Skip to main content

Italia Harus Menang

Sejak selesai ujian kemarin saya semangat nonton bola meski bukan partai kesayangan saya Italia. Sebelumnya –waktu ujian- untuk mengefesiankan waktu saya hanya nonton tv kewat internet dan itu terbatas gak bisa leluasa seperti nonton di kafe yang bisa menikmati layar lebar dan besar dan yang paling nyenengin banyak yang nonton jadi seakan2 kita berada di stadion

Partai yang saya lihat kemarin adalah Spanyol dengan Swedia sayang Ibrahimavic Cs harus menelan kekalan di penghujung waktu. Kekalahan ini menurut saya karena sang pangeran gol Ibra ditarik keluar. Waktu itu saya heran Ibra kok diganti. Baru tahu jika Ibra ditarik karena cedera. yang saya kasihanin ya teman saya si Dayat sudah semangat-semangatnya dukung Swedia dan ngebosi makanan eh kalah. Eh sabar ajah Yat Tuhan masih bersama Anda

Kedudukan saya waktu itu hanya sebagai penikmat saja. Entah kalau si Masykur yang kebetulan main ke rumah sehabis dari ujian dan saya ajak nonton bola di Kafe, apa dia dukung Spanyol atau Prancis, dia selalu kebingungan jika dicecer pertanyaan seperti ini maklum belum punya pendirian he he he. Si Ibnu? Oh dia gak mau diajak. Dalam pikiran saya bilang Lhaa iyalah khan dia pendukung berat English yang gak masuk kualifikasi EURO. Fersinya  Dayat sih beda dia takut disuruh ngebosi katanya  kaka kaka kaka



Well  partai seru tentulah Italia vc Prancis siapa yang bakalan menang akan berpeluang lolos kebabak berikutnya dengan syarat Rumania seri atau kalah. Yah semoga Italia Menang. Saya harus datang lebih awal satu jam neh. Weh kelamaan dunk

Ayoo nonton di kafe sini keren lhoo gimana bos amier mau nonton disini? Pak bombom gimana mau nonton disini gak ajak kakak sekaligus adik anda si Encien  Ajak kawan-kawan sekalian slametan disini dan nginep dan besoknya olah raga. Gimana kawan2?  he he he

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.