Tuesday, August 19, 2008

Kebijakan Yang Belum Final?

Setelah diadakan acara gede-gedean dengan tema Peningkatan Prestasi Mahasiswa tahun lalu bersama tokoh-tokoh Indonesia, salahsatu poin yang menjadi angin segar mahasiswa adalah adanya berita penurunan jumlah hafalan qur'an dari delapan menjadi empat untuk strata Licence atau ujian masuk bagi Master Of Arts. Kebijakan mengejutkan  tersebut tentunya sangat menggembirakan mahasiswa yang belum memiliki cukup modal hafalan atau jumlah empat juzz terlalu sedikit bagi kalangan mahasiswa yang sudah khatam qur'an. Namun benarkahn kebijakan itu sekarang dicabut?

Salahsatu pembahasan yang diusung dalam Lokakarya saat itu adalah kendala mahasiswa Indonesia menghafal qur'an. Dalam ceramahnya di Al-Azhar Conference Centre, grand syeikh of  Al-Azhar Dr Thantowi menilai jumlah hafalan delapan juzz sebenarnya sangat sedikit dibanding dengan mahasiswa pribumi sendiri yang harus khatam tiga puluh juzz, menurutnya satu tahun cuman menghafal dua juzz sangatlah ringan, jadi tidak ada alasan bahwa qur'an merupakan kendala utama mahasiswa gagal. Ungkapnya

Tuesday, August 05, 2008

Mahalnya Nonton Bola

Mingggu kemarin Liga-liga elit sudah dimulai. Spanyol, Italia yang memiliki reputasi bagus di Eropa dan paling banyak digemari selain liga english telah menabuh genderangnya. Sebagai insan gilabol saya berusaha menyempatkan nontol langsung -terutama partai-partai besar- semisal Juventus, Ac Milan dll. Dalam sejarahnya sebenarnya saya kurang begitu demen nonton bola di televisi, sementara perkembangan bola serta informasi cuman saya peroleh lewat berita yang tersebar di internet. Karena dianggap kurang valid saya sempat debat dengan teman penggila nonton bola. Dia menganalisis jika menonton secara langsung punya informasi lebih awal dan kuat -akurat- daripada membaca keterangan berita, meski saya sendiri kurang setuju dengan pendapat ini karena berita juga merupakan pengajawentahan dari realita sebelumnya