Skip to main content

Menjamurnya Produk China

Saya melihat saat ini –setelah dua hari lalu jalan-jalan ke Tekhologi M- produk-produk Cina menguasai pasar di sini. Sulit rasanya mencari merek lain yang bermutu selain bertuliskan made in Cina. Produk Cina sudah mulai menjajah negeri..!.  Tidak disadari pula keberaan orang Cina di sini yang bermula –tidak lebih- dari seorang pedagang atau pekerja keras sekarang sudah unjuk gigi menjadi manager. Otak mereka benar-benar jalan persis apa yang saat ini dilakukan oleh orang Israel. Kalau Cina menginvasi negara dengan produk dagangnya, Israel dengan perluasan wilayah kekuasaan

Semakin jauh saya rasa produk Cina akan menguasi pangsa pasar. Bukan hanya di sini diseluruh dunia produk Cina akan dan semakin menunjukkan taringnya. Bergentayangannya produk Cina telah menjelma menjadi negara dengan perkembangan perekonomiannya sangat cepat. Sebagai negara yang kemerdekaannya lebih muda dari Indonesia ini tentu saja telah mengusik AS sebagai negara adikuasa. Mereka mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi termasuk menguatnya nilai mata uang Cina atas AS merupakan permainan dari pemerintahan Cina, AS menyangkal telah terjadi penekanan mata uang Cina terhadap AS



Sejak lama hubungan kedua belah pihak ini tak hormonis, topik yang paling santer belakangan ini adalah muncul image baru yang ditebarkan pihak AS bahwa produk-produk Cina kurang memiliki nilai jual karena tak bermutu. AS menyarankan dunia untuk membaikot produk Cina. Akhirnya muncullah anggapan negatif atas produk mereka seolah-olah semua buatan Cina jelek dan murahan. Padahal tidak semuanya demikian, produk-produk unggulan dan punya reputasi merek bagus buatan Cina tak jauh berbeda ratingnya dengan produk-produk merek tertama dari negara-negara lain

Saya kira itu merupakan upaya dan akal-akalan AS dalam menekan produk Cina dalam merambah pasar global. Sebagai negara adikuasa tentu saja tidak ingin melihat negara lain menyainginya termasuk nilai mata uang yang begitu dahsyat dalam kurun dasawarsa terakhir ini (sebelum masuk krisis global) terutama produk unggulan mereka elektronik dan pakaian. Dan apa yang diisikan oleh AS ternyata berhasil. Image bahwa "semua" merek dagang Cina kurang bermutu telah membawa pembeli berpikir seribu kali untuk membelinya

Idiologi itu sudah merambah pada diri kawan-kawan termasuk saya. Sejak menjamurnya merek dagang Cina, klaim negatif atau reaksi sinis telah mewarisi untuk meninggalkan produk yang acapkali dijual murah itu tanpa memandang merek unggulan atau terkenal, kalau sudah Made In Cina semuanya dipukul rata. Begitulah jika image dibuat oleh AS, sungguh besar memang pengaruh Amerika terhadap dunia atas kebijakan-kebijakannya

Namun sebagai negara bernasionalisme tinggi, Mesir justru seakan-akan menghiuraukan himbauan Amerika.  Mereka malah memperkenalkan produk Cina dengan bangga, salahsatu yang nyata adalah bertebarannya produk-produk Cina di Mall-mall besar. Sepanjangan penelurusan saya dua hari lalu di Roxi Mall dan Tekhnologi Mall, rata-rata –bahkan mayoritas- menjual merek dangan Cina, tidak barang besar (produk nama berkualitas atau terkenal) maupun barang kecil

Anehnya –mungkin sakeng bangganya orang Mesir- produk ciptaan bukan dari Cina turut pula ditempeli embel-embel Made In Cina. Itu terjadi dua hari lalu saat saya belanja baterai charger merek Energizer di Tekhnologi Mall bersama Amier Jianva. Semula saya ingin mengurungkan membeli baterai Energizer termasuk alat untuk mengeces yang bermerek sama karena terlalu mahal, saya membeli seharga 130 pound, sementara baterai produk buatan Cina Changsai berupa baterai besar (seukuran kamera) empat dan kecil (seukuran Mp3) plus alat pengecesnya cuman berharga 50 Pound. Sangat jauh bukan..!

Tapi setelah saya lihat di rumah, baterai ces-cesan itu terselip pada pembungkus tertempel shona' fi Shien atau Made In Cina. Bungkusan itu terkesan dibuat-buat, terlihat jelas tempelan merek dagan Cina berada di plastik pembungkus dan itu sangat kecil dan bisa dibuang karena tulisan itu semacam poster kecil yang bisa ditempel maupun dibuang atau dicabut dimanapun berada

Saya kuatir itu merek dari Cina, namun saya kurang yakin kalau baterai ces-cesan Energizer ini dibuat di Cina melihat harganya yang lumayan mahal. Setelah saya buka semua termasuk membaca peraturan pemakaian tidak saya temukan language atau bahasa Cina disitu karena kalau memang itu produk dari Cina pasti adalah satu atau dua tulisan Cinanya, tapi saya hanya menemukan -pada cara aturan pemakainnya-  bahasa Inggris, Spanyol dan Arab

Begitulah kalau sudah jatuh cinta sama produk Cina, sebagus apapun mereknya atau sejelek apapun barangnya pasti diembel-embeli Cina dan itu saya kira ternjadi "hanya" di Mesir. Sementara negara-negara lain secara pelan-pelan sudah pada meninggalkannya atas image dan desakan yang dibuat oleh AS. Wallahu A'lam

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.