jika harga hak siar liga tersebut selangit pasca meningkatnya pamor liga in…

Berduka

Kamis (16/07) sebuah offlinan berhampiran di YM saya. Antara percaya dan tidak mengabarkan bahwa salah satu rombongan IKPM asal Ponorogo Jawa Timur meninggal dunia di pantai Sharm Elshekh. Belum jelas keterangan offlinan itu. Di pantai mana ia tenggelam. Apakah pantai yang minggu lalu saya jamahi? Atau pantai lain yang konon sangat indah namun berbahaya? Hamid Komat Kamid pemberi kabar berita hanya terdiam sipu saat saya memperjelas kabar angin-anginan itu. Qamar pun demikian. Dua pengurus Gama Jatim itu hanya menimpali pertanyaan saya dengan jawaban "tunggu kabar berikutnya"
Kabar burung itu semakin terkuak jelas hari berikutnya bahwa telah meninggal anggota IKPM yang sedang rihlah ke pantai Sharm Elshekh. Menurut laporan Imam Z, alumni Gontor itu merupakan mahasiswa baru. Dua bulan dia menginjakkan kaki di bumi kinanah. Saya sendiri belum tahun apakah almarhum sudah mendaftar di Al-Azhar atau belum. Yang jelas dia salah satu santri berprestasi di Gontor dan mungkin juga kad…

Sinai (5) Habis

Apa yang bikin nyali kamu, kita, mereka inginkan dari keberadaan di puncak? Menapak tilas peninggalan nabi Musa? Atau ingin melihat pemandangan indah dari Sunrise? Sulit diterka. Seorang kawan bercerita sambil terbata-bata. "Gunung Tursina merupakan tempat dimana nabi Musa bertatap muka dengan Tuhannya, namun kebanyakan orang –seolah- memiliki tujuan lain, berekreasi serta menikmati indahnya Sunrise"
"Kok bisa keh?" Sahut saya. "Tuh lihat reaksi dari turis-turis dan turost tuh, mereka –kebanyakan- kebelet mengejar terbitnya Sunrise, jadi nampak bukan karena sejarahnya". Timpalnya
Dari jawaban Keh itu, menimbulkan sebuah ilustrasi bagi diri saya. "Benarkan puncak ini, tempat yang kita duduki, di sini nabi Musa menerima wahyu?" Pertanyaan sangat ironi bagi saya. Tapi setidaknya ini sebagai bahan uji nyali atas sikap kepercayaan orang selama ini bahwa di situlah nabi Musa benar-benar menerima wahyu. Sedangkan sejarah hanya melukiskan bertempat di bu…

Sinai (4)

Setengah satu malam kami sampai di Sinai. sebelum berjuang menaiki pegunungan yang menjulang tinggi. Perut harus terisi. Tapi jangan kebanyakan. Gara-gara masakan sedap buatan Arie (panitia rombongan) saya kekeyangan . Perut jadi gak enak, rasanya mau buang air besar . Sementara kawan-kawan akan berangkat pukul satu tepat. Jadi antara mau dibeolkan atau tidak. Saya pilih terakhir itu, mengempat (menahan) hingga sugesti ingin beol lenyap dipikiran saya. Ide saya manjur, alhmadulillah. Walau berganti rasa menjadi ingin buang air kecil. Tak apalah, apa artinya air kecil dari (buang) air besar, kata saya. Ini juga saya tahan. Sayang hanya berhasil bertahan satu jam setengah. Di pertengahan puncak, di mana saat saudara Yasin Sadiqin, Azhar Amrullah Hafidz dan Imam Zarkasy berburu musa'adah –pahala- Tuhan dengan menunaikan shalat jama' Magrib dan Isya' di posko jualan. Saya mengumbar (membuang) air seni ditemani botol air mineral suci

Sinai (3)

Pengamanan ketat di jalan menuju arah puncak Sinai mengingatkan saya pada salah satu kawan yang terkena razia dua tahun lalu. Saat itu rombongan dalam bus panik satu sama lain. Ditengah sebagian orang sedang tidur nyenyak dalam perjalanan, tiba-tiba terdengar suara agar mempersiapkan passport atau tanda pengenal lainnya Karena akan ada pemeriksaan. Awalnya saya anggap itu biasa, pemeriksaan sepertinya hanya formalitas saja. Kewajiban seorang polisi pos jaga terhadap bus yang melintas. Saya juga berkeyakinan jikalau benar-benar salah semisal ketahuan belum memperpanjang visa, paling banter mungkin aparat keamanan hanya bilang "jangan diulangi lagi" melihat posisi kita seorang pelajar
Waktu itu tidak. Dengan ganasnya seorang polisi masuk dalam bus dan memeriksa satu persatu kawan-kawan yang kebanyakan masih terbaring lemas habis bangun tidur. Kepanikan berlanjut ketika seorang rombongan diintrograsi suruh keluar bus karena kedapatan pasportnya sudah kadawarsa. Di tempat posko …

Sinai (2)

Menuju Sinai diperlukan perjalanan berjam-jam dari ibu kota. Ditemani hamparan padang sahara yang luas di sepanjangan jalan, kadang membuat kita terpesona atau sebaliknya menciptakan iklim yang membosankan. Rihlah (wisata) di sini memang tak terlepas dari hamparan sahara. Dari Iskandaria hingga yang terdekat pun semisal Ismailiyya padang sahara pasti akan kita jumpai
Salah satu solusi untuk menghilangkan kepenatan perjalanan adalah berhenti di kedai Kafe atau semacam restouran yang biasanya mangkal di pinggir jalan. Disini sebenarnya seorang sopir dituntut jeli dan berfikit jernih, mana Kafe yang sesuai dengan dompet mahasiswa dan mana Kafe tongkrongannya para turis asing. Agar nantinya tidak salah kaprah di saat melakukan transaksi jual beli. Apalagi seorang mahasiswa sudah terbiasa dengan harga murah, atau membiasakan diri melakukan penawaran ketat

Sinai

Kawasan Suez hari Jum'at sore (10/07) kemarin nampak padat. Arus balik hari libur membuat ratusan mobil macet memanjang seperti kereta. Ini terjadi di perbatasan masuk ke Terusan Suez. Mobil-mobil yang hampir dipastikan –kebanyakan- merupakan kendaraan pariwitasa itu seakan tak berkutik termasuk rombongan saya
Setengah jam kami melaju pelan. Dengan mengendarai bus pariwisata bertempat duduk 33 kursi (biasanya di sebut bus nanggung) agenda ke Nguyun Musa terpangkas oleh kemacetan lalu lintas darat. Saya menyadari berlibur di hari Jum'at memang penuh resiko. Hiruk pikuk masyarakat pribumi hari itu lagi on air. Apalagi kawasan seperti pantai, Hadiqoh dll yang menjadi semacam agenda resmi liburan mingguan mereka, secara formalitas jelas akan merugikan orang non pribumi

Kemenangan SBY dan Bejatnya Nilai JK

Gara-gara dipinjami buku "Harus Bisa" gaya memimpin a'la SBY karya Dr Doni Patti Djalal oleh Falah bikin tingkat kepercayaan saya kepada SBY semakin tinggi, dulunya yang cuman 0,2% setelah membaca berubah 90%. Beginilah gaya kampanye terselubung yang dilakukan pendung berat si FQ. Buku setebal tiga ratus halaman lebih itu sangat inspiratif. Banyak gaya dan cara kerja presiden SBY dibedah oleh Doni . Terlepas kurang subyektif sang pengarang karena masih dalam ruang lingkup kekuasaan, buku itu sangat bagus untuk kepemimpinan
Dilihat dari sudut pandang penerbitan di saat musim pemilu juga perlu waspadai. Nampak Doni menjual SBY lewat buku yang dikarangnya kepada pembaca. Toh nama SBY sebenarnya sudah jauh lebih popular dari pemanis-pemanis lain. Pemilu legislatif contohnya. Tingkat popularitas SBY mampu melambungkan partai baru yang ia bidani menduduki peringkat pertama. Dan diikuti –kembali- terpilihnya SBY menjadi presiden RI periode 2009-2014

Ke Dimyat (4 habis)

Malam itu hawa panas dan lokasi yang indah bikin orang gak bisa tidur nyenyak. Segelintiran kawan menikmati indahnya malam ditengah kawan lain sedang tidur pulas. Ada yang menyewa sepeda, roda pancal atau gitaran dan main kartu hingga fajar tiba. Seorang kawan bilang dia mentahbiskan malam bersama rokok dan main kartu bukan karena menikmati indahnya malam yang sebenar-benarnya, tapi karena tidak kebagian tempat tidur
Iya penyewaan tempat di kawasan Ra'su Barr dan sekitarnya memang terbilang mahal ketimbang daerah-daerah pariwisata lain semisal Matruh atau Suwes. Dengan anggaran pas-pasan, panitia tentunya harus memutar otak agar kenyamanan dan kebutuhan-kebutuhan lain seperti makan tetap jalan hingga pulang. Dan salah satunya adalah dengan menyewa tempat penginapan sedikit murah

Ke Dimyat (3)

Sebenarnya acara malam hari di tepi pantai Ra'su Barr waktu itu sangat indah. bukan hanya pada corak tepi pantai yang adu hai atau bergentayangan cewek-cewek cakep sedang mencari mangsa di malam minggunya Mesir. Tapi lebih pada suasana batin antara satu kekeluargaan yang kumpul dalam satu wadah di tempat terbuka. Namun sayangnya atraksi yang berjalan belum ada setengahnya ini ternodai oleh segerombolan penduduk kampung ---pribumi- yang hendak melihat beberapa penampilan dari kita
Penampilan yang semula dirancang oleh panitia rihlan berupa menyanyi, atau apapun yang hendak di set up menjadi kurang baik lantaran semakin berjubelnya penonton dari orang asing. Tidak hanya itu mereka –karena saking senangnya melihat kita- ikutan bernyanyi atau sekedar jalan-jalan ditengah berkumpulnya kami yang sedang membuat lingkaran bundar. Tidak tua atau muda larut dalam euphoria rombongan yang kian menghawatirkan

Ke Dimyat (2)

Memang Bung Kadar mengungkapkan kepada saya saat berbincang-bincang di Kafe Bur Said bahwa obat andalan penangkal lelah selain Habbah Barakah adalah kuning telur kampung. Ini rutin ia jalani semenjak mendapatkan rangsangan dari kawan satu rumah si Iyan dan Encien. Begitu ia merasakan betapa nikmatnya menjaga stamina tubuh dengan kuning telur kampung mentah yang konon di campur dengan susu dan madu membuat badannya yang kurus mampu bertahan berjam-jam. Mengalahkan stamina saya yang sebenarnya jauh lebih berisi ketimbang dia
Ini bisa saya lihat kelincahan dia saat memandu rombongan tour IKBAL selama dua hari lalu mulai tanggal 2 dan 3 Juli 2009. Tidak ada dalam rombongan tersebut yang mampu menandingi stamina primanya Bung Kadar. Babe saja yang sudah berisi kawat balung besi masih kalah dengan dia. Apalagi dengan saya sangat jauhlah. Maka saya lemas dibuatnya saat dia ngajak jalan kaki ber kilo-kilo menuju Ra'su Barr. Apalagi yang diajak jalan semuanya prakstis dari kaum adam, mungki…

Ke Dimyat

Saya bersama tiga teman lainnya Imam, Encien dan Falah secara terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian Dimyat di kawasan Ra'su Barr. Berawal dari iseng potret memotret tempat peribadahan orang Kristen Koptik yang berada dipinggir jalan kami berempat secara mendadak dipanggil oleh penjaga tempat peribadahan itu.
Awalnya pemanggilan itu kami anggap biasa saja. Karena masalah seperti ini paling banter mungkin cuman diminta mendelete hasil jepretan olahan tangan dingin si Imam. Karena saya sendiri pernah mengalaminya di Kairo memotret kawasan bebas foto, lalu dipanggil polisi dan suruh menghapusnya setelah itu beres tidak ada perdebatan atau pemanis apapun

Bertambah

Kali ini dia sudah berumur seperempat abad. Ada sepucuk harapan dan cita-cita yang ia genggam. Ada janji dan tugas yang ia pikul dari orang tua. Ada belahan jiwa yang ia umpat hingga suatu saatnya nanti ia buka. Rahasia-rahasia ilalang itu biarlah untuk sementara ia simpan rapat-rapat dalam peti jenazah. Cukuplah dia dan dia yang tahu. Aku hanya menunggu sampai batas waktu
Umur seperempat abat bukanlah umur sepele, bukan lagi muda dan tidak juga tua. Umur ini mengingatkan saya pada kanjeng nabi Muhammad. Nabi pujaan dan panutan umat yang mengakhiri masa paceklik lajang bersama Khotijah. Begitu indahnya saat itu seorang pembantu "dagang" mampu memikat saudagar kaya raya nan cantik Khotijah. Begitu pula Khotijah merasa beruntung ia dapat laki-laki tampan, berumur muda dan nabinya umat

Wabah Penyakit Bau

Hati-hati saja bagi calon penumpang bus yang hendak menuju kuliah. Di musim panas seperti sekarang ini banyak virus berbahaya perusak hidung. Bagi mereka yang berangkat dari kawasan Damerdasy tingkat kerusakan hidung masih di bawah nol koma lima persen. Begitu juga bagi mereka yang berangkat dari Buust. Kerusakan paling parah menurut survai terjadi di kawasan Hay Asyier dan kawasan lainnya seperti Tajamuk, Qatamiyah. Tingkat virus bau ke hidung ditaksir sekitar Sembilan puluh Sembilan persen. Faktor penyebabnya adalah karena lokasi yang begitu jauh dari perkuliahan, banyak orang hitam yang suka mengumbar ketiak dan kebiasaan lama mereka males mandi
Terik matahari belakangan ini sudah memanasi bumi, bikin kita keringeten terus. Lalu bikin badan kita bau. Membuat orang disekelilingnya menderu-deru. Mau marah tapi tak tau tujuan arah. Mau menghindar tapi kesulitan untuk keluar. Iya begitulah kalau kondisi antre dan penuh dalam bus. Apalagi di waktu jelang musim panas plus ujian seperti se…

Penampakan

Sehabis menghadiri acara shalat ghoib minggu lalu, saya diajak main ke Imam Z. Rumah yang sudah ia tempati hampir dua tahun itu hingga kini masih bertahan dan harmonis bersama tujuh kawan yang rata-rata ­berasal dari alumni Gontor. Ada hal yang bikin saya sedikit kerasan. Pemandangan rumah tepi jalan itu ternyata belakangan ini tidak hanya ramai oleh lalu lalang mobil, tapi juga oleh segelintiran wanita penampakan di malam hari. Orang awam yang baru menapaki di rumah itu pasti akan terkejut dengan kejadian sedikit langka itu. Sebaliknya penghuni lama menganggap penampakan wanita di malam hari sudah biasa mereka lihat

Dunia penampakan yang nyaris diartikan oleh warga kita dengan sesuatu berbau mistik telah mengubah paradigma berpikir masyarakat kita menjadi kerdil, setiap kejadian aneh/langka selalu ditautkan dengan mitos. Masih ingat dengan tayangan Uka-Uka di di TPI atau "Dunia Lain" di Trans TV? Sebuah penangan yang memotret langsung penampakan hantu secara "kasat mata…

Penyakit Autis

Autis adalah penyakit yang biasanya mulai merasuki manusia pada usia 2 hingga 3 tahun. Ciri-ciri penyakit ini diantaranya sedikit berbicara karena kesulitan kata, melakukan hal-hal aneh diluar kewajaran, kurang bergaul dengan teman-temannya, lemah menguasai tata bahasa dan hanya suka dengan dunianya sendiri dan masih banyak ciri-ciri lainnya

Kompas beberapa bulan lalu pernah menurunkan penyakit ini secara berturut-turut yang mengantarkannya menjadi top stories pada portal tersebut. Dari beberapa penelusuran ternyata memang banyak masyarakat yang belum tahu tentang penyakit Autis terutama bagi masyarakat awam atau kelas menengah ke bawah.  Ciri-ciri diatas barangkali bukanlah sebuah penyakit melainkan berasal dari sifat kepribadian yang tertular dari keturunannya

Meningkatnya ilmu pengetahuan dan tehnologi serta banyaknya penelitian diberbagai bidang, membantu pejabat-pejabat terkait menemukan adanya penyakit ini. Saya sebagai manusia awam sulit rasanya menerima bahwa kebiasaan-kebiasaan…

Dari Milis Hingga ke Hadiqoh Yaban

Ini pertanyaan klise dengan seribu satu jawaban. Kapan rezim Gus Dur mengagendakan rihlah ke hadiqoh?  Kapan IKBAL mau ngadain pertandingan persahabatan bola? Dan masih banyak pertanyaan lain dari kaum fakir dan duafa seperti saya ini menggema ke pemerintahan Abdurrahman atau  Khobits begitu saya sedikit menyapanya. Sebelum pertanyaan itu terjawab, malah saya –termasuk barangkali kawan-kawan lain- didodori oleh lurah Khobits semacam PR (pertanyaan rumah) yang menggelikan. "Kapan mau kawin, IKBAL insya Allah siap jadi panitianya?". Karena keseringan bertanya, barangkali mereka malu, terus akhirnya pertanyaan itu berganti haluan menjadi semacam fi'il amr lil wujub. "Segera  kawin ustak, sebelum tua..!".  Meski tidak menjawab secara langsung kepadanya, namun batin saya bicara. "Masak orang muda seperti saya suruh kawin, tuh suruh sesepuh-sesepuh IKBAL yang masih jomblo itu". Saya cekikikan sendirian seperti orang gila sembari membayangkan reputasi  Khobi…

Generasi Osama Telah Muncul

Benar kata Falah –wartawan Damerdasy- peliput sekaligus juru kamera, generasi Osama telah tiba. Bibit-bibit unggul "palawija" sudah datang..!. Tidak ada tujuan hidup kecuali menyantet Goerge Bush, aktor dibalik hancurnya negeri seribu satu malam itu. Terlalu sadis memang seorang balita yang belum berumur dan tak tahu bagaimana memegang senapan sudah dibebenai tugas berat sejak dalam kandungan.

Setidaknya begitu pandangan Falah wartawan peliput Timur Tengah saat memotret bocah mungil nan cerdas. Ia adalah anak seorang ta'mir  masjid dekat kedutaan Israel di Giza. Saat kami bertandang ke rumahnya yang elok dipinggiran sungai Nil Giza, spontanitas tuan rumah menyambut kami dengan ramah. Tak seperti lazimnya penduduk perkotaan yang ogah menerima penduduk non pribumi karena dianggap aib, kami dilayani layaknya kunjungan kepresidenan "George Bush"  ke Indonesia tahun silam. Tak ada karpet merah memang, akan tetapi sambutan hangat dari tuan rumah sangat luar biasa

Datan…

Bom Hussain Kairo

Adakah agama di muka bumi ini mengajarkan umatnya berjihat dengan teori-teori di luat batas penalaran, semisal bom bunuh diri atau membunuh? Sejauh ini saya belum menemukan ajaran soal itu, dalam agama yang saya  anut batas-batas di luar penalaran itu merupakan tindakan kriminal yang terkategorikan sebagai toghut sebuah perilaku keluar dari Islam. Ajaran agama saya memberikan lampu hijau hanya kepada umatnya yang terdesak oleh musuh serta tidak ada jalan lain kecuali harus berbuat demikian

Saya tersenyum kecut melihat penuturan pahlawan sang mastro jihat Imam Samudra ketika diwawancarai oleh wartawan vivanews.com sebulan sebelum eksekusi. Sang pahlawan memaknai jihat adalah berperang melawan orang kafir. Jadi siapapun orangnya baik, jahat, kawan atau lawan selain agamanya adalah halal dibunuh dan orang yang membunuh menurut mereka di sebut sebagai jihat fisabillah. Di sinilah pemaknaan jihat menurutnya terungkap bahwa mereka belum bisa memahami jihat yang diingkan oleh Islam itu sendir…

Slametan Pak Durr

Setelah menikmati acara di sekretariatan IKBAL tadi malam saya langsung meluncur ke rumahnya pak Durrahman Rochimi yang besok mau meninggalkan Kairo menuju Indonesia. Di sekretariatan tadi saya mengikuti acara Maulid Nabi sekaligus penjaringan calon ketua alumni al-amien untuk periode mendatang. Dari hasil perolehan melalui pemilihan langsung pada babak pertama, nama Muafik menduduki posisi teratas, dengan perolehan sebesar empat belas suara. Kemudian disusul Babe dengan perolehan sebanyak tiga belas suara dan terakhir Fauzi yang harus puas berada diurutan ke tiga atau mendapatkan sepuluh suara

Suq Ubur

Hari ini katanya hari Valentine hari kasih sayang sesama penggemar Valentino Rossi seorang bintang balap motor yang mampu memikat jutaan nyawa dibelahan dunia. Oleh karena saya maniak bola sepak bukan sepeda balap maka saya tidak berani merayakannya kecuali besok jika Inter Milan bisa memenangkan Derby lawan AC Milan. Saya akan berjingkrak-jingkrak, melebarkan senyum yang sudah satu bulan lewat bibir saya sulit diajak melebar karena masih lecet bekas kedodoran soal dari kuliah dan tentunya saya tidak akan sungkan-sungkan mengajak para pendukung AC Milan ikutan euforia bersama kami Interisti

Saya berani sedikit "taruhan" penonton pertandingan Derby besok mampu memecahkan rekor penonton piala dunia atau dua kali lipat penonton antara Menchester United dengan Arsenal tahun lalu :D. Percaya atau tidak itu terserah penilaian sampean yang pasti memang demikian adanya, saya tidak berani berandai-andai entar dikira titisannya Ponari dukun cilik yang minggu-minggu ini menjadi buah bib…

Flu Ujian Awal Tahun

Pertempuran Israel dengan Hamas di Palestina beberapa minggu lalu tidak kalah seru dengan pertempuran saya dengan ujian, ditengah gelombang pikiran yang kalut bersama diktat, saya digempur bertubi-tubi oleh batuk dan flu yang membawa saya pada sebuah permasalahan baru, problem klasik sangat sederhana namun amat mengganggu saya dalam menuntaskan pejaran secara tamam

Adalah virus tahunan yang menyebabkan kosentrasi saya itu terbelah antara belajar dan berjuang melawan demam tingkat tinggi, saya pikir ini bukan lagi penyakit virus batuk dan flu tapi –kayaknya- sudah menjurus pada penyakit lebih serius (typus) karena saya dulu sudah akrab dengan penyakit ini.  Untuk mengantisipasinya serta mengejar persiapan ujian hari Senin, pada hari Kamis atau setelah ujian usai saya langsung bergegas periksa ke Apotik soal penyakit ini, kesimpulan awal sang pelayan menyatakan hanya merupakan gejala virus flu

Netbook Aspire One

Membahas masalah tekhnologi tidak akan ada hentinya, setiap tahun  produk keluaran baru selalu muncul dengan kualitas dan bentuk menarik. Barang-barang kebutuhan seperti hp, pc atau laptop bagaikan anti virus yang -minta- update setiap hari. Produk-produk baru yang dilelang lewat iklan telah merangsang manusia berusaha untuk segera memilkinya. Karena sakeng parahnya iklan telah dianggap menawarkan manusia untuk patuh dan tunduk pada keduniaan

Perkembangan dunia belakangan ini yang ditandai dengan bertaburnya produk2 updetan elektronik memang menjamur dimana-mana. Dunia telah berhasil menciptakan manusia multi trampil, setiap hari di sepanjang jalan atau lewat iklan kita selalu melihat barang-barang elektronik menarik yang membikin kita ngiler untuk mendapatkannya. Jika kita mampu menempatkan bahwa keduniaan hanyalah sesaat dan menjadikan akhirat  adalah kehidupan abadi, maka sebenarnya kita tidak terlalu kaget dan ngiler dengan hal-hal semacam itu, karena dunia sebagaimana didengungkan…