Skip to main content

Nonton AS Roma Di Stadion

Barusan saya nonton langsung pertandingan persahabatan antara AS Roma dan Al-Ahly di stadion internasional Cairo bersama Imam Zarkasi Tj. Tidak seperti pertangdingan tahun lalu yang mempertemukan Barcelona dengan Al-Ahly dalam lawatan undangan satu abad Al-Ahly cukup memikat ribuan penonton, sampai pada waktu itu saya kena tipu calo, ibaratnya sudah jatuh ketiban tangga lagi, sudah belinya mahal ternyata tiket karcis yang diberikan sang calo palsu. Maklum pertandingan antara Barcelona dengan Al-Ahly selain memang merupakan acara puncak perayaan ultah Al-Ahly juga akan kedatangan para mega bintang seperti titisan Maradona si Messi, Ronaldhinho, Deco dan beberapa bintang Barcelona lainnnya



Akhirnya selama satu minggu saya dan kawan pada waktu itu tidak sempat mendatapatkan tiket, setiap kali ke markas penjualan tiket antrinya luar biasa panjang. Jalan terakhir adalah membeli tiket kepada calo. Sudah sejak awal saya sebenarnya meragukan sang calo yang tidak lain adalah anak muda atau saya sebut preman tersebut. Karena tidak menyakinkan terutama pada kertas tiket yang seperti poto copyan, berikutnya pada tiket itu tidak ada platinum atau cap asli dari panitia. Barangkali karena ingin meniru seperti pendukung Arema atau Persebaya yang terkenal Bonek (bondo nekat) dengan keyakinan penuh saya dan kawan-kawan nekat ke stadion layaknya seperti orang2 yang mendapatkan tiket karcis asli. Kita ngantri, kita juga diperiksa berlapis-lapis oleh polisi alhamdulillah beres tidak ada kendala. Namun sialnya ketika mau masuk menuju pintu stadion bukan orang yang berbicara tapi alat yang memang khusus untuk mendeteksi keaslian karcis itu sendiri sekaligus alat itu berfungsi untuk membuka pintu masuk stadion, pintu akan terbuka apabila digesek oleh karcis asli dan tidak akan terbuka jika menggukan karcis palsu. Disitulah baru yakin kalau karcis yang kami beli pada waktu itu palsu. Tapi alhamdulillah karena kita tidak sendirian alias bergerombol serta beridentitas mahasiswa asing, saya dan kawan2 diperbolehkan masuk stadion. Hemm ribetnya minta ampun

Nah pertandingan persahabatan barusan antara AS Roma dengan Al-Ahly kebalikannya antara Barcelona dengan Al-Ahly, tiketnya mudah didapat ditempat2 terdekat, para calo tidak sejahat tahun lalu dan penontonnya sepi, kursi stadion banyak yang kosong, padahal tiketnya lebih murah cuman 20 Le ke calo juga dijual sama, beda antara Barca dan Al-Ahly dimana harga aslinya 25 Le ke calo dijual sekitar 45 Le bahkan ada yang 100 Le. Ini barangkali ada beberapa kemungkinan. Pertama; AS Roma minim bintang meski mega bintang si Totti juga hadir. Kedua; sebelumnya dua kali berturut2 dalam satu bulan ini ada pertandingan big match di stadion itu yang mempertemukan Al-Ahly dengan klub abadinya yaitu Zamalik dimana kalau dua klub ini bertemu stadion selalu padat dan atmosfer serta tensi pendukung kedua kubu membahana dimana2. Ketiga; AS Roma pernah melakukan pertandingan persahabatan enam tahun lalu juga dengan klub yang sama, bedanya waktu itu stadion padat karena AS Roma masih dibela oleh beberapa bintang seperti Batistuta, Cafu, Emerson, dll

Ya setidaknya sebagai kenangan, kata si Imam Zarkasi suatu saat bisa digunakan cerita ke anak cucu atau cerita di hadapan santri he he bahwa pernah menonton pertandingan penting secara langsung di stadion. Intinya ya disitu toh kadangkala memang menguras biaya dan perut. Seperti kawan2 lainnya tadi malam yang mengeluh kelaparan, mau beli2 di komplek stadion mahalnya dua kali lipat, untung saya sudah makan di rumahnya si Imam Z

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.