Skip to main content

Posts

Sabar dan Ihlas 2

Kadangkala kita terbawa oleh pola pikir dan keyakinan orang-orang turots yang selalu mengkaitkan sebuah kejadian dengan sesuatu, kadangpula kita skiptis dan bertolak belakang dengan teori-teori itu, lalu  berpikir secara realistis dan kekinian dengan segudang wawasan tehnologinya.

Recent posts

Sabar dan Ihlas

Siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu sempurna. Siapa yang menolak jika dapat sesuatu yang menggembirakan? Setiap orang pasti ingin sempurna bahkan sesempurnanya nabi kita yang sudah maksum atau seputihnya malaikat yang tak memiliki dosa. Tapi apa daya manusia hanyalah ciptaan tuhan, manusia adalah mahluq yang ketergantungan satu sama lain.

Jaulah

Suatu hari kemarin saya diminta persetujuan oleh tetangga yang kebetulan memiliki keyakinan tentang ibadah kepada Allah. Beliau adalah salahsatu pimpinan Jaulah di desa. Yang oleh kebanyakan orang faham jaulah kurang mendapatkan tempat di masyarakat.

Beliau minta izin supaya anak-anak yang kebetulan liburan masih tinggal di pondok untuk mengikuti kegiatan yang menurut bahasa mereka "diklat iman dan taqwa" selama tiga hari. Bagi saya pribadi gak jadi soal anak-anak ikut kegiatan tersebut selagi masih terbatas pengenalan tapi bukan pada subtansial ajaran mereka yang terkenal dengan khuruj untuk berdakwah.

Refreising

Melepaskan diri dari aktifitas menguras otak memang harus disempatkan. Paling tidak satu bulan sekali. Atau kalau perlu berkali-kali asal jangan saben hari. Ini perlu mengingat otak gak bisa diforsir untuk bekerja atau berfikir terus tanpa jeda, Bisa berakibat "sesuatu".

Dan anak-anak kalau sudah diajak untuk hal-hal seperti ini responnya cepat tanggap daripada ketika mereka disuruh untuk cepat belajar ngaji atau istirahat. Hari kemarin ide tertuang namun daya tak ada hasrat untuj jalan-jalan. Hanya desakan anak-anaklah kemalasan itu dengan sedikit terpaksa harus dijalankan.

Penistaan Agama

Andai saja seorang buni yani tidak mengapload pidato Ahok barangkali isu penistaan agama tidak akan seheboh sekarang. Demikian juga andai saja Ahok tidak mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau Ahok adalah orang pada umumya manusia dan bukan siapa-siapa, postingan buni yani hanya menjadi arsip/sampah media sosial.

Anda mungkin sudah sering mendengar bahkan melihat dengan mata sendiri baik di media sosial maupun di alam nyata seorang pemuda menginjak-nginjak alqur'an namun dibiarkan berlalu begitu saja. Atau hanya ditegur seperti seorang kena tilang di jalan raya. Sekali lagi karena mereka bukan siapa-siapa.

Petani

Setiap kali terjadi obrolan relatif ringan dengan masyarakat bulan lalu, pasti yang ditanya; mengapa musim hujan tak kunjung tiba. padahal ini bulan hujan. Pertanyaan ini menjadi harapan dari masyarakat sini yang mayoritas petani sawah yang butuh segera padinya digenangi air. Maklum hingga kemarin daerah saya memang jarang hujan. Itu berbeda dengan daerah tetangga yang saya lihat kerap hujan walau juga tidak sering dan relatif biasa-biasa saja.
Seretnya air ke depan pasti akan mempengaruhi tingkat kesuburan padi dan  juga hasilnya. Apalagi saya melihat banyak padi di sawah yang sudah mulai ambruk karena kekeringan, termasuk banyak padi yang mulai kopong karena kurang serapan air. Persoalan ini ke depan banyak petani yang gagal panen. Lantas penghasilanpun akan mempengaruhinya.

Saya juga mendengar ada diantaranya sedikit stress,  dan mengeluh. Mungkin ada banyak harapan tapi tak sesuai dengan kenyataan. Lalu siapakah yang patut disalahkan? Saya kira masyarakat perlu merenungkan mengapa h…

Selamat Menikah

Kalau tak salah hari ini kawan saya dari Gresik Jih Imam Wahyuddin begitu saya menyapanya melangsungkan pernikahan yang pertama kali dan mudah-mudahan juga terakhir hingga akhir hayat. Sedih rasanya tidak bisa ikut serta acara akbar itu. Karena minggu lalu saya sempat menyanggupi bisa hadir disana ketika dia mengabari saya soal ini dan berusaha ikut andil atas kebahagian mereka berdua. Tapi takdir mencatat lain bahwa hari ini saya belum bisa bersilaturrahmi.
Mengenal jih Imam maka tak bisa saya lepaskan dari intelektualitasnya. Sejak dulu ketika sama-sama masih di pesantren bakat menulis serta kemampuan membaca yang tekun telah menginspirasi saya untuk membaca dan berdiskusi. Idiologi ini terus terbawa hingga akhirnya sama-sama melanjutkan pendidikan ke Mesir.
Walaupun pada akhirnya di sana beda jalan. Tapi semangat itu sebenarnya masih menyatu yaitu soal keakraban, kebersamaan dan saling memberi masukan. Bahkan ihram pun juga bersama-sama.

Ada satu hal pesan dia yang belum saya lupakan …