Monday, March 17, 2008

Demonstrasi di Kairo

Jika benar, maka siang ini akan ada aksi unjuk rasa disejumlah tempat atas tidak stabilnya sejumlah bahan pokok termasuk minyak, beras dll yang mengalami kenaikkan drastis. Seorang kawan mengabari jangan keluar hari ini karena ada terjadi demontrasi oleh masyarakat sehingga memungkin adanya arus kemacetan. Ada demo atau tidak saya kira tradisi sudah membentuk karakter pengguna jalan yang sarat dengan kemacetan. bahkan saya mendengar jika Egypt diklain sebagai salahsatu negara terpuruk dalam penanganan lalu lintas jalan

Kenaikkan harga sembako belakangan ini disebabkan oleh naiknya harga2 impor dibelahan dunia yang akhirnya memicu harga2 lokal melambung tinggi. Ditambah lagi dengan menguatnya mata uang lokal terhadap dollar. Pemerintah pastinya menyambut dengan antusias karena kenaikkan harga dibarengi oleh menguatnya uang lokal jadi ada semacam keseimbangan. Tidak demikian dengan  mahasiswa asing, kenaikkan sejumlah harga pokok makanan dan mata uang lokal menjadi pukulan telak yang harus segera berakhir dan jika dibiarkan berlarut2 dikuatirkan menimbulkan penyakit KANKER (kantong kering) :D secara berkala he ehe he



Memang dalam  beberapa tahun terakhir harga kebutuhan primer dan sekunder kian hari melambung tinggi. Setelah kasus isu flu burung harga telur dan ayam sudah mulai tidak bersahabat dikalangan pelajar, dimana telur adalah kebutuhan yang murah meriah pada waktu itu serta tidak mengecewakan nilai gizinya ketimbang terong :D. Maka; kendati sekarang melambung tinggi -harga telur dan ayam termasuk daging- tidak ada usaha lain kecuali meningkatkan jumlah iuran bulanan selain alternatif menunggu informasi musa'adah (bantuan) nongol huahau

Setelah harga2 kebutuhan primer naik, nilai uang sebesar 100 pond atau lebih kurang cukup diandalkan untuk belanja kebutuhan dapur dalam kurun waktu tiga sampai empat hari, setidaknya untuk melengkapi Freezer harus dibutuhkan ratusan pond. Itulah perasaan saya tadi malam saat menemani kawan belanja. Dengan totol 60 pond dari hasil belanja dan barang yang diperoleh sedikit hanya bisa bertahan minimal dua hari. Bisa dibayangkan minyak dulunya ukuran kelas bawah 3-4 pond saat ini berkisar 9.50 hingga 10 pond atau seharga minyak kelas atas zaman dulu. Beras standar satu karung dulu 45 pond sekarang berkisar 95 pond. Sangat fluktuatif..! Apalagi ukuran perut orang Indonesai terbilang manja, butuh bermacam2 rasa agar menjadi kenyang. Berbeda dengan makanannya orang Egypt sangat praktis dan tidak bertele-tele. dipandang dari sudut ekonomi pun  juga tidak menelan banyak biaya. Hanya saja banyak diantara makanan2 disini tidak sesuai dengan ukuran mulut orang Indonesia. Bah,,,!
Share:

0 comments:

Post a Comment