Skip to main content

Sekarang Banyak Orang Gila

Kenaikan BBM yang berimbas pada melonjaknya harga bahan pokok makanan mengakibatkan banyak orang kehilangan kesadaran. Diakui atau tidak kasus Joko Suprapto yang disinyalir penemu blue energy hingga saat ini belum membuktikan nyalinya dihadapan publik. Malahan ketika ditantang oleh Presiden untuk mempraktekkan hasi karyanya justru menghilang. Meski belakangan ini dia muncul kembali dan berjanji akan mempublikasikan hasil penemuannya dalam waktu dekat

Belum usai kasus Joko muncul lagi sosok Acmad Zaini yang mengklaim dirinya memiliki kekayaan 20 kali lipat BUMN. Kekayaan yang disinyalir dari harta waris keluarga ini telah menghebohkan Masyarakat Indonesia  sekaligus memberikan angin segar bagi masyarakat kelas bawah. Betapa tidak di saat  orang banting tulang untuk mempertahankan hidup, tiba-tiba muncul orang kaya dan berjanji akan menyalukan harta karunnya kepada masyarakat Indonesia. Kendati ucapan Zaini hingga saat ini hanya isapan jempol belaka, justru  banyak perusahaan dirugikan akibat janji-janji yang tak berujung kebenarannya



Peristiwa seperti ini mengingatkan saya pada kasus di Banyuwangi tahun 1995 waktu saya masih duduk di kelas empat madrasah ibtidaiyah (MI). banyak orang mengaku sebagai Gus atau anaknya seorang kiyai yang memiliki kedekatan dengan Tuhan (baca; wali) dengan kenyelehannya seorang –ngaku- gus menyebabkan masyarakat menghormati dan patuh apapun yang minta. Padahal dilingkungan masyarakat sekitar tidak ada orang satupun yang kenal siapa gus itu dan putra siapa, kehadirannya pun dianggap sebagai orang pendatang

Bagi masyarakat awam kedatangannya  mendapatkan tempat tersendiri atau semacam kehormatan luar biasa. Yanga pada tarap kesadaran sebenarnya menimbulkan semacam kerugian material artinya seorang pendatang dan pengaku tersebut dalam beberapa pekan bertempat tinggal di rumah penduduk dan meminta apapun yang dia mau. Ashabul bait (penghuni rumah) tidak bisa menolak kebutuhan peminta dikuatir kan akan tertimpa musibah atau kutukan. Sesuai dengan mitos yang berlaku pada waktu itu dan barangkali hingga saat ini

Pernah suatu ketika seorang pengaku di daerah lain menyuruh kepada seseorang  yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan agar melakukan bakar diri sebelum nikah tujuanya supaya rizqinya lancar dll. Sikap nyeleneh yang diperlihatkan oleh sang pengaku tersebut selain sebagai bukti bahwa dia adalah seorang wali yang masyarakat awam menilai dengan kenyelenehannya juga merupak tindakan brutal yang tidak bisa dianulir lagi. Sesuai dengan perintah sang nyeleneh terbut akhirnya calon penganten yang sebentar lagi akan melangsungkan akad nikah mengamini perintahnya. Bukan rizqi yang di dapat melainkan musibah luar biasa. Sang calon pengantik laki-laki tersebut yang dalam hitungan hari menikah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit

Dengan kejadian semacam ini, lambat laun akhirnya nyali masyarakat akan keberadaan seorang yang mengaku sebagai seorang wali dari anak kiyai kepercayaan semakin mengecil. Bahkan dulunya mendewakan sudah mulai berani mengusir dari kampung penduduk

Kembali pada orang-orang gila di atas bahwa apakah sosok misterius Zaini, Joko cc dikategorikan sebagai orang stress? Yang kebingungan melihat bangsa Indonesia belum mampu keluar dari krisis yang berkepanjangan atau kedua orang tersebut hanya sekedar mencari popularitas publik saja. Penilain saya ada dua kemungkinan. Peratama; mencari populatas. Di saat BBM naik sangat mudah bagi orang lain meningkatkan rating namanya diblantika media dengan jalan apapun termasuk yang ada kaitannya dengan persoalan bangsa saat ini seperti memiliki harta karus milyaran atau menemukan bahan energi seperti Joko

Kemungkinan kedua adalah dua orang ini stress berat, terlilit utang atau apapun bentuknya. Meski si Joko sendiri saat ini dikategorikan sebagai orang misterius yang mendadak kaya (kaya banyak utang mungkin maksudnya) si Zaini apalagi yang sudah mengaku punya harta karun milyaran yang akhirnya nihil mungkin saja permasalahannya sama dengan si Joko terlilit utang atau punya masalah lain

Itu masih dua orang yang ketehuan publik melakukan sikap diluar kewajaran, barangkali masih banyak orang aneh atau stress saat ini yang sama atau lebih belum ter expos di media

Namun dari kemungkinan itu saya masih menghargai kedua orang tersebut terlebih kepada Joko yang telah mengabdikan diri melakukan penelitian walaupun penelitiannya tak berujung itu telah menghabirkan uang milik? Dan masih berharap kepada kedua oang tersebut untuk membuktikan dihadapan publik jika memang apa yang dikatakan tidak sekedar omongan kosong. Jika benar, maka Indonesia akan menjadi Negara pertama menemukan sumber energi dari air laut. Atau jka Zaini memang punya uang milyaran maka kesengsaraan rakyat Indonesia sedikit teratasi

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.