Skip to main content

FPI, Yahudi dan Bola? (I)

Apa yang dilakukan FPI terhadap kaum muslimin lainnya menyisakan tanda tanya BESAR. Yang saya kuatirkan bukan tindakan brutal FPI.Saya kira masyarakat awam sudah mafhum terhadap perilaku FPI yang identik dengan kekerasan, kasar atau boleh saya sebut kejammmm..!. Dari kasus ke kasus FPI menjadi garda depan dalam soal kekerasaan. Barangkali Front yang ngakunya Islam (tapi tidak mencerminkan ke-islamannya) dibentuk untuk menjadi organisasi bringas seperti trengginas. Intinya patutkan FPI dibubarkan? Melihat aksinya yang dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir identik dengan anarkisme atau premanisme, sepatutnya FPI dilenyapkan dari Indonesia

Namun itu tidak mudah. Sebab sebagian orang yang masih menganut ajaran datar-datar saya artinya mengkuti faham Islam tengah-tengah menolak jika kebrutalan yang selama ini dilakukan oleh FPI itu murni dari organisasinya. Mereka menilai kebrutalan premanisme –bisa jadi- bersumber dari luar organisasi mengingat FPI bukan Habib Rizieq saja masih banyak organisasi FPI di daerah yang kalem dan tidak bringas. But cukupkah ini dijadikan acuan untuk mempertahan FPI? Secara pribadi saya dengan tegas menyatakan belum cukup. Persoalannya terletak image masyarakat selama ini yang sudah mengecap jelek terhadap FPI dan bolonya. Dalam hati kecil saya bertanya apakah tidak ada cara lain untuk menyakinkan masyarakat -pemerintahan- agar Ahmadiyah dibubarkan? Jika memang getol ingin membubarkan Ahmadiyah patutkan dengan cara kekerasan?



Jika memang benar-benar mereka beriman tindakan FPI salah amat sangat sekali. Sebagaimana judul buku yang dua hari ini saya baca tentang fungsi keimanan hakiki “faith Inspires Attitude Of Peace And Contentment. Kebetulan judul itu menjadi bahan bacaan wajib –muqoror- saya dalam ujian akhir tahun ini :D

Menarik bahwa keimanan yang kuat akan mengilhami seseoarang cinta damai, tawaduk dan kebenarian yang kuat Faith Inspires Bravery. Kalau tindakan kekeran, premanisme dan brutal apakah ini disebut orang beriman? Tidak mereka tidak memiliki kekuatan yang membumi dan terbatas Limitid Powers. Jadi FPI kedudukannya dimana? Sebut saja Habib Rizieq dkk, apakah patut kita sebut sebagai premanisme berjubah yang selama ini memang sudah lekat dengan mereka?.Saya sendiri menilai lebih sekedar preman berjubah tetapi sudah dikategorikan sebagai sikap Makar, merongrong Islam  dari dalam dan memecah belah NKRI

Opsi Untuk si FPI

Melihat geliat FPI selama ini yang sudah kadung membusuk oleh aksi kurang simpatik dan anti damai. Banyak orang menngingkan agar FPI dibubarkan. keberadaannya di Indonesia sudah tidak cocok dengan sikap toleransi antar umat beragama dan keyakinan. Jika tidak mau dibubarkan silahkan membubarkan diri

Sekali lagi sulit untuk membubarkan mereka dalam waktu dekat. Hemat saya butuh waktu lima bulan atau empat bulan untuk melenyapkan FPI di muka bumi Indonesia. Caranya? Pertama; tangkap pengurusnya di seluruh Indonesia, jika tidak mau ditangkap agar sukarela melepaskan dari organisasi FPI. Penangkapan pentolan FBI kemarin merupakan langkah bagus untuk membakar FPI di Indonesia. Kedua libatkan polisi, tentara dan masyarakat untuk menangkap, menolak keberadaan FPI di Indonesia agar mereka tertekan

Opsi terakhir jika mereka bebar-benar MOKONG (tetap saja gak mau bubar) Saya mengajak mereka –menantang- FPI, jika kekerasaannya saat ini menjadi kedok dan alasan untuk amar makruf nahi mungkar saya menyarankan mereka FPI dan anggotanya agar membantu kaum muslim di Palestina sana yang saat ini masih dirongrong Yahudi. Kayaknya cocok orang-orang FPI dibawa ke Palestina biar seimbang kekerasaan dibalas kekerasaan pula

Namun hingga saat ini mana orang FPI yang sudah membantu (secara fisik) kaum muslimien yang sudah bertahun-tahun dijajah dan diinjak-injak keislamannya? Tindakan Yahudi itu sudah nyata menghancurkan Islam. Bukan saja pada keyakinan dan aqidah antar umat tapi sudah pada penghancuran oleh umat lain (islam oleh yahudi) Lantas mana sikap FPI yang sudah tercatat sejarah Islam membantu Palestina? Sejarah kelam dan lebaran merah saja yang sudah diraih oleh FPI itupun antar umat Islam lagi,,,! Sedih bukannn..? FPI jago kandangg,,,!

Saya harap Pentolan (maaf bukan bakso) si Habib Rizieq dkk segera terbang ke Palestina membantu kaum muslimien menghancurkan Yahudi, ketimbang bikin repot masyarakat Indonesia saja. Beranikah kamu wahai FPI? Ini sebuah tantangan sekaligus ajakan untuk FPI yang identik dengan jenggot he he he. Saya tunggu Informasinya di media :D. Jika belum apalagi gak membantu secara fisik kawan-kawan di Palestina berarti ya FPI jaringannya Yahudi? :D

Kekuatiran Itu

Ya yang saya kuatirkan dari peristiwa Monas itu merupakan rekayasa pemerintah untuk mengalihkan krisis BBM yang selama ini menjadi gonjang-ganjing masyarakat menengah ke bawah. Pun peristiwa demo BBM yang mengakibatkan luka-luka sejumlah mahasiswa dan tindakan aparat keamanan yang semena-mena juga menambah daftar kebingungan pemerintahan untuk selalu tertekan. Benarkan pemerintah dalam hal ini Interlejen kita ikut terlibat dalam kasus Monas? Ingatkah anda kasus Munir ada sangkut pautnya dengan intelejen yang saat itu dia ingin membongkar militer Indonesia dll? Wallahu A’alm. Inilah yang menjadi pertanyaan saya hingga saat ini. Kalau masalah FPI itu khan sudah menjadi tontonan sejak FPI lahir ya gitu-gitu keras dan bringas jadi gak perlu diseriusi entar malah jenggotnya makin bertambah panjang he heh he

EURO versi QOTOMIYAH

Disela ujian  akhir tahun yang masih menyisakan satu minggu lagi dan sambil mengikuti perkembangan jenggot kelurga FPI yang semakin memanjang. Saya dan kawan-kawan diajak main sepak bola edisi yang kesekian kalinya. Jika sepak bola dunia atau Eropa identik dengan pengunjung yang memadati, saya dan kawan-kawan main sepak bola terutama di Qotomiyah sangat identik dengan makan-makan. Itu sudah saya dan kawan-kawan lakukan sejak pertama kali  di sisi lain ternyata setiap orang punya tujuan bermacam-macam, saya sendiri datang jauh-jauh bukan main bolanya yang saya inginkan, namun saya sudah kangen dengan perutnya pak bombom yang sudah berminggu-minggu saya belum menjenguk tentang perkembangan terakhir perutnya apakah semakin membesar atau mengecil ::D. Kalau keh Ibnu sudah jelas nyari makan yang lezat dengan tangan khas si encien. Yang aneh ya si Masykur dan si Jih Kholid kayaknya ini ada rivalitas  kurang sehat. Kedua belah pihak masih sulit diajak islah untuk berdamai gara-gara rebutan dede yang satu itu. Entah itu siapa dan terakhir si Amier ini agak menggelikan kedatangannya ke Qotomiyah nyari TKW he he denger-denger untuk dijadikan pendamping. Maklum umur sudah semakin pendek sementara sudah banyak orang menolaknya. Sabar ya amir..kikikikiki

Tapi itu masih spekulasi saja loo, kayaknya acara itu termotivasi oleh maraknya aksi Negara-negara top sepak bola bermain di Swis dan Australi deh. Yah sudah tiga hari ini Italia, Jerman, Prancis dll sedang melangsungkan pertandingan untuk merebutkan piala Eropa. Siapa yang bakalan menang ya jelaslah Italia jagonya. Saya ngefan Italia bukan karena Gattusonya tapi permainan yang apik, rapi, kalem dan terarah tidak seperti Ingris cepat dan kasar seperti FPI deh he heh

Sayang hingga saat ini saya harus nenahan hawa nafsu untuk nonton piala eropa soalnya saya masih menyisakan tiga pelajaran lagi yang harus saya perjuangakan. Terakhir kaki saya sakit semua. Waduh Ibnu harus bertanggung jawab :D

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.