Skip to main content

TKW

Setelah hari raya Idul Adha aku bersama kawan-kawan berkunjung ke rumah saudaranya Falah yang saat ini sedang bekerja di Perusahaan milik keluarga Oesamah Bin Laden.

Sebagai seorang yang mengaku TKI dia menceritakan nasib TKW/TKI di luar negeri yang tersiksa, seperti kejadian di Arab Saudi, sebelum ke Mesir beliau berada di Arab, dan meskipun saat ini berada di Mesir masih mondar-mandir Mesir -Arab. Sebagai seorang yang pernah tinggal di Arab beliau menceritakan kejadian penyiksaan TKW Indonesia terhadap majikannya. Penyiksannnya pun cukup kasar dan sadis, yaitu disiksa di kamar mandi, kedua tangannya diikat tali, semua badan remuk karena digebokin oleh majikan, tragisnya dia di dalam kamar mandi selama satu bulan. Apa jadinya jika satu bulan di kamar mandi tanpa diberi apa-apa kecuali minum del-del.

Untungnya mereka masih diberi kekuatan untuk bertahan, jika tidak mereka sudah tiada, karena menurut penuturannya kakinya sudah busuk di dalam kamar mandi itu, karena sakeng lamanya keberadannya di kamar mandi sementara borok di kaki semakin melebar, walhasil kakinya yang berborok itu diamputasi



Dikatan pula, sebenarnya di Arab Saudi itu keamanannya lebih terjamin ketimbang di Cairo atau di Malaysia. Disana masih ada keamanan yang siap memberikan pembelaan, bahkan di Arab Saudi juga ada keamaan berasal dari Indonesia (keturunan Indonesia yang lahir di sana) nah keamanan inilah yang kadangkala memberikan pembelaan terhadap kaum TKW/TKI. Namun meskipun sudah aman, mengapa masih terjadi penyiksaan sadis dan tidak bermoral? Katanya kebanyakan para TKW belum tahu benar tentang sana, kemana harus mengadu dan harus bagaimana, akhirnya mereka ketika disiksa hanya diam seribu bahasa dan tak melawan

Dan akhir-akhir ini katanya di Mesir salahsatu temannya kena musibah juga yaitu tidak dibayar uang dari majikannya selama sebelas bulan, dengan alasan masih belum punya uang. Belum lagi kejadian akhir-akhir ini di Malaysia, yang banyak dari TKI/TKW tidak memiliki Pasport dan identitas jelas, dalam kompas diberitakan sebanyak 300.000 ribu tak beridentitas baik yang telah menetap puluhan tahun atau baru.

Sungguh tragis memang, ingat meskipun negera sahabat dan tetangga dengan Indonesia tetapi Malaysia dalam hal ini tak mau kompromi, tak jarang juga para TKW disiksa disana dengan alasan bermacam-macam.

Masih dikatakatan oleh Bapak yang memiliki famili dengan Falah ini, bahwa untuk saat ini tenaga kerja yang subur dan bahagia ya di Korea atau Hongkong. Karena selain sebagai negera kaya raya, juga tenaga kerja dari Indonesia masih minim tidak seperti di Malaysia atau di Arab Saudi. Contoh kecilnya adalah banyak tenaga kerja Indonesia di Hongkong atau di Korena yang memiliki Internet pribadi di rumah, atau banyak diantara mereka yang sering chating. Temanku sendiri Muslih -Mumu-, tak pernah melewatkan chating dengan para TKW Hongkong, sementara di cyber media Internet tenaga kerja dari Malaysia atau Arab jarang bermunculan di Internet. Ini jelas menunjukkan tenaga kerja di sana lebih subur dan harmonis ketimbang tenaga-tenaga kerja lainnya.

Pengamatanku ini tidak main-main, karena tetanggaku sendiri pernah bekerja di sana, dan ketika pulang ke tanah air mereka tidak mengecewakan pihak keluarga, hidupnya pun semakin glamour, mewah, dulunya jalan-jalan memakai sepeda motor sekarang memakai roda empat, rumahnya dulunya terbuat dari gedek sekarang berganti seperti istana yang -konon- menghabiskan milyaran rupiah. Namun barangkali yang menjadi kendala kesana adalah masalah bahasa, selain masalah administrasi dan mahalnya harga untuk bisa kesana, serta, jasa-jasa menuju kesan juga jarang dijumpai di Indonesia ketimbang jasa-jasa pelayanan ke Arab atau ke Malaysia. Toh dalam benakku adanya PT kek atau tidak tidak berpengaruh signifikan, buktinya banyak juga TKW yang berangkat pakai PT akhirnya disiksa juga.

Sebagai sesama saudara, aku mengharap semoga para tenaga kerja dari Indonesia diberi keselamatan dan ketabahan iman dalam bertugas mempertahankan hidupnya.

Comments

Popular posts from this blog

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Pembantaian

[caption id="" align="aligncenter" width="363" caption="mohammad digantung/youm7.com"][/caption]
Kalau melihat gambar di atas, saya teringat waktu pembantaian dukun santet yang ramai dibicarakan dengan sebutan "aksi ninja" akhir tahun 1998 silam. Puluhan kepala diarak di jalan-jalan seperti konvoi pada sebuah partai politik. Yah memang waktu itu sedang bergejolaknya partai politik pasca turunnya orde baru yang tumbuh bak jamur
Lalu berkembanglah kasus pembantaian dukun santet tersebut yang pada akhirnya berubah nama menjadi ninja dengan keadaan politik saat itu yang semakin memanas. Begitupun dengan peristiwa dua hari kemarin di Lebanon, seorang warga Mesir tewas setelah dihakimi massa oleh warga Katermaya selatan ibu kota Bairut Lebanon setelah dituduh membunuh 4 orang dalam satu keluarga

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.