Monday, October 13, 2008

Ikut Bela Sungkawa

Kematian merupakan kejadian misteri yang tak dapat diprediksi oleh hitungan jari, ditebak dengan primbon atau dilihat dengan perasaan. Kematian adalah upaya Tuhan menghidupkan kembali manusia ke dunia lain, dunia angker yang diyakininya mengandung dua unsur saling bertolak belakang antara kenikmatan atau siksaan. Di sinilah manusia hidup di alam transisi yang tak terbatas oleh sekat hingga tiupan terompet bergema diseluruh pelosok dunia yang diikuti hancurnya bumi dan se-isinya bahwa kiamat telah tiba

Kematian adalah konsekuensi dari kehidupan, , tak seorangpun berani melawan atau menunda kematian karena itu merupakan hukum kausal -sebab akibat- takdir Tuhan, berani hidup berani mati, takut mati jangan hidup atau takut hidup mati saja. Sebuh filosofi menarik bagi pecinta dunia atau sebaliknya

Di malam hari raya Idul Adha fase-fase kehidupan tangga baru itu telah menjemput nyawa ayah dari se-orang anak yang sedang berjuang menuntut ilmu jauh di mato. Dengan suara tersendat-sendat Zahri begitu saya  memanggilnya menelphone dan memberi kabar duka bahwa ayahnya telah kembali keharibaannya.  Proses perjuangan hidup berbulan-bulan dengan strok itu berakhir di malam hari raya, hari mulia, hari haji, hari dimana banyak orang berdoa di depan Ka’bah



Semoga di hari mulai ini amal beliau diterima oleh Allah SWT dan ditempatkkan sesuai dengan amal ibadahnya. Amien. Dan Insya Allah akan dilaksanakan sholat ghoib bertempat di Griya Jateng hari Rabu sore
Share:

0 comments:

Post a Comment