Skip to main content

Sekilas Tentang Kitab Subulul As-Salam

Membincangkan kitab subulul As-Salam tidak terlepas dengan kitab Bulughul Maram hasil karya agung Ibn Hajar1. Karena kitab ini merupakan rangkaian dari syarah atau keterangan Bulughul Maram. Namun sebelum itu penulis ingin menyajikan terlebih dahulu sosok pengarang dari kitab tersebut tentang sisi kehidupannya.

Kitab Subulul As-Salam adalah merupakan karya Ashon'ani2 atau lengkapnya Mohammad Bin Ismail Alamier Husni Ashon'ani. Beliau adalah seorang yang mampu menjaga dirinya dengan baik., seorang pejuang agama di zamannya dan seorang ahli hadits. Beliau lahir  di kota Kahlan3 pada malam jum'at pertengahan Jumadil Akhir tahun 1099 H4. Pada tahun 1107 beliau bersama dengan keluarganya hijrah ke Shon'an, disini dengan usia masih belia beliau sudah menampakkan ciri-ciri kebesarannya yaitu belajar dan menghafal Qur'an. Namun ditempat ini beliau yang notabene masih usia kanak-kanak dimana sarat dengan kesenangan dan main-main beliau menggali ilmu secara verbal artinya  belum melakukan ritual keilmuan secara khusus. Baru setelah pindah dan menuntut ilmu ke Makkah dan Madinah mulai menggeluti dan menyukai ilmu hadits



Bahkan karena cintanya menuntut ilmu dari satu tempat ke tempat lainnya As-Syaukani memberikan pujian dengan menyatakan bahwa Ashon'ani adalah seorang yang piyawe dalam segala bidang keilmuan, seorang penting pada masanya dan pemimpin dunia keilmuan di Shon'an5.

Diantara para gurunya adalah ; Sayyid Alhafidz Al-Alamah Zayyid  Bin  Mohammad Bin Hasan Bin Qosim Alhusni Ashon'ani, Sayyid Al-Alamah Sholah Bin Husain  Al-Akhfasye Alkahlanye, Sayyid Al-Alamah Abdullah Bin Ali dan Ali Bin Mohammad Al'ansyie, Sayyid Mohammad Ibn Ismail, Syekh Salim Ibn Abdullah Bin Salim Albashrye dan masih banyak lagi lainnya

Pada tahun 1182 H hari Selasa bulan Sya'ban beliau menghembuskan nafas terakhir dan disemayamkan di barat menara sekolah tinggi di Shona'an

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.