Skip to main content

Buang Air

Beberapa hari ini saya sering buang air besar, tadi pagi saja ada tiga kali dan barusan sudah empat kali. Kayaknya ada yang kurang beres dengan perut saya. Sudah satu minggu ini saya merasakan perut sering mules, pekulasi awal saya kebanyakan makan pedas-pedasan hasil dari racikan saudara Wawan Assegaf kawan saya yang cintanya sama Jabe melebih cintanya pada calon istri, buseettt deh saya jadi korban. Usaha awal sudah saya lakukan tadi pagi pergi ke Apotik beli obat perut dan mencret terus saya mendapatkan obat namanya Antinal "broad spectrum intestinal antiseptic for the treatment of diarrhea and gastroenteritis" tapi saya kurang yakin dengan obat ini buktinya saya masih terus mules dan langganan setia masuk wc

Karena kurang sreg dengan obat itu, setelah balik dari kuliah beli kitab, turun dari bus langsung saya pergi ke Apotik lain. Sebelumnya saya jelaskan penyakitnya termasuk langganan pergi ke wc, akhirnya sang pelayan memberikan saya obat bernama Streptoquin. Harganya lebih murah dari obat awal yang saya beli, saya bingung yang mana akan saya minum secara berkelanjutan? Obat awal tadi kayaknya belum memberikan efek signifikan sementara obat kedua harganya terlalu murah dimana mutunya biasanya kurang dahsyat dibandingkan dengan obat berharga mahal. Entahlah saya belum mencobanya juga  dan hingga saat ini obat yang saya minum masih dari Apotik awal, besok saya berencana minum obat berharga murah dari Apotik ke dua itu, karena sudah tiga kali obat sebelumnya yang sedikit mahal itu belum mempan membunuh virus lambung saya



Tidak disadari pula penyakit ini mengganggu kosentrasi saya menamatkan kitab "Qissotul Falsafah" terjemahan dari buku "The Story of Philosophy" karya Will Durant. Tapi alhamdulillah tahun lalu saya sudah membacanya dan sempat saya diskusikan dengan Kang Dede Sulaiman, orang yang saya kagumi karena kecerdasannya menguasai literatur Islam secara membumi. Mantan Kiyai sepuh Afkar NU ini adalah orang yang memotifasi saya untuk selalu membaca dan karen suportnya pula buku koleksi perpustakaan saya sekarang alhamdulillah "banyak" meski masih perlu tambahan super banyak lagi :D. Sayang dianya sekarang sudah pergi mudik ke Indonesia

Ini sepenggal cuplikan dialog gak jelas antara saya dengan Dede, sembari menunggu penyakit saya sembuh saya haturkan selamat menikmati :D

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.