Skip to main content

Ikut Bela Sungkawa

Kematian merupakan kejadian misteri yang tak dapat diprediksi oleh hitungan jari, ditebak dengan primbon atau dilihat dengan perasaan. Kematian adalah upaya Tuhan menghidupkan kembali manusia ke dunia lain, dunia angker yang diyakininya mengandung dua unsur saling bertolak belakang antara kenikmatan atau siksaan. Di sinilah manusia hidup di alam transisi yang tak terbatas oleh sekat hingga tiupan terompet bergema diseluruh pelosok dunia yang diikuti hancurnya bumi dan se-isinya bahwa kiamat telah tiba

Kematian adalah konsekuensi dari kehidupan, , tak seorangpun berani melawan atau menunda kematian karena itu merupakan hukum kausal -sebab akibat- takdir Tuhan, berani hidup berani mati, takut mati jangan hidup atau takut hidup mati saja. Sebuh filosofi menarik bagi pecinta dunia atau sebaliknya

Di malam hari raya Idul Adha fase-fase kehidupan tangga baru itu telah menjemput nyawa ayah dari se-orang anak yang sedang berjuang menuntut ilmu jauh di mato. Dengan suara tersendat-sendat Zahri begitu saya  memanggilnya menelphone dan memberi kabar duka bahwa ayahnya telah kembali keharibaannya.  Proses perjuangan hidup berbulan-bulan dengan strok itu berakhir di malam hari raya, hari mulia, hari haji, hari dimana banyak orang berdoa di depan Ka’bah



Semoga di hari mulai ini amal beliau diterima oleh Allah SWT dan ditempatkkan sesuai dengan amal ibadahnya. Amien. Dan Insya Allah akan dilaksanakan sholat ghoib bertempat di Griya Jateng hari Rabu sore

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.