Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2006

TKW

Setelah hari raya Idul Adha aku bersama kawan-kawan berkunjung ke rumah saudaranya Falah yang saat ini sedang bekerja di Perusahaan milik keluarga Oesamah Bin Laden.

Sebagai seorang yang mengaku TKI dia menceritakan nasib TKW/TKI di luar negeri yang tersiksa, seperti kejadian di Arab Saudi, sebelum ke Mesir beliau berada di Arab, dan meskipun saat ini berada di Mesir masih mondar-mandir Mesir -Arab. Sebagai seorang yang pernah tinggal di Arab beliau menceritakan kejadian penyiksaan TKW Indonesia terhadap majikannya. Penyiksannnya pun cukup kasar dan sadis, yaitu disiksa di kamar mandi, kedua tangannya diikat tali, semua badan remuk karena digebokin oleh majikan, tragisnya dia di dalam kamar mandi selama satu bulan. Apa jadinya jika satu bulan di kamar mandi tanpa diberi apa-apa kecuali minum del-del.

Untungnya mereka masih diberi kekuatan untuk bertahan, jika tidak mereka sudah tiada, karena menurut penuturannya kakinya sudah busuk di dalam kamar mandi itu, karena sakeng lamanya keberad…

International Book Fair Egypt

Hari Selasa sebenarnya aku punya jadwal ke Jawwazat - Kantor Perpanjangan Visa- bersama Nadhief, karena malamnya aku masih memiliki tugas bersama dengan Mas Rahman ngotak-ngatik website Qalam hingga pagi, sementara aku sendiri belum istirahat, walhasil pagi itu aku tewas bersama dekapan selimut tebal hingga siang

Tanpa menunggu lama-lama si Nadhief berangkat sendiri ke kantor Jawwazat, tanpa disangka ketika dalam perjalanan banyak mobil-mobil tidak bisa jalan dan terjadi antrean panjang, slidik punya slidik ternyata hari Selasa kemarin ada pembukaan Ma'roj atau International Book Fair Egypt

Meskipun pulang dengan tangan hampa karena tidak jadi ke Jawwazat, tapi dia sudah memberikan informasih ke aku dan kawan-kawan kalau perhelatan akbar yang ditunggu seantero Mesir dan para mahasiswa termasuk Indonesia ini sudah dibuka.

Hari Raya Idul Adha Ngelencer di Muhandisin

Berhari raya di negera lain, rasanya memiliki keunikan tersendiri, meskipun tak semeriah di Indonesia, namun masih ada suasana hari raya. Salahsatu faktor mungkin adalah tradisi (tradisinya orang-orang Indonesia ternyata masih kental), kalau di Indonesia tradisi sudah melekat erat bagaikan perangko terutama hari-hari besar Islam, seperti hari raya Idul Adha kali ini yang jatuh pada tanggal 10 januari 2006. Jika di Indonesia hari raya Idul Adha dimeriahkan dengan pagelaran takbir keliling, di pagi harinya tak kalah menariknya adalah penyembelihan heran korban yang begitu meriah.

Disini tidak, malam hari raya, tak ubahnya hari-hari biasa. Masyarakat seperti biasa menjalankan aktivitas. Takterdengar lafadz takbir "Allahu Akbar", dan di pagi hari suasana seperti biasa juga sholat Idul Adha setelahnya pulang ke rumah masing-masing kecuali para panitia penyembelihat hewan korban

Mengenang Hari Kemanusiaan

Tak terasa ternyata aku sudah berada diujung hari raya Idul Adha, yang akan dirayakan besok, dalam benak diriku wah cepet sekali hari, masih terasa suasana Idul Fitri tiba-tiba Idul Adha menyambut.

Meski tidak berhari raya di kampung halaman, bahkan sudah bertahun-tahun aku tidak merayakan Idul Adha di rumah, semenjak aku berada di pesantren hanya satu kali aku merayakannya yang saat itu aku mengabdi di ma'had. Masih terngiang dalam ingatanku, jika Idul Adha tiba pasti besok akan mayotr sate, makan daging terus, dan siap-siap untuk sakit gigi.

Hari raya Idul Adha di kampungku berbeda dengan suasana di daerah lain, jika daerah lain cuman merayakannya dengan menyembelih sapi atau kambing, namun di kampung halamanku tidak hanya itu saja, melainkan mengelencer (jawa) atau silaturrahim ke rumah-rumah tetangga persis suasana hari raya Idul Fitri