Monday, September 25, 2006

Menjama' Niat Puasa Ramadhan

Ramadhan telah tiba, warga muslim diseluruh dunia menyambut dengan bermacam warna. Ada gelisah, senang ada pula menanggapi dengan tangan dingin. Begitu pula dengan minggu pertama bulan ramadhan biasanya masjid, musholla selalu dipadati jamaah. Dari para pengecut, hingga para aktivis jalanan terlihat batang hidungnya meski kadangakala hanya sekedar ikut-ikutan atau ngobrol dipelataran serambi

Akibatnya ramadhan dapat separuh bulan shaf barisan masjid semakin berkembang maju suasananya pun redup jauh dari semangat. Dan itu tidak hanya dilakukan oleh para penyandang gelar preman, aktifis jamaah kadangkala lengah oleh peradaban luar masjid yang kian meggiurkan . "Al-imanu yadzidu wayanqus" iman tidak bisa ditebak kadang tebal dan suatu saat menipis

Niat merupakan solusi utama setiap moment. Membentengi dengan niat merupakan jalan terbaik meski hambatan dan rintangan datang secara tiba-tiba. Selama ini banyak orang berpuasa, melakukan ritual ibadah semata-mata bukan karenaNya, gengsi, ingin mendapatkan pujaan merupakan salahsatu pemicu ikut-ikutan berpuasa atau sholat terawih

Dialog Yusuf Qardowi

Bebebapa hari lalu (17/09/06) saya menyaksikan dialog Dr Yusuf Qordowi di televisi Alzeera. Acara yang disiarkan secara mubasyier (live) itu mengangkat persoalan yang berkaitan dengan pelecehan Paulus Benediktus XVI atas pidatonya di Universitas Regensburg Jerman yang menyinggung perasaan umat islam dunia. "Umat Islam marah itu wajar dan wajib marah" Kata Qordowi. Jika melihat agamanya dilecehkan terus diam dia seperti khimar (keledai) Selorohnya dengan nada tinggi


Beliau juga balik bertanya siapa sebenarnya yang identik dengan siyyif (senjata dll) yang kemudian beliau mencontohkan kejadian di Palestina, Irak, Lebanon dll? Bukankah Barat yang sebenarnya identik dengan senjata yang tidak memiliki perasaan kepada umat Islam? Pertanyaan Dr Yusuf Qordowi tersebut yang akhirnya diikuti dalil-dalil alqur'an tentang pengertian Jihat, perang dll. Bukan hanya alquran saja, dalam kitab mereka (injil, taurut) sebenarnya pembahasan mengenai jihat, perang juga ada

Penjelasan QOrdowi di televisi Aljazeera tersebut cukup menarik dan menegangkan karena juga mendatangkan pakar lewat sambungan telephone dari berbagai negara Timur Tengah meliputi Mesir, Jordan termasuk waziiru astaqofah lubnan (lebanon) Dari percakapan singkat tersebut semuanya mengamini dan mengutuk keras atas kejadian itu

Ulama berpengaruh Timur Tengah yang sempat diusir dari negara asalnya Mesir ini mengajak seluruh umat Islam untuk mengadakan unjuk rasa tanpa kekerasan pada hari Jum'at (akhir) akan datang sebelum bulan suci tiba dan itu unkapnya sudah mendapatkan laporan dari negara Arab terutama Mesir yang akan mengadakan unjuk rasa pada hari Jum'at akhir sebelum bulan suci tiba

Friday, September 22, 2006

Jum'at Terakhir

Jum'at sekarang merupakan Jum'at terakhir untuk bulan Sya'ban sebelum memasuki Ramadhan. Tak terasa satu tahun kita berada dalam dekapan hari yang penuh dengan lika-liku dan cobaan

Masih terngiang diingatan saya, pada bulan Sya'ban biasanya ritual kita di Indonesia sangat kental dengan nuansa relegius mulai dari hal puasa Sya'ban, Nisfu Sya'ban hingga pada pergelaran berkatan yang diikuti dengan Yasinan, Tahlilan dll

Tradisi tersebut sebenarnya menggambarkan bahwa budaya dan corak Islam di Indonesia secara khusus sangat kuat. Belum lagi faktor sosial antar sesama. Ini menunjukan jika kita masyarakat yang berbudaya dan bermoral. Hal itu jelas tak terlepas dari empunya pembawa Islam ke Indonesia terutama di pulau Jawa oleh para Walisongo, dimana mereka menyebarkan Islam lewat jalur budaya, menyelinap lewat tradisi jelek yang akhirnya diselipi dengan ajaran keislaman