Tuesday, January 08, 2008

Penangkapan Ikhwan di Abbasea

Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Januari lalu di Abbasea kawasan tempat saya diami saat ini, kaum persaudaran muslim atau Ikhwanul Muslimien digiring ke penjara setelah terlibat aksi melakukan demontrasi menentang agresi militer di Gaza. Sedikitnya enam ratus orang diciduk aparat keamanan Abbasea. Sikap tak simpati kepolisian Abbasea ini sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa dukungan Mesir atas agresi Israel ke Palestina semakin nyata

Sejak terjadinya perang tentara Israel dengan kaum Hamas Palestina, Mesir sebagai negara tetangga menunjukkan sikap antipati dengan saudara sesama Muslim Palestina. Presiden Mubarrak sendiri dalam statemen menyangkut peperangan ini kadang sering membingungkan sejumlah kaum muslimien Timur Tengah. Sejauh ini penduduk muslim dunia mengklaim bahwa pemerintahan Mesir memberikan dukungan penuh kepada Israel

Namun dalam pandangan politik untuk negara teluk, Mesir menyatakan netral, bahkan orasi presiden Mubarrak beberapa waktu lalu soal sikap dan keputusan, Mesir  serba delematis. Entah pendapat itu hanya aspirasi pribadi atau sikap resmi selaku presiden.  Mubarrak menyebutkan Mesir sebagai negara yang tidak diuntungkan ketika konflik Israel dan Palestina pecah. Satu sisi negara-negara Islam dunia meminta Mesir membuka kran jalur Rafah  di Mesir  agar bantuan tersalurkan ke Gaza, pada sisi lain Mesir masih menjaga citra perdamaian dengan Israel yang sudah dijalin sejak lama